IKM Luwu Utara Bangkit, Apa yang Berubah dalam Pelayanan Publik?
Ansar August 05, 2026 11:06 AM

TRIBUN-TIMUR.COM - Bupati Luwu Utara, Ir H Andi Abdullah Rahim, ST., hadir sebagai narasumber dalam program wawancara eksklusif Tribun VIP di Kantor Tribun Timur, Jl Opu Dg Risadju No 430, Kota Makassar, Senin (4/8/2026) malam. Didampingi host I Luh Devi Sania, perbincangan santai yang dimulai sekitar pukul 19.00 Wita tersebut mengulas berbagai isu strategis seputar peningkatan pelayanan publik serta akselerasi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Luwu Utara.

Dalam dialog berdurasi penuh tersebut, Andi Abdullah Rahim memaparkan capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Luwu Utara yang mengalami kenaikan signifikan, sekaligus berbagi strategi pemerintah daerah dalam menangani persoalan krusial seperti banjir. 

Selain itu, Bupati juga menyoroti berbagai potensi komoditas unggulan daerah—mulai dari kelapa sawit, kakao, perikanan bandeng, hingga festival durian endemik—serta komitmennya untuk menggenjot investasi dan pemerataan infrastruktur hingga ke wilayah terpencil seperti Seko dan Rampi. Berikut isi percakapannya:

I Luh Devi Sania:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Tribuners. Selamat malam, bagaimana kabar Anda hari ini? Senang sekali saya Iluh Devania dapat kembali menyapa Tribuners kali ini dalam Tribun VIP. Nah, tamu VIP kita hari ini merupakan sosok yang begitu spesial yang hari ini menyempatkan hadir di studio bersama kami. Beliau merupakan Bupati Luwu Utara, ada Bapak Ir. H. Andi Abdullah Rahim, S.T. yang sudah bergabung bersama kami di studio pada malam hari ini. Kita sapa terlebih dahulu narasumber kita malam hari ini. Assalamualaikum, Bapak.

Andi Abdullah Rahim:
Waalaikumsalam. Ibu pakai salam Bali dong.

I Luh Devi Sania:
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan. Karena kan di Luwu Utara ini ternyata miniatur Indonesia ya Pak ya, atau Indonesia mini, semua ada di sana begitu. Nah, bagaimana kabarnya Pak hari ini?

Andi Abdullah Rahim:
Ya, sehat dan luar biasa padatnya jadwal yang harus saya ikuti hari ini.

I Luh Devi Sania:
Baik, mungkin boleh disampaikan kepada Tribuners, hari ini agenda di Kota Makassar apa saja, Pak?

Andi Abdullah Rahim:
Baik. Di Kota Makassar ini kan kita lagi menghadiri expo dan exhibition dari business matching juga dari APINDO. Rakornas ke-35 yang dilaksanakan di Kota Makassar ini yang dihadiri oleh seluruh pengurus APINDO di seluruh Indonesia. Saya bersama dengan Walikota Makassar, kemudian Bupati Toraja Utara, Gubernur Sulsel, dan Gubernur Kalimantan Utara didaulat untuk menjadi pembicara di dalam seminar business investment-nya. Ya, kita sajikanlah data-data yang bisa menarik investor ke Luwu Utara.

I Luh Devi Sania:
Iya, baik. Tadi katanya Bapak sempat di-mention sama Ketua APINDO, mungkin seperti apa ceritanya, Pak? Silakan.

Andi Abdullah Rahim:
Jadi tadi saya bertanya kepada Pak Yusuf Kalla, apa yang bisa menjadi satu tips and trick lah bagaimana mendorong pembangunan daerah pada situasi yang sekarang ini, di mana transfer keuangan daerah sangat rendah. Berarti kita punya fiskal yang sempit. Pada sisi yang lain, kita harus bekerja lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pak Yusuf Kalla memberikan satu penekanan: kalau tidak bisa menyelesaikan masalah sekarang, ya semua orang bisa jadi bupati kalau cuma mengandalkan dana pusat.

I Luh Devi Sania:
Wah, itu saya setuju itu. Betul, memang bupati sekarang harus inovatif, Pak. Apalagi kan sekarang persoalan anggaran ini begitu sensitif ya Pak ya di daerah manapun. Nah, kemudian tema kita hari ini merupakan "IKM Luwu Utara Bangkit, Apa yang Berubah dalam Pelayanan Publik?" Sejauh ini, Pak, mungkin seperti apa indeks kepuasan masyarakat yang ada di Luwu Utara? Kalau kita melihat datanya ada kenaikan dari 73,62 di 2025 menjadi 78,10 di 2026. Seperti apa mungkin cerita yang bisa dibagikan?

Andi Abdullah Rahim:
Jadi memang Luwu Utara ini adalah kabupaten yang memiliki wilayah yang sangat luas ya. Jadi masyarakatnya juga terdiri atas berbagai macam suku, agama, jadi heterogen ya. Karena itu saya sebagai bupati tentunya harus bisa memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat yang berada di tempat yang paling jauh sekalipun yang ada di Luwu Utara, dan juga bisa melayani semaksimal mungkin masyarakat yang heterogen itu. Ada dari Hindu, ada dari Kristen, mereka semua hidup dalam kerukunan dan itulah tantangannya.

