KAI Daop 8 Surabaya Perkuat UMKM Lewat Program TJSL Berkelanjutan
Titis Jati Permata August 05, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya meningkatkan penyaluran dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada Semester I 2026 menjadi Rp 245,29 juta.

Nilai tersebut meningkat sekitar 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp156,66 juta.

Peningkatan anggaran itu menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 8 Surabaya dalam memperluas manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan transportasi, tetapi juga lewat pemberdayaan ekonomi, pembangunan sosial, dan pelestarian lingkungan.

Baca juga: Pengguna Face Recognition KAI Daop 8 Surabaya Tembus 685 Ribu, Boarding Makin Cepat

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan program TJSL sepanjang Semester I 2026 menyasar berbagai kebutuhan masyarakat secara langsung.

"Sebagai BUMN yang hadir di tengah masyarakat, KAI tidak hanya berfokus menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar melalui program TJSL yang berkelanjutan," kata Mahendro kepada SURYA.co.id, Rabu (5/8/2026).

Bantuan untuk Sosial hingga Lingkungan

Mahendro menjelaskan, dana TJSL dimanfaatkan untuk berbagai program, mulai dari pembangunan sarana ibadah, dukungan kepada pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga kemasyarakatan, penyaluran paket sembako, bantuan hewan kurban saat Iduladha, bantuan bagi panti rehabilitasi penyandang disabilitas sensorik, kegiatan penghijauan, hingga penyediaan fasilitas umum.

Program tersebut dirancang agar manfaat perusahaan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah operasional KAI Daop 8 Surabaya.

UMKM Naik Kelas

Selain sektor sosial, KAI Daop 8 juga memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program pembinaan dilakukan melalui pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, hingga penguatan daya saing agar pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

Salah satu hasilnya adalah Batik Bu Dar, UMKM binaan asal Mojokerto yang berhasil tampil pada Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 sebagai perwakilan UMKM binaan KAI.

Keikutsertaan tersebut menjadi peluang memperkenalkan batik khas Mojokerto ke pasar yang lebih luas sekaligus membuka kesempatan kolaborasi bisnis di industri kreatif nasional.

"Keberhasilan Batik Bu Dar tampil di Indonesia Fashion Week 2026 menjadi bukti bahwa sinergi antara BUMN dan pelaku usaha lokal mampu membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional," ujar Mahendro.

Komitmen Berkelanjutan

Mahendro menegaskan, pembinaan UMKM akan tetap menjadi salah satu fokus utama program TJSL KAI Daop 8 Surabaya karena dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi jangka panjang.

"Kami berharap semakin banyak UMKM binaan yang mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan memiliki daya saing yang semakin kuat. Program TJSL tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," katanya.

Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya akan terus menjalankan program TJSL secara konsisten melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat peran perusahaan sebagai BUMN yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.