John Herdman Pastikan Timnas Indonesia Belajar Banyak Hal sebelum Lawan Singapura
Muhammad Nursina Rasyidin August 05, 2026 09:24 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Indonesia memang sudah berganti tema dalam langkah mereka di Piala AFF 2026 kali ini.

Mereka langsung menghadapkan muka kepada Singapura yang akan menjadi lawan pamungkas di fase grup nantinya.

Namun pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meminta para pemainnya tak melupakan hal-hal yang terjadi di pertandingan melawan Vietnam begitu saja.

Sebagaimana diketahui, timnas menderita kekalahan saat berhadapan dengan tim berjuluk Golden Star Warriors itu dengan skor telak 0-3.

Hal tersebut membuat para penggemar Garuda cukup gempar lantaran kondisi psikologis Indonesia di bawah John Herdman sebenarnya cukup baik.

Pelatih asal Inggris ini meminta para pemainnya tak memungkiri permainan yang terjadi di pertandingan melawan Vietnam sebagai sesuatu yang harus dikaji lagi.

Terdapat kekurangan di sana-sini yang membuat lawan lebih leluasa melakukan serangan balik atau sekadar mengontrol pertandingan sesaat.

"Kami harus menerima kekalahan ini dan tidak boleh berpaling dari hal tersebut," kata Herdman setelah pertandingan.

"Kami harus mengakui ada kesalahan dan belajar dari itu semua. Kami harus tetap bersatu karena masih ada pertandingan yang menanti kami di depan," paparnya.

Baca juga: Jordi Amat Bongkar Penyebab Kekalahan Timnas Indonesia Atas Vietnam 0-3, Singgung Permainan Garuda

Pada pertandingan melawan Vietnam, beberapa kali timnas agak kelimpungan meladeni sang lawan, terutama saat situasi serangan balik.

Dua gol awal Vietnam bermula dari garis pertahanan tinggi yang tak bisa berkejaran dengan tempo dari pemain lawan.

Pada saat yang sama, itu adalah risiko yang harus ditanggung Timnas Indonesia.

Maksudnya, garis pertahanan tinggi merupakan konsekuensi dari pola permainan menyerang kompak (compact offense) yang coba diterapkan Herdman.

Lini belakang bisa ikut terlibat dalam membangun serangan untuk mengulur para pemain lawan yang menumpuk di areanya sendiri.

Sayangnya eksekusi yang terjadi di atas lapangan kurang mulus pada saat itu.

Momen transisi yang seharusnya bisa menjadi cepat juga belum bisa menjadi kunci.

"Kami harus belajar kapan harus menjaga keseimbangan pertahanan dan membuat transisi bertahan ke menyerang dengan lebih baik," ucap Herdman.

"Itulah kuncinya. Kami akan memperbaikinya saat bertanding melawan Singapura," lanjutnya.

Bermain terbuka dan menyerang, bagi Timnas Indonesia, bisa dibilang menjadi sesuatu yang belum terlalu familiar.

Pasalnya selama di era Shin Tae-yong dahulu, permainan timnas lebih mengandalkan serangan balik.

Baru di era Patrick Kluivert pendekatan itu coba diubah, meski hasilnya tak benar-benar bisa dibanggakan.

Pelatih saat ini, John Herdman, mencoba menyatukan kedua kepingan itu bagi Timnas Indonesia.

Ia sudah mencoba bermain dengan low block ketika menjalani pertandingan melawan Bulgaria di FIFA Series lalu.

Terbukti skuad Garuda bisa membuat wakil negara Eropa itu kesulitan dan hanya bisa membikin satu gol.

Sedangkan di Piala AFF ini, Herdman benar-benar ingin para pemain bisa menguasai tempo dan pertandingan secara umum.

Peran pemain tengah lebih coba dihidupkan dengan kombinasi Thom Haye, Ivar Jenner, dan Marc Klok.

Lagi-lagi terlepas dari hasilnya, visi yang coba diusung Herdman tetap konsisten.

Dari awal masa kepelatihannya, ia memang dikenal sebagai pelatih yang gemar menyerang.

Tim arahannya sangat jarang bermain bertahan mengandalkan counter attack.

Herdman pun berani pasang badan bagi para pemainnya yang tak berhenti mencoba meski hasil akhirnya masih belum berpihak.

Menurutnya, para pemain Timnas Indonesia hanya harus terbiasa dan terus mempelajari segala yang dibutuhkan untuk bisa lebih dominan lagi.

(Tribunnews.com/Guruh/Abdul Majid)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.