TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Petani di Desa Sarude, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, mengeluhkan kekeringan yang melanda areal persawahan akibat musim kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, Rabu (5/8/2026), menunjukkan debit air pada saluran irigasi yang mengalir ke area persawahan sangat minim.
Kondisi tersebut membuat petani kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian mereka.
Baca juga: 20 Desa di Polman Krisis Air Bersih Selama Musim Kemarau
Areal persawahan di wilayah tersebut memiliki luas sekitar 10 hektare dan sebagian besar hanya mengandalkan pasokan air dari aliran sungai kecil serta curah hujan.
Salah seorang petani, Aziz, mengatakan kekeringan mulai dirasakan sejak dua hingga tiga bulan terakhir.
Namun, kondisi terparah terjadi pada bulan ini seiring musim kemarau yang semakin panjang.
"Kekeringan ini sudah sekitar dua sampai tiga bulan, tapi paling parah sekarang. Air di irigasi sudah sangat sedikit," kata Aziz saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat menyulitkan petani yang sedang memulai masa tanam karena kebutuhan air pada tahap awal pertumbuhan padi cukup tinggi.
Akibat keterbatasan pasokan air, para petani terpaksa bergantian mengalirkan air ke lahan masing-masing agar seluruh sawah tetap mendapatkan jatah pengairan.
"Kalau mau tanam memang butuh banyak air. Sekarang kami harus bergantian mengaliri sawah supaya semua kebagian," ujarnya.
Aziz menjelaskan, sumber air yang selama ini diandalkan hanya berasal dari sungai dengan debit yang relatif kecil.
Saat hujan tidak turun dalam waktu lama, lahan persawahan langsung mengalami kekeringan.
"Sawah di sini memang sangat bergantung pada hujan. Kalau tidak hujan, pasti kekeringan karena aliran sungainya juga kecil," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, sebelumnya petani sempat mendapatkan bantuan pompa air. Namun, alat tersebut hanya digunakan dalam waktu singkat dan tidak lagi beroperasi hingga saat ini.
Para petani berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi untuk mengatasi persoalan kekeringan yang terus berulang setiap musim kemarau, baik melalui perbaikan sistem irigasi maupun penyediaan sarana pendukung pengairan agar aktivitas pertanian tetap berjalan normal dan hasil panen tidak mengalami penurunan. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan