Puluhan Pelajar di Jayapura Diduga Keracunan MBG, Siswa PAUD hingga SMP Dilarikan ke Rumah Sakit
Abd Rahman August 05, 2026 09:47 AM

Puluhan pelajar dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tak hanya siswa, seorang guru, seorang lansia, dan seorang anak dari warga setempat juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/8/2026).

Para korban mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, hingga diare beberapa jam setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.

Salah seorang korban, Demianus Demetouw (14), siswa SMP Negeri 1 Depapre, mengatakan dirinya menyantap nasi, sayur sawi campur jagung, tempe bacem, telur dadar, dan potongan semangka.

Setelah pulang sekolah, kondisi tubuhnya mulai memburuk.

"Saya langsung merasa mual dan muntah beberapa kali setelah sampai di rumah," ujarnya.

Layanan dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan tersebut diketahui dikelola oleh SPPG Kasih Iman Samuel Papua.

Korban Dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit

Sebagian besar korban awalnya dibawa ke Puskesmas Depapre. Namun, karena jumlah pasien terus bertambah, beberapa di antaranya dirujuk ke RSUD Yowari dan RSUP Jayapura.

Dokter jaga RSUD Yowari, dr. Jein, mengatakan rumah sakitnya hanya mampu merawat sebagian pasien karena keterbatasan kapasitas tempat tidur.

"Kami merawat lima pasien dengan penanganan infus, sementara pasien lainnya terpaksa dialihkan ke RSUP Jayapura karena kapasitas tempat tidur di sini tidak mencukupi," kata dr. Jein.

Berdasarkan data awal dari Puskesmas Depapre, korban terdiri atas dua murid PAUD, termasuk seorang balita berusia empat tahun dari PAUD Panumba, dua siswa SD, lima siswa SMP, seorang anak dari Kampung Yepase, seorang lansia, dan seorang guru asal Kampung Kendate.

Pemda Turun Tangan

Merespons kejadian tersebut, Penjabat Bupati Jayapura Yunus Wonda bersama Direktur RSUD Yowari Maryen Braweri mendatangi rumah sakit untuk memantau penanganan para korban.

Selain itu, Batalyon Infanteri 751/Vira Jaya Sakti (VJS) dikerahkan membantu rumah sakit dengan mendirikan 40 unit tempat tidur darurat (velbed) guna mengantisipasi lonjakan pasien.

Pada Selasa malam, puluhan siswa terlihat menjalani perawatan di Puskesmas Depapre. Mereka tampak terbaring lemah, sebagian memegangi perut, sementara beberapa lainnya mendapat terapi cairan melalui infus.

Suasana ruang perawatan dipenuhi keluarga yang mendampingi para korban. Sesekali terdengar tangisan anak-anak yang masih merasakan nyeri.

"Rasanya sakit dan melilit di perut ini, Kak," kata salah seorang pelajar yang menjalani perawatan.

Dinas Kesehatan Belum Beri Keterangan

Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat belum mendapat respons.

Sementara itu, Kepala Distrik Depapre Alva Tamaela membenarkan adanya dugaan keracunan yang menimpa para pelajar dan warga setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.