Begitu saya jadi bupati, saya melihat masalah terbesarnya adalah banjir. Betul, banjir melanda Luwu Utara secara merentang waktu yang panjang. Kurang lebih 2 tahun masyarakat kami itu tidak berhenti banjirnya karena air sudah masuk ke lingkungan mereka, mereka tinggal di pemukiman yang buruk, airnya... ekonomi mereka hancur.

Itu di tahun 2024–2025, sehingga waktu itu kami mencatat kepuasan publik itu turun dari 80 persen menjadi 73,62 % di 2025. Ya karena waktu itu masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah, tetapi kita tidak bisa hadir karena keterbatasan keuangan. Saya menargetkan 1 tahun saya harus selesaikan masalah banjir ini dengan kemampuan yang ada. Dan alhamdulillah tahun 2025 kami kerjakan terus-menerus. Di tahun 2026 ini, Januari kita sudah tutup tanggul yang bobol itu kurang lebih 200 meter tanpa menggunakan APBD karena saya tidak menganggarkannya. Kita dengan menggunakan swadaya masyarakat kemudian dari CSR, alhamdulillah kita tutup sehingga masyarakat perlu keyakinan bahwa pemerintahnya bisa mengatasi masalah itu. Itu yang ingin saya buktikan.

I Luh Devi Sania:
Iya, baik. Berarti banjir-banjir ini apakah masih efek lanjutan dari bencana di 2020 kemarin atau seperti apa, Pak?

Andi Abdullah Rahim:
Ya, jadi sungai di Luwu Utara ini adalah sungai yang besar sekali. Kami ini tidak punya musim kering. Kalau sekarang ini kabupaten lain mengalami kekeringan, di Luwu Utara hujan. Jadi yang ada di Luwu Utara cuma satu musim: musim hujan sama musim durian.

Jadi sungainya itu sekarang mengalami sedimentasi yang cukup dalam akibat efek banjir tahun 2020 itu. Sedimentasinya luar biasa. Kita estimasi kurang lebih ada 15 juta kubik pasir yang ada di sepanjang aliran sungai besar: Rongkong, Bali, Masamba, kemudian Lampuawa, Bungadidi. Ada kurang lebih 15 juta kubik yang kita hitung. Nah, ini membuat sungai ini jadi dangkal, daratan hampir rata dengan muka air. Jadi begitu hujan turun, pasti meluap airnya.

Nah, itulah yang terjadi tahun 2024 itu bobol di Polewali Mario menyebabkan banjir di Pattimang. Sekarang ini masih ada lagi kasusnya seperti itu, ada di Beringin Jaya. Kemarin Pak Gubernur sudah menurunkan penanganan yang luar biasa. Kemudian ada lagi di Polewali Mario sekarang bobol lagi. Jadi sungai ini memang menjadi masalah utama yang kami hadapi. Tetapi saya ingin memberikan satu keyakinan kepada masyarakat kami bahwa pergerakan ekonomi mereka tidak boleh berhenti hanya karena persoalan banjir ini. Pemerintah akan turun tangan secara bergandengan tangan, pemerintah dan swasta untuk mengatasinya. Alhamdulillah kita sudah buktikan dan kita akan terus memberikan kerja-kerja yang efektif dan cepat untuk menangani banjir ini.

I Luh Devi Sania:
Baik. Nah, untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat di Luwu Utara sendiri seperti apa, Pak? Mungkin ada komoditas unggulan dari pertanian di sana, seperti apa?

Andi Abdullah Rahim:
Itulah suatu kesyukuran kami, Bu. Karena di saat orang berbicara tentang transfer keuangan daerah yang turun, ekonomi kami ini menggeliat. Pertumbuhan ekonomi Luwu Utara ini tercatat di angka 6 sekian persen, naik 1,8 % lah dibanding tahun 2025 dan itu menjadi satu harapan.

Kita punya APBD 1,3 triliun, PDRB Luwu Utara itu tercatat perputaran uangnya kurang lebih Rp19 triliun, uang beredar di masyarakat. Karena sektor-sektor yang menjadi keunggulan daerah itu tumbuh. Kita adalah daerah penghasil sawit terbesar di Sulawesi Selatan, yang saat ini ternyata sekitar 32.000 hektar sawit rakyat—ini bukan sawit korporasi, ini rakyat yang punya di bawah semua. Dengan perintah Pak Menteri Pertanian, harga sawit itu naik terus dari harga 1.800 naik menjadi 2.900 sekarang ini. Jadi bisa dihitunglah pertumbuhan kita ini akan terus naik.

Kita juga mendorong pertumbuhan lain di sektor yang selama ini belum tergarap optimal, misalnya hilirisasi padi, kita dorong cetak sawah. Sekarang ini cetak sawah yang ada di Luwu Utara kurang lebih 9.000 hektar, akan kita dorong terus sampai angka 20.000 hektar. Sektor lain yang masih kurang tergarap akan kita optimalkan, dan itu saya anggap sebagai sebuah peluang untuk terus mendapatkan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh uang dari perputaran-perputaran ekonominya.

I Luh Devi Sania:
Nah, berarti komoditas sawit ini menjadi salah satu yang unggulan di masyarakat ya Pak ya?

