PT ALP Beberkan Kronologi dan Awal Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep
Titis Jati Permata August 05, 2026 10:32 AM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), perusahan pemilik KMP Mutiara Sentosa II mengungkap informasi awal mengenai kebakaran kapal tersebut di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026). 

Berdasarkan laporan sementara kru kapal, kobaran api pertama kali muncul dari bagian buritan atau belakang kapal.

Posisi api yang berada di buritan membuat akses menuju sebagian besar peralatan penyelamat menjadi terhambat. Kondisi itu diduga menjadi alasan nakhoda mengarahkan seluruh penumpang menuju haluan untuk menyelamatkan diri.

Kepala Cabang PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) Surabaya, Ferdinand Pondang, mengatakan informasi tersebut masih bersifat sementara karena perusahaan belum menerima keterangan resmi dari nakhoda maupun hasil investigasi penyebab kebakaran.

"Informasi awal yang kami terima dari kru menyebutkan api berasal dari buritan. Namun, kami masih menunggu penjelasan langsung dari nakhoda karena beliau yang mengetahui secara rinci kondisi saat kejadian," kata Ferdinand di Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Penumpang Diarahkan ke Haluan

Ferdinand menjelaskan, kemunculan api di bagian belakang kapal membuat akses menuju alat keselamatan menjadi sulit karena sebagian besar perlengkapan penyelamat ditempatkan di area buritan.

Peralatan tersebut meliputi sekoci, Inflatable Liferaft (ILR), serta perlengkapan keselamatan lainnya.

"Karena api berada di belakang, sementara sekoci dan ILR juga berada di buritan, nakhoda mengarahkan seluruh penumpang menuju haluan. Dari sana penumpang diminta menyelamatkan diri ketika api mulai membesar," ujarnya.

Peralatan Keselamatan Diklaim Lengkap

Ferdinand memastikan seluruh perlengkapan keselamatan di atas kapal tersedia sesuai ketentuan. Mulai dari sekoci, alat pelampung, alat pemadam api ringan (APAR), hingga sistem alarm kapal.

Meski demikian, pihak perusahaan belum dapat memastikan apakah alarm kebakaran sempat diaktifkan saat insiden terjadi.

"Peralatan keselamatan, termasuk sekoci, pelampung, APAR, dan bel alarm tersedia di kapal. Namun, apakah alarm sempat diaktifkan atau tidak, kami masih menunggu penjelasan dari nakhoda," katanya.

Tunggu Hasil Investigasi

PT ALP menegaskan belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab kebakaran. Perusahaan masih menunggu laporan resmi dari nakhoda serta hasil investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang.

Selain itu, Ferdinand juga membantah adanya dugaan kelebihan muatan penumpang dalam pelayaran tersebut.

"Kami masih menunggu hasil investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Terkait manifes, tidak ada kelebihan penumpang," tegasnya.

Kapal Tak Ada di Permukaan Laut

Setelah sempat terlihat mengapung selama dua hari pascakebakaran, kapal tersebut kini sudah tidak lagi tampak di permukaan laut meski telah dicari melalui jalur laut maupun udara.

Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, mengatakan kapal terakhir kali terpantau berada di lokasi kejadian sebelum akhirnya menghilang dari pengamatan tim SAR.

Kapal Hilang Saat Tim SAR Mengantar Korban

Syafii menjelaskan, pada hari pertama hingga hari kedua operasi, kondisi kapal masih terlihat meski mengalami kemiringan cukup parah akibat kebakaran.

"Pada hari pertama hingga hari kedua, kapal masih berada di lokasi. Saat itu kondisinya sudah miring, bahkan kemiringan kapal menyebabkan penumpang sempat terjatuh. Namun, sekarang kapal tersebut sudah tidak terlihat lagi di permukaan laut," kata Syafii kepada SURYA.co.id di Posko Penanganan Penumpang KMP Mutiara Sentosa II, Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Menurut dia, pada Senin (3/8/2026), KM SAR Permadi sempat meninggalkan lokasi kejadian untuk mengantarkan korban ke Bangkalan.

Langkah itu dilakukan karena kapal-kapal yang melakukan evakuasi tidak dapat langsung membawa para korban ke Surabaya.

"Korban kemudian dipindahkan ke KM SAR Permadi untuk dibawa ke Bangkalan. Setelah kapal kembali ke titik operasi, KMP Mutiara Sentosa II sudah tidak terlihat lagi di permukaan laut," ujarnya.

Pencarian Udara Belum Membuahkan Hasil

Untuk memastikan keberadaan kapal, Basarnas menggandeng TNI dan Polri melakukan pencarian dari udara.

Pesawat Cassa 212 milik TNI Angkatan Laut diterbangkan untuk melakukan air searching selama sekitar 2,5 jam menggunakan pola square search. Namun, pencarian tersebut belum membuahkan hasil.

"Kami mengarahkan pencarian menggunakan pola square search sesuai sektor operasi yang telah ditetapkan. Hasilnya, kapal tidak ditemukan di permukaan laut," jelas Syafii.

Selain itu, helikopter AW169 milik Polri juga diterjunkan melakukan pencarian udara selama dua hari berturut-turut, yakni Senin sore (3/8/2026) dan Selasa (4/8/2026).

"Tim Polri juga melakukan air searching selama dua hari berturut-turut, tetapi hingga kini belum menemukan keberadaan kapal di permukaan laut," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.