TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Rabu 5 Agustus 2026.
Tema renungan harian katolik "menghasilkan keajaiban".
Renungan harian katolik disiapkan untuk pemberkatan Gereja Basilik SP Maria.
Pemberkatan Gereja Basilik SP Maria dengan warna liturgi hijau.
Bacaan hari Rabu: Yer. 31:1-7; MT Yer. 31:10.11-12ab.13; Mat. 15:21-28 dan BcO Yl 2:28-3:8
Baca juga: Cerita Pater Markus Solo Kewuta SVD Bawa Relikui Santo Petrus dari Vatikan ke Lewouran Flores Timur
"Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku. Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya! Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita! Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
Mazmur Tanggapan: MT Yer. 31:10.11-12ab.13;
Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.
Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana.
Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.
Bait Pengantar Injil:
P: Alleluia
U: Alleluia
Bacaan Injil Katolik: Mat. 15:21-28
P: Inilah Injil Yesus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan
P: Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
"menghasilkan keajaiban"
Sebelum marak sistem tiket online, kita tentu pernah mengantre di sebuah konter tiket, misalnya untuk mendapatkan tiket konser atau tiket kereta api saat mudik. Pasti ada saja orang yang mencoba "menyelak" antrean. Atau mungkin ada ibu-ibu yang membawa anak kecil sehingga kita merasa kasihan lalu mempersilakan mereka lebih dahulu.
Perempuan Kanaan juga "menyelak antrean" datang kepada Yesus dengan permohonan mendesak. Ia memohon kesembuhan putrinya yang menderita kerasukan setan. Ia berteriak memohon belas kasihan Yesus. Awalnya Yesus menolak dengan diam saja. Murid-murid-Nya berusaha menyuruh perempuan itu pergi karena mengganggu. Bahkan Yesus malah berkata, "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Kian menegaskan perempuan Kanaan itu "bukan prioritas" karena di luar antrean utama: bukan bangsa pilihan Allah. Namun, perempuan Kanaan ini tidak sakit hati ketika mendapat diskriminasi seperti itu. Ia hanya melihat Yesus sebagai satu-satunya harapan; dan harapan itu sungguh tidak mengecewakan, putrinya disembuhkan. Kekristenan
Pernahkah merasa doa kita tidak didengar? Pernahkah merasa kita "bukan siapa-siapa"? Teruslah bertekun dalam doa, datanglah kepada Tuhan dengan rendah hati, dan percayalah bahwa Ia akan mendengar dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya yang terbaik. Iman kita, sekecil apa pun, bisa menghasilkan keajaiban jika kita meletakkannya sepenuhnya di tangan Tuhan.
Ya Tuhan, terima kasih atas kasih-Mu yang tak terbatas bagi kami. Kuatkanlah iman kami agar kami selalu bertekun dalam doa dan mencari wajah-Mu. Semoga hati kami senantiasa terbuka untuk belas kasih-Mu yang menyembuhkan. Amin. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).