Awal Agustus 2026 Minim Hujan, BMKG Imbau Masyarakat & Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi
Evan Saputra August 05, 2026 11:24 AM

BANGKAPOS.COM - BMKG merilis analisis dinamika atmosfer terbaru yang menunjukkan bahwa kondisi iklim global masih mendukung minimnya pembentukan awan hujan di belahan Indonesia.

Pada pekan pertama Agustus 2026, hampir tak ada wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi.

​Di sisi lain, peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 25 knot berpotensi terjadi di beberapa perairan strategis seperti Laut Banda dan Samudra Hindia.

Baca juga: Daftar Nama-nama 15 Menteri Kabinet Bayangan, Ini Tugas dan Targetnya

Berikut rincian laporan BMKG mengenai perkembangan El Nino, potensi hujan lokal, serta imbauan keselamatan bagi masyarakat pesisir.

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih akan didominasi cuaca kering pada Dasarian I Agustus 2026. 

Sebanyak 92,59 persen wilayah diprediksi hanya akan menerima curah hujan kategori rendah seiring masih kuatnya pengaruh fenomena El Nino.

Dalam analisis dinamika atmosfer sepekan ke depan, BMKG menyebut sekitar 7,41 persen wilayah lainnya diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah.

"Pada periode ini belum terdapat wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi maupun sangat tingg," tulis BMKG dalam pernyataannya.

BMKG menjelaskan, perkembangan iklim global masih mendukung berlanjutnya kondisi cuaca kering di Indonesia.

Berdasarkan hasil pemantauan, nilai indeks Nino 3.4 dasarian mencapai +2,45 dan Southern Oscillation Index (SOI) berada di angka -29,2. Kondisi tersebut menunjukkan El Nino kuat masih berlangsung dan berpotensi mengalami penguatan.

Di sisi lain, anomali suhu muka laut di Samudra Hindia pada Dasarian III Juli mencatat indeks Indian Ocean Dipole (IOD) sebesar +0,44 yang mengindikasikan kecenderungan menuju fase IOD Positif.

"Kombinasi fenomena tersebut secara umum berkontribusi terhadap berkurangnya pembentukan awan hujan dan penurunan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia," jelas BMKG.

Hujan Masih Berpeluang Turun

Meski sebagian besar wilayah diprediksi mengalami cuaca kering, BMKG menegaskan hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah.

Peluang tersebut dipengaruhi aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang melintasi sebagian Sumatera dan perairan sekitarnya sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia bagian barat Bengkulu diprakirakan membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga Bengkulu serta di sekitar pusat sirkulasi tersebut.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan peluang hujan di sejumlah wilayah meskipun musim kemarau masih mendominasi.

BMKG juga mengingatkan adanya peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 25 knot dalam beberapa hari ke depan di sejumlah wilayah perairan.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Laut Andaman, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, perairan selatan Sulawesi Selatan, Laut Banda, hingga Laut Arafuru.

Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan tinggi gelombang laut sehingga masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan. 

(Kompas/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.