Andi Abdullah Rahim:
Sebenarnya banyak. Kita juga ada perikanan. Perikanan kita ini, ikan bandeng utara itu, kita punya lahan tambak yang luar biasa, ada kurang lebih 2.000 hektar dan itu menyuplai sampai ke Makassar, Takalar. Kemarin saya berkunjung ke sentra-sentra itu, saya pelajari dan tanyakan apa yang menjadi kendalanya. Kita berusaha untuk memperbaiki tata kelolanya, kemudian suplai untuk bibit, suplai untuk pakannya, sehingga meningkatkan produktivitas mereka supaya ekonominya bisa tumbuh terus.

Ada lagi, banyaknya lah. Kita punya kentang, sekarang kita lagi mengembangkan kentang kita di dataran tinggi yang ada di Rongkong sama Seko itu. Kita punya jengkol. Wah, jengkol Luwu Utara itu adalah jengkol terbaik yang bisa menyuplai masuk ke Pasar Induk Kramat Jati. Eksportir jengkol terbesar Sulsel itu ada di Luwu Utara. Besar loh itu masuk ke Pasar Induk Kramat Jati. Saya berencana untuk memperluas lagi garapannya sampai ke Jawa Barat. Di pusat-pusat perdagangan jengkol Jawa Barat itu kan besar tuh, mudah-mudahan ini mendorong terus pertumbuhan ekonomi masyarakat.

I Luh Devi Sania:
Berarti banyak ya komoditi yang bisa artinya menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. Dan juga kalau sawit tadi di sana pabriknya sudah ada juga, Pak?

Andi Abdullah Rahim:
Di luar sekarang sementara pembuatan lagi satu pabrik PKS. Mudah-mudahan beroperasi di akhir tahun ini. Itu bisa menampung kurang lebih 1.000 ton dalam setiap hari. Mampu dia tampung. Ya itu ya, petani-petani kita mudah-mudahan semakin sejahteralah dengan itu semua. Dan saya optimis Luwu Utara ini 5 tahun ke depan akan semakin baik lagi.

I Luh Devi Sania:
Amin. Baik, jadi itu komoditi yang bisa kita lihat unggul begitu ya, ada perikanan, kemudian juga tadi ada berbagai hasil pertanian. Kalau kita lihat juga untuk kakao Pak, seperti apa perkembangannya di Luwu Utara?

Andi Abdullah Rahim:
Oh, itu sekarang bagus juga. Kakao ini kan Luwu Utara adalah penghasil kakao terbesar di Sulawesi Selatan ya, dan kita pertahankan itu. Terutama di sentra-sentra kakao yang sekarang ini lagi tumbuh di Kecamatan Seko. Itu menjadi kakao yang organik dan luar biasa hasilnya.

Dan jangan lupa durian loh. Luwu Utara ini kan penghasil durian endemik terbesar di Sulawesi Selatan. Kita punya varietas durian yang banyak sekali yang asli Luwu Utara. Sekarang orang mengenal Musang King, Duri Hitam itu dari luar. Kita punya sekarang Polo Suso, ada yang baru menang kemarin ini dari Sabang, ada Polo Wani yang baru juara satu kemarin dalam festival durian, ada juga Randa Tanah. Kita akan melakukan festival durian ini setiap tahun untuk memperkenalkan durian lokal. Dan jangan lupa, durian ini pasar dunianya besar sekali dan itu dikuasai oleh negara seperti Thailand. Kita mau masuk ke situ. Alhamdulillah Sulawesi Tengah sudah melakukan, walaupun kita biasa menyuplai ke sana. Tapi saya yakin ini menjadi sumber kehidupan masyarakat yang lebih baik lagi ke depannya.

I Luh Devi Sania:
Wah, banyak sekali ternyata ya. Ada durian, pokoknya semuanya ada di Luwu. Sagu juga pastinya ya Pak ya kalau kita jalan-jalan ke Utara. Tidak afdol kalau tidak makan kapurung dan olahan sagu lainnya. Nah, ini kita lihat berarti dengan indeks kepuasan masyarakat yang meningkat juga perputaran uang yang begitu besar, artinya ini sudah berdampak langsung ya Pak ya kebijakannya kepada masyarakat? Atau seperti apa mungkin euforia masyarakat melihat peningkatan ini?

Andi Abdullah Rahim:
Jadi kita lihat dari angka kemiskinan ekstrem kemudian angka kemiskinan yang terus turun. Kita sekarang di angka 10 % lah, kemiskinan ekstrem kita ini juga turun. Kita termasuk terendah keenam di Sulsel dan itu luar biasalah. Artinya bahwa sektor yang kita dorong ini adalah sektor yang menyentuh grassroot, orang-orang yang dulunya mungkin tidak bisa masuk pada sektor industri karena pendidikannya. Rata-rata pendidikan SD-SMP. Sektor pertanian ini kan dapat menyentuh mereka semua.

Dan itu menjadi hal yang membahagiakan bagi kami karena petani-petani kami ini betul-betul merasakan beberapa kebijakan pemerintah yang memuaskanlah. Seperti harga gabah yang naik terus di angka 6.500, itu luar biasa. Harga sawit yang terus naik. Kemudian kami juga mendorong cetak sawah rakyat ini memang di lahan-lahan yang dulunya tidak produktif, sehingga mereka bisa membuat lahan itu menjadi menghasilkan uang. Yang dulunya tidur, kita akan dorong untuk menjadi wilayah yang produktif.

