TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mauricio Pochettino resmi memperpanjang masa baktinya sebagai pelatih kepala tim nasional (Timnas) sepak bola pria Amerika Serikat (AS) hingga tahun 2030.
Konfirmasi resmi mengenai kontrak baru juru taktik asal Argentina tersebut disampaikan langsung oleh federasi sepak bola U.S. Soccer pada Senin, 3 Agustus 2026.
Keputusan U.S. Soccer untuk mempertahankan mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain ini menyedot perhatian pecinta sepak bola global, tak terkecuali bagi masyarakat dan komunitas sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Sejumlah warga di Kota Pontianak menilai keputusan federasi memertahankan Pochettino merupakan langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas dan perkembangan regenerasi pemain di tim The Stars and Stripes.
Rian Hidayat (24), seorang mahasiswa asal Pontianak Selatan, mengaku tak kaget dengan keputusan perpanjangan kontrak tersebut.
Menurutnya, performa AS di ajang Piala Dunia 2026 menunjukkan peningkatan permainan yang signifikan.
"Di Piala Dunia kemarin permainan AS cukup menjanjikan dan jauh lebih menyerang. Meski gugur di babak 16 besar, menurut saya itu hal yang wajar karena kedalaman skuad muda mereka masih butuh proses. Dengan kontrak hingga 2030, Pochettino punya waktu matang untuk menggembleng pemain muda," ujar Rian saat ditemui di Pontianak, Rabu 5 Agustus 2026.
• Mancini Kembali ke Bangku Pelatih Italia! Warga Pontianak: Pro-Kontra Misi Kebangkitan Azzurri
Pandangan senada juga disampaikan warga lainnya, Nadia Utami (27). Menurut pekerja swasta di kawasan Pontianak Kota ini, rekor yang dicatatkan Pochettino selama fase grup menjadi bukti bahwa sang pelatih berhasil membawa dampak positif bagi tim.
"Langkah ini bagus untuk konsistensi tim. Walau sempat kalah dari Belgia di 16 besar, fakta bahwa AS bisa mengumpulkan poin terbanyak di fase grup kemarin menunjukkan tren positif. Menarik melihat bagaimana perjalanan AS di ajang internasional berikutnya," kata Nadia.
Sementara itu, pengamat olahraga lokal Pontianak, Ferry Irwansyah (35), menilai bahwa U.S. Soccer sedang fokus pada proyek jangka panjang ketimbang sekadar hasil instan.
"Membangun tim nasional itu butuh proses panjang. Memberi kepercayaan kepada Pochettino hingga 2030 artinya federasi memberi ruang untuk pembenahan sistem dan pembinaan pemain muda secara menyeluruh. Kuncinya tinggal bagaimana mereka tampil konsisten di ajang terdekat seperti CONCACAF Nations League," ungkap Ferry.
Sebelumnya, CEO sekaligus Sekretaris Jenderal U.S. Soccer, JT Batson, menegaskan bahwa perpanjangan kontrak ini didasari atas kesamaan visi antara federasi dan Pochettino dalam membangun masa depan sepak bola di Amerika Serikat.
"Mauricio dan stafnya percaya pada masa depan sepak bola di Amerika Serikat, dan proyek baru kami memungkinkan kami melanjutkan perkembangan tim nasional pria Amerika Serikat serta momentum positif U.S. Soccer," terang JT Batson dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, pihak federasi masih memiliki ambisi besar yang harus dicapai, termasuk bersaing di level tertinggi Piala Dunia dan memasyarakatkan olahraga sepak bola di seluruh penjuru negara.
Kontrak awal Pochettino sebelumnya dirancang habis usai gelaran Piala Dunia 2026. Meski perjalanan AS terhenti di babak 16 besar usai ditundukkan Belgia dengan skor 4-1, Pochettino sukses membawa AS mencatatkan sejumlah rekor baru:
Rekor Gol Tunggal: Mencetak gol terbanyak dalam satu laga Piala Dunia sepanjang sejarah AS saat melibas Paraguay 4-1 di laga pembuka Grup D.
Kemenangan Fase Grup: Meraih lebih dari satu kemenangan di fase grup Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1930.
Poin Terbanyak: Mengumpulkan total 6 poin di babak penyisihan grup, rekor tertinggi sepanjang keikutsertaan AS di Piala Dunia.
Pochettino sendiri mengaku optimistis dengan potensi besar yang dimiliki sepak bola Amerika Serikat. Dalam keterangannya, ia berkomitmen untuk terus berkontribusi pada jalur pengembangan pemain muda, pelatih, hingga ekosistem sepak bola secara luas.
"Selama dua tahun bekerja bersama U.S. Soccer, kami semakin yakin bahwa ada potensi yang sangat besar untuk membuat program tim nasional pria menjadi lebih kuat. Kami antusias mendapat kesempatan membawa pengalaman kami untuk membantu memperkuat jalur pengembangan pemain di seluruh federasi," ungkap Pochettino.
Selanjutnya, Pochettino akan langsung memimpin persiapan Timnas AS menghadapi agenda terdekat, yakni ajang Concacaf Nations League 2026-2027 yang akan bergulir mulai September mendatang, diikuti persiapan menuju Piala Emas Concacaf 2027. (*)