TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Cuaca buruk yang melanda perairan Gorontalo sepanjang Juli 2026 berdampak pada aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Feri Gorontalo.
Gelombang tinggi dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat pernah membuat kapal terpaksa menunda keberangkatan demi mengutamakan keselamatan pelayaran.
Kepala Wasatpel Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Deni Abdul mengatakan penundaan keberangkatan dilakukan setelah mempertimbangkan aspek keselamatan berdasarkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Rumah di Bone Bolango Gorontalo, Diduga Korsleting Listrik
Menurutnya, keputusan tersebut tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui koordinasi bersama nakhoda kapal, operator pelayaran, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta instansi terkait lainnya.
"Penundaan dilakukan karena kondisi gelombang dan cuaca di perairan tidak memenuhi aspek keselamatan pelayaran," ujar Deni kepada TribunGorontalo.com.
Ia menjelaskan, keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran.
Karena itu, apabila kondisi laut dinilai belum aman, pihak pelabuhan memilih menunda keberangkatan dibanding mengambil risiko yang dapat membahayakan pelayaran.
Selain penundaan keberangkatan, cuaca buruk juga menyebabkan sejumlah kapal mengalami keterlambatan saat tiba di Pelabuhan Feri Gorontalo.
Menurut Deni, gelombang tinggi membuat kapal harus mengurangi kecepatan selama pelayaran agar tetap stabil dan aman saat melintasi perairan.
"Ya, terdapat kapal yang mengalami keterlambatan masuk ke Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo karena kondisi gelombang tinggi dan cuaca yang kurang bersahabat. Keterlambatan tersebut merupakan langkah antisipasi kami agar pelayaran tetap mengutamakan keselamatan," katanya.
Ia menegaskan, keterlambatan kedatangan kapal merupakan hal yang wajar ketika kondisi cuaca tidak mendukung.
Menurutnya, keselamatan jauh lebih penting dibanding mengejar ketepatan waktu keberangkatan maupun kedatangan kapal.
Baca juga: Viral Momen Haru saat Polisi Lepas Borgol Tahanan demi Peluk Anak dan Istri
Untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut, pihak pelabuhan terus memantau perkembangan cuaca melalui koordinasi intensif dengan BMKG.
Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan kelayakan pelayaran setiap harinya, disertai koordinasi dengan operator kapal, nakhoda, KSOP, serta instansi terkait sebelum kapal diizinkan berlayar.
"Pihak pelabuhan selalu berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca. Kami juga berkoordinasi dengan operator kapal, nakhoda, KSOP, dan instansi terkait sebelum kapal diizinkan berlayar," jelas Deni.
Selain memantau kondisi cuaca, petugas juga memastikan setiap kapal memenuhi standar keselamatan sebelum meninggalkan dermaga, termasuk kelengkapan alat keselamatan dan kesiapan operasional kapal.
Deni mengimbau calon penumpang agar selalu mengikuti informasi resmi mengenai jadwal keberangkatan dari operator kapal maupun pihak pelabuhan.
Ia juga meminta masyarakat tidak memaksakan diri melakukan perjalanan saat kondisi cuaca belum memungkinkan.
"Kami mengimbau seluruh calon penumpang agar selalu mengikuti informasi resmi dari operator kapal dan pihak pelabuhan. Jangan memaksakan diri untuk berangkat saat cuaca buruk, patuhi seluruh arahan petugas, serta selalu mengutamakan keselamatan selama berada di pelabuhan maupun selama pelayaran," ujarnya.
Menurut Deni, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama antara penyelenggara pelabuhan, operator kapal, awak kapal, maupun penumpang.
"Dengan koordinasi yang baik dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Feri Gorontalo diharapkan tetap berjalan aman meski kondisi cuaca di perairan berubah sewaktu-waktu," tutupnya.
(*)