I Luh Devi Sania:
Cetak sawah berarti sedang berlangsung juga di Luwu Utara ya, Pak ya. Baik, kalau kita bilang di Luwu Utara itu yang terkenal juga ada Beras Seko ya Pak ya. Itu salah satu beras yang kalau mungkin Tribuners pernah coba itu bakal susah diet karena enak sekali rasanya. Dan juga agak susah kita cari untuk setiap hari, harus PO kalau mau Beras Seko itu karena lokasinya jauh. Dan juga petani di sana mungkin kita bisa lebih sejahterakan lagi gitu ya Pak ya. Nah, kalau pengamat menilai Pak, salah satu kunci kenaikan IKM adalah kebiasaan Bapak ini yang sering turun langsung ke masyarakat. Mungkin seperti apa Pak sejauh ini bisa terjun dan blusukanlah istilahnya Pak ke masyarakat, silakan.

Andi Abdullah Rahim:
Iya, jadi saya kan lahir di Luwu Utara, saya lahir di Bone-Bone. Lahir di Utara, mandi di sungai, bergaul dengan masyarakat. Dari dulu saya suka berpetualanglah. Pekerjaan kita dulu itu kan main di hutan-hutan cari mangga, durian. Sampai sekarang itu masih hiduplah. Saya suka sekali berkunjung ke tempat-tempat yang jauh yang mungkin bagi orang agak susah dijangkau, saya ke sana ketemu masyarakat. Walaupun mungkin tanpa ada undangan, saya datang aja jalan turun lihat. Kemudian dari situ kita bisa belajar dari masyarakat apa yang mereka butuhkan.

Seperti kemarin saya seharian full itu turun ke sentra-sentra penghasil ikan bandeng, karena sekarang ini kami berusaha menghubungkan Perusda kami dengan offtaker untuk ikan bandeng. Saya coba telusuri apa yang menjadi kebutuhannya. Dan alhamdulillah itu jauh di Pattimang sana, yang dekat-dekat tempat buaya.

Dan saya merasa bahwa masyarakat Luwu Utara ini kan masyarakat yang welcome lah. Mereka ini kalau kita masuk ke rumahnya, tidak afdol rasanya kalau dia tidak kasih makan kita. Orang Luwu Utara ini paling senang menjamu tamunya dan itu menjadi kebiasaan yang umum di masyarakat Luwu Utara. Sehingga kalau kita berkunjung ke desa-desa, jangan ragu jangan khawatir lapar, pasti kita dikasih makan di situ. Walaupun mungkin rumahnya kelihatan sederhana, tapi selalu diusahakan. Apakah dia kasih kita jambunya, kelapa, apa aja yang ada, pisang gitu.

I Luh Devi Sania:
Baik, jadi masyarakat welcome juga dengan kegiatan Bapak yang artinya bisa lebih dekat dengan warga.

Andi Abdullah Rahim:
Nah kemudian saya masih mencatat, Bu, ya. Memang ada hal yang perlu kami perbaiki, respon publik yang secara cepat harus kami perbaiki dan itu menjadi catatan dalam survei IKM ini. Kami memang akan membuat satu pusat layanan informasi yang langsung bisa bersentuhan dengan warga melalui media sosial dan seterusnya, yang lebih progresiflah. Dan saya akan menerapkan SOP-nya, dalam berapa hari keluhan masyarakat itu harus segera tertangani dan direspon oleh dinas yang terkait. Kita akan usahakan untuk membentuk seperti itu.

I Luh Devi Sania:
Tapi selama Bapak mungkin turun langsung ke masyarakat, kira-kira keluhan yang paling sering didengar seperti apa Pak, dan mungkin sejauh mana tindak lanjutnya?

Andi Abdullah Rahim:
Paling sering itu adalah tanggul yang bobol, jebol, karena itu kan terkait dengan pendapatan mereka ya. Jadi saya mencatat, setiap hari itu pertemuan kemarin saya kumpul semua kepala-kepala desa, yang paling sering bobol itu titiknya banyak sekali memang. Sehingga tahun depan kita berencana untuk menambah alat berat ekskavator ini karena permintaan masyarakat. Karena sungai ini kan ada di mana-mana di Utara ini kan. Tanggulnya sudah hampir bobol lah, sudah mau melayani rumah wargalah dan seterusnya. Itu yang paling banyak, tanggul yang jebol.

Yang kedua adalah kesehatan. Yang masuk rumah sakit ya kan butuh pelayanan BPJS dan seterusnya. Itu yang saya dapatkan dan alhamdulillah kita berusaha terus untuk merespon itu dengan baik.

I Luh Devi Sania:
Iya, berarti untuk layanan kesehatan Pak di Luwu Utara sendiri, untuk rumah sakit daerahnya sudah mumpuni juga atau rumah sakit swasta di sana juga sudah ada, seperti apa Pak?

