Trans Jatim Koridor II Malang Raya Ditarget Beroperasi Oktober 2026, Dua Opsi Rute Dimatangkan
Pipit Maulidya August 05, 2026 10:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur terus mematangkan rencana pengoperasian Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya.

Pembahasan rute ditargetkan rampung pada Agustus 2026 agar layanan transportasi publik tersebut dapat mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengatakan hingga kini terdapat dua opsi rute yang masih dibahas bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

Pembahasan dilakukan untuk memastikan layanan Trans Jatim Koridor II berjalan optimal sekaligus tetap menjaga keberlangsungan angkutan umum yang sudah beroperasi di Malang Raya.

Baca juga: Operasi SAR Ditutup, Keluarga Kru KMP Mutiara Sentosa II Masih Menanti Kepastian

Opsi pertama mencakup rute Terminal Arjosari, Terminal Hamid Rusdi, Lawang, Pelawa/Dengkol, Pakis, hingga Kepanjen. Jalur tersebut dinilai mampu menghubungkan sejumlah kawasan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Namun apabila opsi pertama belum mencapai kesepakatan, Dishub Jatim telah menyiapkan opsi kedua yaitu jalur alternatif yang dinilai lebih kondusif untuk menghindari potensi konflik sosial.

“Opsi alternatif ini akan memprioritaskan integrasi dari Terminal Hamid Rusdi menuju Talangagung, Kepanjen, melalui akses tol tanpa melintasi Terminal Arjosari,” kata Nyono saat diwawancara di Grahadi, Selasa (4/8/2026).

Menurut Nyono, penyusunan rute Bus Trans Jatim Koridor II tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis dan kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga memperhatikan aspirasi para pelaku angkutan umum lokal.

Karena itu, Dishub Jatim terus membuka ruang dialog dengan paguyuban angkutan kota agar kehadiran Trans Jatim dapat diterima semua pihak.

Trans Jatim Koridor II Disiapkan Terintegrasi dengan Angkutan Kota

Salah satu aspirasi yang disampaikan paguyuban angkutan kota di Malang adalah kepastian adanya insentif atau program Buy The Service (BTS) dari Pemerintah Kota Malang.

Program tersebut dinilai penting sebagai stimulus agar kehadiran Trans Jatim Koridor II Malang Raya tidak mengurangi mata pencaharian sopir angkutan kota.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Malang berencana meluncurkan program angkutan sekolah berbasis BTS dengan memanfaatkan sekitar 80 armada angkutan kota atau lyn biru yang telah diinventarisasi dan memenuhi standar keselamatan.

Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Agustus 2026.

Nyono menegaskan, kehadiran Bus Trans Jatim bukan untuk menggantikan angkutan kota, melainkan menjadi bagian dari sistem transportasi yang saling terintegrasi.

Angkutan kota tetap diharapkan berperan sebagai layanan feeder yang menghubungkan kawasan permukiman dengan koridor utama Trans Jatim.

“Prinsipnya kami merangkul. Pengemudi dan tenaga penunjang seperti petugas kebersihan armada juga diberdayakan dari para pengemudi lyn yang ada. Trans Jatim bukan ancaman, melainkan justru dapat membawa penumpang baru (feeder) bagi angkutan lokal,” ujarnya.

Target Operasi Oktober 2026 Sesuai Arahan Gubernur Jatim

Dishub Jatim optimistis pembahasan rute Trans Jatim Koridor II Malang Raya dapat diselesaikan sepanjang Agustus.

Dengan demikian, layanan transportasi massal tersebut dapat mulai beroperasi pada Oktober 2026 sesuai target.

Selain menghadirkan transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau, pengoperasian Bus Trans Jatim Koridor II juga diharapkan mampu memperkuat integrasi sistem transportasi di kawasan Malang Raya.

“Insya Allah kita inginnya Oktober sesuai arahan ibu Gubernur sudah bisa beroperasi sebagai kado hari jadi provinsi Jatim,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.