Polisi Ungkap Pelat Nomor Motor Pencuri Kotak Amal Masjid Trenggalek Ternyata Palsu, Pelaku Diburu
faridmukarrom August 05, 2026 02:45 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK – Penanganan kasus pencurian kotak amal di Masjid Al Huda, Dusun Kacangan, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, masih terus berlanjut.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri nomor polisi sepeda motor yang sempat viral di media sosial. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan pelat nomor kendaraan yang digunakan pelaku dipastikan palsu.

Kapolsek Bendungan, AKP Rudi Sugiarto, mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan mencocokkan nomor polisi kendaraan ke data Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

"Kita sudah laksanakan lidik. Mencocokkan nopol ke Samsat tidak ada kesesuaian, artinya palsu," ujar AKP Rudi Sugiarto saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari empat hingga lima orang saksi.

Baca juga: Gerakan Pangan Murah di Pare Diserbu Warga, Pemkab Kediri Siapkan 4 Ton Beras SPHP Rp57.000 per 5 Kg

Mereka terdiri atas takmir masjid, jemaah, hingga istri pembina masjid yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Saksi yang diperiksa ada Pak Seno selaku takmir, kemudian jemaah, termasuk istri penjaga masjid. Sudah ada empat atau lima orang," jelasnya.

AKP Rudi menambahkan, penyidik masih terus mendalami identitas pelaku dengan mengumpulkan berbagai informasi dan alat bukti.

"Identitas yang bersangkutan masih kami lidik," katanya.

Polisi Belum Pastikan Pelaku Beraksi di Lokasi Lain

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencurian terjadi pada Rabu (29/7/2026). Setelah menerima laporan warga, Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.

Informasi awal diterima dari Seno (55), pembina Masjid Al Huda yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Terkait dugaan pelaku yang sama beraksi di wilayah lain, polisi mengaku belum bisa memastikan.

"Kalau mengarah yang Pak Seno, sementara hanya sekali. Kalau di tempat lain kami belum memonitor," jelas AKP Rudi.

Meski demikian, pihaknya mengakui kasus pencurian kotak amal juga pernah terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Trenggalek, di antaranya Kecamatan Munjungan dan Gandusari.

Polisi juga telah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Namun, kualitas rekaman dinilai belum cukup untuk mengidentifikasi wajah pelaku secara jelas.

"Kalau CCTV hanya membantu sekilas wajah, tetapi tidak terlalu terang. Kemudian nopol juga tidak ada kecocokan atau kesesuaian," tutupnya.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.