Andi Abdullah Rahim:
Ya sekarang kan Rumah Sakit Andi Djemma ini kan kita perbaiki terus ya. Baru-baru ini kita mendapatkan lagi bantuan untuk CT-Scan yang lebih canggih lagi untuk bisa melayani masyarakat kita yang membutuhkan, sehingga tidak perlu mengambil tempat yang jauh untuk CT-Scan. Kita juga tahun depan ini mudah-mudahan sudah selesai untuk cuci darah ya. Itu insyaallah kita akan lengkapi semua yang masih kurang karena memang kebutuhan masyarakat untuk kesehatan ini kan semakin tinggi ya.

Rumah sakit-rumah sakit swasta juga tumbuh di sana di Luwu Utara karena memang kebutuhannya juga semakin tinggi. Puskesmas kita usahakan untuk bisa memperbaiki, terutama di daerah pegunungan ini. Karena daerah-daerah pegunungan ini kan membutuhkan dokter, saya berusaha agar dokter-dokter yang ada ini bukan cuma satu aja di setiap Puskesmas itu, kita usahakan bisa menambah jumlah dokternya yang bisa langsung melakukan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.

I Luh Devi Sania:
Iya, baik. Nah selain dari pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi oleh komoditas pertanian masyarakat, kalau terkait bisnis dan investasi di Luwu Utara sendiri seperti apa, Pak?

Andi Abdullah Rahim:
Kita bersyukur nilai investasi Luwu Utara ini signifikan naiknya ya. Di tahun 2025–2026 ini nilai investasinya terus naik, baik itu investasi pemerintah yang masuk dari program-program nasional maupun dari swasta. Di investasi pemerintahan ini kan kita mendapatkan banyak sekali bantuan infrastruktur jalan, kemudian pembangunan seperti Batalyon Teritorial, pembangunan di Rampoang, mudah-mudahan ke depan ini akan banyak lagi masuk untuk sekolah rakyat dan seterusnya.

Kemudian untuk swasta, sektor yang kita dorong ini adalah dua hal. Yang pertama energi, kita ada investasi energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) kurang lebih 95 MW di Seko, itu kurang lebih investasinya 3 triliun lebih. Kemudian ada panas bumi PT Ormat itu 40 MW. Itu 1 MW kan kalau panas bumi sekitar 7 juta US Dollar ya.

Kalau di sektor pertanian ya industri yang kita dorong adalah gabah petani. Nanti kita akan dorong supaya hilirisasi sektor pertaniannya jalan. Saat ini yang lagi berjalan adalah pendirian pabrik sawit (PKS) yang sementara dibangun di Desa Uraso. Yang besar-besar seperti itu, yang kecil-kecil banyaklah yang kita catat itu.

I Luh Devi Sania:
Baik. Nah, untuk mendukung kelancaran bisnis dan juga distribusi barang serta perekonomian tetap berjalan, tentunya kita butuh akses juga Pak. Kalau kita lihat jarak dari Luwu Utara ke Kota Makassar itu cukup jauh begitu. Nah, untuk bandara kemudian juga pelabuhan seperti apa di Luwu Utara sendiri?

Andi Abdullah Rahim:
Pelabuhan kita ini kan ada di Munte ya. Saat ini melayani pengangkutan CPO, dan itu alhamdulillah terus berjalan walaupun mungkin ini lagi kita benahi karena memang kedalaman pelabuhan kita ini masih belum memenuhi syarat untuk kapal-kapal yang memiliki kedalaman ini. Mudah-mudahan ke depannya kita akan perbaiki pelabuhan ini karena harus bisa menopang juga pertumbuhan wilayah-wilayah industri yang ada di regional Sulawesi Selatan ini, yang ada di Luwu Timur, Morwali, Sulawesi. Pelabuhan Munte ini akan menjadi strategis. Itu kita akan benahi dan berusaha untuk kita komunikasikan dengan Kementerian Perhubungan.

Kemudian Bandara Udara Andi Djemma Masamba ini kan sudah pernah kita lakukan pendaratan secara perdana untuk ATR, dan itu alhamdulillah Bapak Gubernur Sulawesi Selatan betul-betul mendorong kami untuk terus berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan agar penerbangan dari Makassar ke Luwu Utara ini bisa berjalan dengan menggunakan pesawat ATR ini. Dan sampai sekarang ini kami terus berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan untuk bisa mewujudkan itu, sebab permintaan dan juga kebutuhan untuk penerbangannya semakin tinggi. Insyaallah besok tanggal 3 itu akan ada charter-an pesawat dari ATR itu masuk ke Luwu Utara.

Jadi untuk pendaratan ATR di Luwu Utara itu sudah memungkinkan sekali secara line of sight-nya, sudah kita perbaiki semua. Kesiapan bandara sudah maksimal, sudah bisa digunakan untuk pendaratan pesawat sekelas ATR lah, untuk 40 atau 70 penumpang.

I Luh Devi Sania:
Sejauh ini yang beroperasi Pak, mungkin rute Masamba-Seko dan Rampi itu Susi Air atau apa?

Andi Abdullah Rahim:
Iya, Susi Air jalan terus di sana. Di Bandara Andi Djemma sekarang ada tiga pesawat yang parkir, kemudian satu helikopter juga ada untuk pengangkutan ke Rampi. Jadi Luwu Utara kan punya tiga bandara ya: Seko, Rampi, dan Masamba. Dari penerbangan Susi sekarang kan rute Masamba-Seko, Seko-Palu, Seko-Toraja sudah jalan semua itu untuk transportasi udara di Luwu Utara, alhamdulillah lancar. Yang kita perbaiki sekarang infrastruktur daratnya ke Seko.

