Update Kebakaran Rumah dan Warung di Blitar Rugikan Rp300 Juta, Begini Kronologinya
faridmukarrom August 05, 2026 02:45 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR – Nilai kerugian materiil akibat kebakaran yang menghanguskan rumah sekaligus warung di Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, diperkirakan mencapai Rp300 juta.

Selain menyebabkan kerugian besar, peristiwa yang terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB itu juga mengakibatkan tiga anggota satu keluarga mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Ketiga korban yakni Sukatin (73), Wahyu Agustin (42), dan Jevano (11).

Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, mengatakan seluruh korban telah dievakuasi ke RS Wafa Kesamben untuk mendapatkan penanganan medis.

"Tiga orang korban, S, J, dan W mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan di RS Wafa Kesamben. Ketiganya satu keluarga. Nilai kerugian materiil sekitar Rp300 juta," kata Muheni.

Baca juga: Polisi Ungkap Pelat Nomor Motor Pencuri Kotak Amal Masjid Trenggalek Ternyata Palsu, Pelaku Diburu

Berawal Saat Menyalakan Kompor

Muheni menjelaskan, kebakaran bermula ketika Sukatin menyalakan kompor gas untuk menggoreng kopi di warung miliknya.

Saat kompor dinyalakan, api diduga langsung menyambar bensin eceran yang berada di sekitar lokasi.

Api juga mengenai lengan kanan Sukatin hingga korban mengalami luka bakar.

Korban kemudian berlari meminta pertolongan kepada adiknya untuk membantu memadamkan api yang mengenai tubuhnya.

Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan warung serta rumah, membakar berbagai perabotan yang ada di dalamnya.

Melihat api semakin membesar, korban bersama warga segera meminta bantuan kepada petugas pemadam kebakaran dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

"Sekitar pukul 06.00 WIB, api berhasil dipadamkan. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari api kompor korban," ujar Muheni.

Polres Blitar mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di rumah yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti bensin eceran.

Warga juga diminta rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan seluruh peralatan elektronik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

"Sebelum meninggalkan rumah, pastikan keamanan aliran listrik dan barang elektronik lainnya," kata Muheni.
 
 (Samsul Hadi/tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.