BANGKAPOS.COM--Kekalahan telak 0-3 dari Vietnam tak membuat Timnas Indonesia kehilangan harapan untuk melaju ke babak semifinal ASEAN Championship 2026.
Pelatih Garuda, John Herdman, justru langsung mengalihkan fokus penuh ke laga penentuan melawan Singapura yang akan menjadi pertaruhan terakhir Indonesia di Grup A.
Laga yang akan digelar di Stadion Jalan Besar, Singapura, pada 7 Agustus 2026 itu kini menjadi pertandingan hidup-mati bagi skuad Garuda.
Kemenangan menjadi target utama jika Indonesia ingin menjaga asa melangkah ke empat besar turnamen.
Herdman tidak menutupi kekecewaannya atas performa anak asuhnya saat takluk dari Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, Indonesia memang gagal menampilkan permainan terbaik ketika menghadapi tim yang dianggap sebagai kandidat terkuat juara.
"Kami mengakuinya di depan penggemar malam ini, kami berbicara dengan penggemar," ujar Herdman seusai pertandingan.
Pelatih asal Kanada itu mengakui performa timnya jauh dari ekspektasi.
Namun, ia meminta seluruh pemain segera melupakan hasil tersebut dan fokus menatap pertandingan berikutnya.
"Kami tidak bersembunyi dari kenyataan bahwa performa tadi tidak ada di sana. Bagi saya, kami bermain melawan tim terbaik di turnamen," katanya.
Meski menerima kekalahan dengan lapang dada, Herdman menegaskan perjalanan Indonesia belum berakhir.
Ia percaya peluang lolos masih terbuka selama Garuda mampu bangkit saat menghadapi Singapura.
Menurut Herdman, tantangan terbesar setelah kekalahan bukan hanya memperbaiki strategi permainan, tetapi juga mengembalikan mental bertanding para pemain.
Ia menilai respons yang ditunjukkan skuad Garuda setelah mengalami kekalahan akan menjadi faktor penentu pada pertandingan terakhir fase grup.
"Saya pikir Anda harus menyiapkan keduanya. Untuk semua pemain ini, respons adalah segalanya," ujar Herdman.
Pelatih berusia 51 tahun itu optimistis karena sebagian besar pemain Indonesia sudah memiliki pengalaman menghadapi tekanan dalam pertandingan besar.
"Mereka cukup berpengalaman, kami punya beberapa pemain top di sini yang pernah berada di posisi ini sebelumnya," katanya.
Selama beberapa hari ke depan, tim pelatih akan memaksimalkan waktu pemulihan fisik sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek taktik.
Herdman ingin para pemain kembali menemukan kepercayaan diri sebelum bertolak ke Singapura.
"Ini semua tentang respons, tentang melakukan hal-hal kecil dengan benar sekarang, pemulihan, dan tentang menggeser pola pikir serta fokus lagi," jelasnya.
Selain membenahi tim sendiri, Herdman juga mengaku sudah mulai mempelajari kekuatan Singapura.
Ia menilai calon lawannya merupakan tim yang memiliki organisasi permainan sangat baik dan terbukti mampu memberikan perlawanan sengit ketika menghadapi Vietnam.
"Singapura adalah tim yang sangat terhubung dan akan sulit dikalahkan di kandang. Tapi itulah tantangan yang dicari pemain sepak bola," ucap Herdman.
Menurutnya, bermain di kandang lawan justru dapat menjadi motivasi tambahan bagi para pemain Indonesia.
Ia ingin skuad Garuda menikmati tekanan sebagai tim yang tidak diunggulkan dan membuktikan kualitas mereka di lapangan.
"Ini adalah malam-malam yang Anda inginkan dalam karier, untuk pergi ke suatu tempat di mana Anda tidak diunggulkan dan harus menang," katanya.
Herdman juga memberikan apresiasi kepada pelatih Singapura yang dinilainya berhasil membangun tim dengan disiplin tinggi.
Ia melihat bagaimana Singapura mampu membuat Vietnam kesulitan mengembangkan permainan dalam pertandingan sebelumnya.
"Dari sisi taktis, saya sangat terkesan pada Singapura. Pelatih di sana melakukan pekerjaan yang sangat baik. Anda melihat hal itu saat melawan Vietnam, dia mampu membuat frustrasi lawan dan tetap dalam perjuangan," ujarnya.
Meski mengakui kualitas lawan, Herdman tetap yakin Indonesia memiliki modal untuk membawa pulang kemenangan.
Ia percaya skuad Garuda masih memiliki kualitas individu, kekompakan tim, dan mental juara untuk melewati laga krusial tersebut.
"Pertandingan itu akan sulit secara taktis, tetapi saya masih percaya kami memiliki kualitas dan mentalitas juara dalam grup ini. Kami tahu apa yang harus dilakukan untuk negara kami," tegas Herdman.
Saat ini Indonesia berada dalam situasi yang tidak lagi memiliki ruang untuk melakukan kesalahan. Kekalahan dari Vietnam membuat peluang lolos ke semifinal bergantung pada hasil pertandingan melawan Singapura.
Karena itu, duel di Stadion Jalan Besar dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling menentukan bagi perjalanan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026.
Bagi Herdman dan seluruh pemain Garuda, pertandingan tersebut bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan kesempatan membuktikan bahwa Indonesia mampu bangkit setelah mengalami kekalahan paling menyakitkan di fase grup.(*)
(Kompas.com/Bangkapos.com)