I Luh Devi Sania:
Iya baik, itu kan juga menjadi banyak pertanyaan ya Pak ya, baik itu ke Masamba-Seko atau Masamba-Rampi karena akses tercepat adalah menggunakan pesawat Susi Air. Mungkin kalau teman-teman sudah pernah merasakan naik Susi Air dari Masamba ke Rampi atau ke Seko itu, jujur ngerinya luar biasa, tapi alhamdulillah ada pesawat yang mau membawa kita sampai ke sana. Biasanya durasinya 20 menitan ya Pak ya untuk sampai?

Andi Abdullah Rahim:
20 menit, iya. Kalau cuaca bagus ya 15 menit, tapi kalau cuaca lagi buruk-buruk bisa 30 menit, tegangnya tambah banyak lagi gitu.

I Luh Devi Sania:
Nah ini juga terkait dengan infrastruktur jalan, Pak. Mungkin selain dari Masamba-Seko, Masamba-Rampi, kalau jalan protokol dan jalan-jalan di Luwu Utara seperti apa sejauh ini perkembangannya?

Andi Abdullah Rahim:
Jadi Luwu Utara ini kemantapan jalannya itu 30 % , 70 % jalan kami itu rusak ya. Bahkan ada... karena itu saya berusaha menggenjot ini, melakukan optimalisasi untuk mendapatkan anggaran pusat maupun dari APBD yang kita alokasikan untuk perbaikan jalan-jalan, terutama jalan-jalan dengan LHR tertinggi yang menjadi pusat ekonomi, menjadi sentra bagi pertemuan ekonomi masyarakat dan aktivitas sosial pendidikan.

Saat ini yang paling krusial itu adalah ke Seko yang sering diviralkan. Ya memang di sana itu kami sampaikan bahwa di Seko ini jarak Masamba ke Seko itu kurang lebih 100 kilo lebih lah ya. Dan itu sampai saat ini pemerintah provinsi dan juga Kementerian PU bekerja sama untuk menyelesaikan sisa jalan yang belum teraspal itu. Tahun ini kita mengaspal kurang lebih 4,5 km dan akan dilanjutkan lagi insyaallah tahun depan itu akan ditambah lagi sampai kemudian selesai di jalur yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi di situ. Jalur Seko ini kan ada tiga kewenangan di situ: kewenangan provinsi ada, kewenangan daerah ada, dan kewenangan pusat juga ada. Nah itu masing-masing tentunya telah menyelesaikan tugasnya masing-masing, dan itu menjadi pekerjaan yang saya lihat terus digenjot oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

I Luh Devi Sania:
Mungkin di Seko ini ada ojek termahal ya Pak ya. Ojek termahal di Indonesia kalau kita lihat ada di Seko, dari Masamba-Seko atau Seko ke Masamba. Kalau teman-teman tidak mau lewat jalur udara, bisa lewat jalur ojek Seko gitu. Nah kemudian kalau masyarakat Seko sendiri Pak, apakah masih menyuarakan aspirasi mereka terkait akses jalan ini, seperti apa?

Andi Abdullah Rahim:
Jadi sebenarnya Seko ini kaya ya. Seko ini luasnya, sebagai gambaran aja buat seluruh pemirsa, Seko ini luasnya 2.100 km⊃2;. Sebagai perbandingan aja ya, coba dibuka Kabupaten Maros itu, satu Kabupaten Maros itu luasnya cuma 1.600 km⊃2;. Jadi coba dihitung aja perbandingannya antara Seko... bagaimana luasnya Kecamatan Seko ini, satu bagian kecamatan di Luwu Utara dibandingkan satu kabupaten besar yang ada di Sulawesi Selatan yaitu Kabupaten Maros. Begitulah luasnya Seko.

Nah, dengan kekayaan sumber daya alam yang ada di atasnya, pasti masyarakat ini membutuhkan akselerasi pembangunan untuk mendorong kehidupan ekonomi mereka yang lebih baik. Salah satu poin pentingnya adalah infrastruktur jalan ini menjadi satu hal yang prinsip untuk segera dituntaskan. Karena dengan jalan yang baik inilah maka insyaallah kesejahteraan masyarakat juga akan semakin baik di Seko.

Karena itu kami sebagai pemerintah tentunya akan terus berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan potensi yang ada. Jadi pembangunan di Seko ini kami tidak hanya mengandalkan APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten. Kami sekarang bekerja sama dengan investor yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air di Seko (Sekolemo) itu untuk membangun jalan juga. Mereka membangun jalan kurang lebih 32 km dan itu sementara dikerjakan terus oleh mereka. Dan itu kami kawal agar infrastruktur yang dibangun ini bisa bermanfaat untuk masyarakat juga, dan juga untuk mempermudah mereka di dalam berinvestasi di Kecamatan Seko. Jadi usaha pemerintah daerah yang kami lakukan di sana secara bertahap kita lakukan terus sehingga pembangunan ini bisa kita wujudkan. Walaupun mungkin butuh waktu ya, karena ini tidak semata-mata masalah keinginan, tapi di situ ada anggaran, ada hal-hal yang terkait teknis administrasi yang harus kami penuhi untuk bisa mewujudkan itu.

