KMP Mutiara Sentosa II Hilang dari Permukaan Laut, Basarnas Kerahkan Pencarian Udara
Titis Jati Permata August 05, 2026 08:32 AM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Keberadaan KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di Perairan Utara Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) pagi, kini menjadi tanda tanya. 

Setelah sempat terlihat mengapung selama dua hari pascakebakaran, kapal tersebut kini sudah tidak lagi tampak di permukaan laut meski telah dicari melalui jalur laut maupun udara.

Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, mengatakan kapal terakhir kali terpantau berada di lokasi kejadian sebelum akhirnya menghilang dari pengamatan tim SAR.

Kapal Hilang Saat Tim SAR Mengantar Korban

Syafii menjelaskan, pada hari pertama hingga hari kedua operasi, kondisi kapal masih terlihat meski mengalami kemiringan cukup parah akibat kebakaran.

"Pada hari pertama hingga hari kedua, kapal masih berada di lokasi. Saat itu kondisinya sudah miring, bahkan kemiringan kapal menyebabkan penumpang sempat terjatuh. Namun, sekarang kapal tersebut sudah tidak terlihat lagi di permukaan laut," kata Syafii kepada SURYA.co.id di Posko Penanganan Penumpang KMP Mutiara Sentosa II, Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Baca juga: Basarnas Akhiri Pencarian Korban KMP Mutiara Sentosa II, Tapi Berpeluang Dibuka Kembali

Menurut dia, pada Senin (3/8/2026), KM SAR Permadi sempat meninggalkan lokasi kejadian untuk mengantarkan korban ke Bangkalan.

Langkah itu dilakukan karena kapal-kapal yang melakukan evakuasi tidak dapat langsung membawa para korban ke Surabaya.

"Korban kemudian dipindahkan ke KM SAR Permadi untuk dibawa ke Bangkalan. Setelah kapal kembali ke titik operasi, KMP Mutiara Sentosa II sudah tidak terlihat lagi di permukaan laut," ujarnya.

Pencarian Udara Belum Membuahkan Hasil

Untuk memastikan keberadaan kapal, Basarnas menggandeng TNI dan Polri melakukan pencarian dari udara.

Pesawat Cassa 212 milik TNI Angkatan Laut diterbangkan untuk melakukan air searching selama sekitar 2,5 jam menggunakan pola square search. Namun, pencarian tersebut belum membuahkan hasil.

"Kami mengarahkan pencarian menggunakan pola square search sesuai sektor operasi yang telah ditetapkan. Hasilnya, kapal tidak ditemukan di permukaan laut," jelas Syafii.

Selain itu, helikopter AW169 milik Polri juga diterjunkan melakukan pencarian udara selama dua hari berturut-turut, yakni Senin sore (3/8/2026) dan Selasa (4/8/2026).

"Tim Polri juga melakukan air searching selama dua hari berturut-turut, tetapi hingga kini belum menemukan keberadaan kapal di permukaan laut," ungkapnya.

Operasi Disesuaikan Kebutuhan Investigasi dan Pencarian Korban

Syafii menegaskan, tahapan operasi berikutnya akan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Apabila Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membutuhkan posisi kapal untuk kepentingan investigasi, Basarnas siap mendukung proses pencarian.

Di sisi lain, apabila masih terdapat korban yang belum ditemukan, operasi SAR akan tetap difokuskan pada pencarian korban.

"Apabila masih ada korban yang dinyatakan hilang, operasi SAR akan terus dilanjutkan. Jika KNKT memerlukan keberadaan kapal untuk kepentingan investigasi, kami juga akan mendukung pencarian tersebut. Semua tahapan operasi akan disesuaikan dengan kebutuhan, dengan prioritas utama keselamatan dan pencarian korban," pungkas Syafii.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.