Efek Samping Pasar Transfer Premier League, Jurang Kesenjangan Klub Kaya dan Miskin LaLiga Melebar
Muhammad Nursina Rasyidin August 05, 2026 12:16 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Klub-klub Liga Spanyol terus bergerak aktif di bursa transfer musim panas 2026. 

Namun, di balik derasnya arus belanja pemain, otoritas LaLiga justru mengingatkan adanya ancaman baru yang berasal dari kekuatan finansial klub-klub Liga Inggris.

LaLiga menilai lonjakan pengeluaran klub-klub Inggris telah memicu inflasi harga pemain di pasar transfer Eropa.

Dampaknya, klub-klub Spanyol kini harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan pemain incaran mereka.

Otoritas LaLiga memperkirakan total belanja seluruh klub peserta kompetisi pada bursa transfer musim panas kali ini akan mencapai sekitar 800 juta euro (Rp16 triliun). 

Aktivitas tersebut dipimpin oleh Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid yang sama-sama agresif memperkuat skuad.

Wakil Direktur Jenderal Urusan Kelembagaan LaLiga, Marta Alonso, mengatakan aktivitas transfer musim ini jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa musim sebelumnya.

Menurutnya, kondisi keuangan Real Madrid dan Barcelona yang semakin sehat menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya aktivitas di pasar.

Meski demikian, Alonso menilai penyebab utama melonjaknya harga pemain berasal dari kebijakan belanja klub-klub Premier League.

Klub-klub Inggris dinilai berani membayar biaya transfer maupun gaji jauh di atas nilai pasar sehingga menciptakan apa yang disebut sebagai gelembung harga.

"Hanya ada 11 pemain yang bisa bermain di lapangan. Masalah muncul ketika pemain-pemain terbaik pergi dan kami tidak mampu mencari pengganti dengan kualitas yang sama. Persaingan di Premier League semakin kuat, dan dampaknya akan terasa di seluruh sepak bola Eropa," ujar Marta Alonso, dikutip dari laman Diario AS.

Ia menjelaskan, berdasarkan tingkat pendapatan, klub-klub Premier League seharusnya menghabiskan sekitar 1,6 miliar euro (Rp33 triliun) pada bursa transfer. 

Baca juga: Barcelona Kembali ke Aturan 1:1, Presiden Liga Spanyol Pastikan Blaugrana Bebas Belanja Pemain

Namun, menurut data Transfermarkt, pengeluaran mereka telah mencapai sekitar 1,865 miliar euro (hampir Rp39 triliun), padahal jendela transfer masih menyisakan sekitar satu bulan.

Situasi tersebut diperkirakan akan berdampak langsung kepada klub-klub Spanyol.

Mereka harus membayar lebih mahal untuk merekrut pemain, sekaligus menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan talenta lokal dari godaan finansial klub-klub Inggris.

Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Pimpin Belanja

Hingga saat ini, Barcelona menjadi salah satu klub paling aktif dengan total belanja sekitar 110 juta euro (Rp2,28 triliun) untuk mendatangkan Anthony Gordon, Karim Adeyemi, dan Bisiu.

Real Madrid juga tak kalah agresif. Los Blancos telah menginvestasikan hampir 100 juta euro (Rp2 triliun) untuk memboyong Marc Cucurella, Denzel Dumfries, dan Espi. 

Selain itu, Madrid juga mendapatkan Bernardo Silva dan Ibrahima Konate secara gratis, serta masih berupaya menuntaskan transfer Rodri dan Diomande.

Sementara itu, Atletico Madrid telah menghabiskan sekitar 102 juta euro (Rp2,11 triliun) demi merekrut Morten Hjulmand, Lee Kang-in, dan Alejandro Grimaldo.

Tak hanya tiga raksasa tersebut, klub-klub lain juga mulai aktif di bursa transfer.

Real Betis menggelontorkan sekitar 14,5 juta (Rp300 miliar) euro setelah memastikan tiket ke Liga Champions, sedangkan Getafe menginvestasikan sekitar 19 juta euro (Rp394 miliar) usai lolos ke Liga Konferensi Eropa.

Sepintas sudah terlihat bagaimana kesenjangan kekuatan finansial Barcelona, Madrid, dan Atletico dengan Real Betis, meski sama-sama lolos ke UEFA Champions League musim depan.

Secara keseluruhan, klub-klub LaLiga telah membelanjakan sekitar 400 juta euro atau setengah dari total pengeluaran yang diperkirakan terjadi hingga penutupan bursa transfer musim panas.

LaLiga menilai kesenjangan finansial antara klub-klub Eropa akan semakin terlihat.

Klub-klub dengan kemampuan ekonomi besar masih mampu bersaing di pasar transfer, sedangkan tim dengan anggaran terbatas diperkirakan akan lebih mengandalkan pemain akademi atau mencari pemain dengan harga terjangkau.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.