Andi Abdullah Rahim:
Jadi kita punya pariwisata adventure yang luar biasa di Luwu Utara. Itu ada lokasi untuk paralayang loh di Kecamatan Rongkong. Itu sudah pernah dilakukan oleh para atlet yang memang memiliki keahlian untuk terjun dengan paralayang, itu sudah melakukan di sana dan alhamdulillah luar biasa spotnya. Ada di Kecamatan Rongkong itu ketinggiannya di atas 2.000 mdpl di atas. Jadi itu yang ada.

Kita juga punya permandian air panas di Pincara yang sementara ini terus kita perbaiki agar lebih baik lagi. Karena di air panas Pincara itu ada sumber air panasnya dan juga ada sungainya. Jadi sebelum kita mandi di air panas, kita turun di sungai dulu dan itu dingin, kemudian kita mandi di air panasnya. Karena mengandung belerang, maka dia menjadi obat memperlancar... dengan berbagai macam khasiatlah yang ada di dalam pengobatan dengan menggunakan air panas ini, itu kita miliki di Luwu Utara. Kita juga punya air terjun yang banyak sekali, ada Sarambu Ala, ada air terjun di Bantimurung, dan itu semua menarik untuk dikunjungi.

I Luh Devi Sania:
Iya, berarti tempat wisata alamnya banyak ya Pak ya. Apalagi kan tadi Bapak sudah sempat... ada wisata religi juga?

Andi Abdullah Rahim:
Iya, ada wisata religi. Makam Datu Pattimang ini kan penyebar Islam pertama di Sulawesi ya, dari Luwu Utara di Desa Pattimang itu, di situ dimakamkan beliau.

I Luh Devi Sania:
Nah, jadi ternyata ada banyak hal menarik ya dari Luwu Utara yang mungkin kita bisa explore lagi. Tadi juga sudah sempat di-mention bahwa ada banyak sungai. Mungkin sungainya di sana cakep untuk buat teman-teman rekreasi gitu ya, ataupun mau healing-healing boleh datang ke Luwu Utara. Karena terkait dengan perkembangan ekonomi, tentunya juga kita mendukung bagaimana para pengusaha di Luwu Utara ini tumbuh, Pak. Apalagi Bapak kan background-nya juga pengusaha begitu. Tapi boleh cerita sedikit dong Pak, bagaimana dari pengusaha akhirnya terjun ke dunia politik? Gimana Pak, silakan.

Andi Abdullah Rahim:
Ya, saya ini kan sebenarnya latar belakangnya teknokrat ya, Insinyur lah. Teknik dulu kita kan bermimpi masuk di perusahaan-perusahaan swasta, pabrik gitu kan. Nah tapi ternyata jalan hiduplah yang membuat kita ini harus mengikuti apa yang menjadi perkembangan yang ada. Saya kemudian selesai kuliah mendirikan perusahaan sampai sekarang. Saya dulu tidak langsung mengambil ijazah saya, jadi yang ngurus ijazah itu istri saya, itu pun juga pada saat saya mau menjadi calon anggota legislatif.

Nah dia ngurus, tapi setelah itu saya masuk jadi anggota parlemen di Luwu Utara, masuk jadi anggota DPRD. Dan menjadi calon wakil bupati kalah dalam Pilkada, kemudian bekerja lagi sebagai wiraswasta. Setelah itu aktif di dunia wiraswasta 10 tahun ya, di APINDO, di HIPMI. Dan kemudian setelah itu ya jadi calon bupati, terpilih jadi bupati. Jadi perjalanan panjang juga. Tapi di balik semua itu tentunya ada harapan masyarakat untuk melihat sosok pebisnis ini, siapa tahu di Luwu Utara nih sektor bisnis juga bisa meningkat kalau pemimpinnya latar belakangnya pebisnis.

I Luh Devi Sania:
Baik. Nah, dan setelah mungkin menjadi bagian dari APINDO Pak, apalagi hari ini sudah datang ke Kota Makassar dalam acara Rakornas APINDO, tadi mungkin apa kemudian yang Bapak sampaikan atau aspirasi yang Bapak sampaikan di acara Rakornas APINDO, boleh disampaikan?

Andi Abdullah Rahim:
Ya, saya tadi menyampaikan banyak hal tentang potensi daerah dan itu alhamdulillah mendapat banyak sambutan dari para pelaku maupun otoritas yang bisa menjadi partner kami di dalam membangun sektor swasta ini dan potensi daerah yang ada. Dalam paparan saya itu, saya menyampaikan bahwa Luwu Utara ini basisnya adalah sektor pertanian. Kita punya kekuatan dengan luas lahan yang luar biasa, berada di sentral Sulawesi dan bisa menjadi suplai logistik bagi wilayah-wilayah yang terus berkembang dalam industri yang ada di Luwu Timur dan seterusnya. Suplai logistik ini penting karena semua orang pasti butuh makan, betul. Insyaallah Luwu Utara siap untuk menjadi wilayah yang didorong tumbuh di dalam menyuplai logistik itu. Dan saya melihat luar biasa respon dari para pengusaha dan pebisnis yang ada di pertemuan tadi itu sangat positif untuk Luwu Utara.

