Diduga Jadi Korban Gendam, Rokok Pedagang di Gurah Kediri Berubah Isi Potongan Kardus
faridmukarrom August 05, 2026 02:45 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Sebuah toko kelontong rumahan di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, diduga menjadi korban aksi penipuan dengan modus gendam.

Peristiwa tersebut terjadi di Toko An Nur milik Nursiati pada Selasa (4/8/2026) siang. Akibat kejadian itu, tiga bungkus rokok yang semula masih berisi utuh diduga telah ditukar pelaku sehingga saat dibuka hanya berisi potongan kardus.

Putri pemilik toko, Siska Amalia, menceritakan pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor.

Saat memasuki toko, pelaku mengenakan helm, jaket, dan masker sehingga wajahnya sulit dikenali.

Menurut Siska, pelaku awalnya berpura-pura membeli tiga bungkus rokok Surya.

Baca juga: Update Kebakaran Rumah dan Warung di Blitar Rugikan Rp300 Juta, Begini Kronologinya

Pelaku kemudian membayar menggunakan uang yang kondisinya robek. Tak lama berselang, pelaku membatalkan transaksi dan meminta uangnya dikembalikan.

Karena tidak menaruh curiga, ibunya menerima kembali tiga bungkus rokok tersebut dan meletakkannya lagi di rak dagangan.

"Baru ketahuan malam ini, saat Pak Lurah membeli tiga bungkus rokok untuk warga yang kerja bakti Agustusan. Pas dibuka, ternyata isinya kardus," kata Siska.

Siska menduga pelaku telah menukar isi rokok ketika berpura-pura membatalkan pembelian.

Modus tersebut baru diketahui beberapa jam kemudian saat Kepala Desa membeli tiga bungkus rokok untuk konsumsi warga yang sedang melaksanakan kerja bakti menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ketika salah satu bungkus dibuka, isinya ternyata bukan rokok, melainkan potongan kardus yang disusun menyerupai isi kemasan.

Meski mengalami kerugian, keluarga korban mengaku tidak mempersoalkan nilai kerugian tersebut.

Mereka memilih membagikan pengalaman itu agar menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya pemilik toko kelontong yang sering melayani pembeli seorang diri.

"Saya tidak meminta uangnya kembali. Saya hanya ingin masyarakat lebih waspada, terutama pemilik toko sembako rumahan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi kepada ibu saya yang sudah berumur dan menjadi janda sejak ayah saya meninggal," tutur Siska.

(Mufahrizal Dikrilah/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.