I Luh Devi Sania:
Oke, baik. Semoga ke depannya Luwu Utara ini bisa lebih baik lagi dan juga lebih berkembang lagi, terutama tadi untuk beberapa PR besar yang mungkin masih sementara kita usaha untuk perbaiki juga bisa segera menemukan titik terang. Terakhir Pak, mungkin kalau kita melihat bahwa tadi juga sudah disinggung di awal terkait Luwu Utara ini sebagai miniatur Indonesia, mungkin seperti apa Bapak melihat ini sebagai potensi ataupun juga keunggulan dari Luwu Utara sendiri, silakan?

Andi Abdullah Rahim:
Saya bersyukur bisa menjadi bupati di Luwu Utara yang masyarakatnya itu heterogen ya. Ini membuat kita sebagai pemimpin harus bisa menjadi bapak dan juga pemimpin bagi semua golongan yang ada. Secara suku, Luwu Utara ini memiliki suku Luwu sendiri kurang lebih 45 % , kemudian Bugis 32 % , Jawa, Bali, Toraja, ya di Jawanya juga ada Jawa Barat. Dan itu hidup dalam komunitas-komunitas yang sudah berbaur satu dengan yang lain, tidak ada sekat di situ. Dan saya melihat bahwa potensi dari perbedaan-perbedaan ini luar biasa.

Saya berkunjung ke Bali ketemu sama orang Bali dari Luwu Utara ya kan, dan itu menjadi kekuatan. Kenapa? Karena kami bisa mengakses sumber-sumber yang bisa datang dari teman-teman Bali yang ada di Bali tapi berasal dari Luwu Utara, dan itu memudahkan kita untuk mengkomunikasikan. Dari Jawa ya... nah ini merupakan sebuah berkah bagi Luwu Utara karena dari sinilah kemudian kita bisa mengakses banyak sumber daya yang lain yang dimiliki oleh rekan-rekan kita dari suku Jawa yang mungkin punya keluarga di Jawa yang kemudian bisa menarik investasi ke Luwu Utara dengan cara seperti itu. Dan diaspora Luwu Utara ini sekarang sudah meluas ya, karena kita punya Kerukunan Keluarga Luwu Utara yang terhimpun di bawah Kerukunan Keluarga Luwu Raya. Ini aktif dan juga bisa menjadi satu media komunikasi untuk mendorong kemajuan daerah.

I Luh Devi Sania:
Baik. Nah, untuk menutup perbincangan kita pada hari ini, Bapak mungkin boleh sampaikan apa yang ingin disampaikan kepada seluruh masyarakat Luwu Utara yang sejauh ini juga sudah menyukseskan pertumbuhan ekonomi dan juga perputaran uang di Luwu Utara, silakan.

Andi Abdullah Rahim:
Baik, terima kasih banyak. Sebenarnya yang wawancara saya ini orang Luwu Utara, dia lebih tahu jugalah tentang Luwu Utara. Tapi saya ingin sampaikan bahwa Luwu Utara ini adalah masa depan, masa depan Indonesia. Kita punya banyak sekali sumber daya yang akan kita dorong untuk menjadi faktor-faktor pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat Luwu Utara.

Kita punya potensi energi, air kita melimpah dan itu menjadi sumber kekuatan yang akan terus menjadi faktor kemajuan kita. Kita berada di pusat Sulawesi yang menjadi sentral bagi pertumbuhan wilayah-wilayah lain yang sekarang terus berkembang. Hutan kita luar biasa, ada 555.000 hektar hutan kita, itu menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat, sumber karbon yang besar bagi kesejahteraan dunia, bukan hanya untuk Indonesia. Dan kami optimis bahwa Luwu Utara ke depannya akan menjadi pusat bagi kemajuan sektor pertanian. Kita punya durian yang banyak sekali yang itu bisa menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Dan saya yakinkan bahwa jalan yang kita tempuh sekarang ini di Luwu Utara untuk mendorong sektor pertanian dengan ekonomi hijau kita itu adalah merupakan jalan pilihan yang baik yang harus terus kita olah dan dorong, sehingga dari sektor inilah kita mendapatkan kesejahteraan dan juga bisa menyelamatkan bumi kita. Terima kasih banyak.

I Luh Devi Sania:
Iya baik, terima kasih Bapak dan juga terima kasih sudah menyampaikan begitu banyak potensi yang ada di Luwu Utara. Saya jadi pengen sering-sering pulang ini ya Pak ya, apalagi sekarang musim durian, musim cempedak juga kayaknya. 

Dan tentunya di sana ada banyak sekali tempat wisata yang bisa kita kunjungi ya. Bagi Tribuners mungkin yang sudah bosan, mungkin sudah sering ke tempat ini dan itu, kalau mau coba experience baru boleh datang ke Luwu Utara. Masyarakatnya juga ramah-ramah dan tentunya di sana ada banyak sekali potensi yang bisa kita lihat. Semoga pertumbuhan ekonomi juga dibarengi dengan pertumbuhan infrastruktur agar masyarakat juga merasakan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi mereka dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Andi Abdullah Rahim:
Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.