Kondisi SDN 05 Bika Hulu Memprihatinkan Hingga Viral, Disdikbud Kapuas Hulu Janji Cek Lapangan
Rivaldi Ade Musliadi August 05, 2026 11:27 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Jagat media sosial di Kalimantan Barat dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan kondisi fisik bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Bika Hulu, Kecamatan Bika, Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu 5 Agustus 2026.

Video yang diunggah oleh akun Facebook atas nama Pra Paskalianus tersebut mendadak menyita perhatian publik lantaran memperlihatkan kondisi sarana dan prasarana sekolah yang rusak parah serta amat memprihatinkan.

Dalam rekaman video berdurasi singkat itu, tampak struktur fondasi dan tiang sangganya—baik di ruang kantor guru maupun ruang kelas—sudah mengecil, lapuk, dan terancam putus. 

Kondisi ini membahayakan keselamatan para siswa serta tenaga pengajar jika sewaktu-waktu bangunan roboh.

Atap Bocor, Plafon dan Lantai Kayu Ambruk

Tak hanya masalah tiang penyangga yang kritis, bagian dalam gedung sekolah juga mengalami kerusakan di berbagai sisi. 

Pada ruangan guru, plafon terlihat sudah rapuh dan hancur akibat rembesan air hujan dari atap yang bocor.

Dampak dari kebocoran atap yang menahun tersebut membuat lantai kayu di beberapa sudut ruangan menjadi lapuk dan ambruk ke bawah.

• Program PTSL BPN Kapuas Hulu, 5 Ribu Sertifikat Ditargetkan Tuntas, Harapan Baru Masyarakat

Kondisi tak kalah memprihatinkan juga terlihat di ruang kelas tempat murid-murid menimba ilmu setiap hari. 

Selain plafon ambruk dan lantai bolong, kayu kusen jendela sekolah sudah banyak yang lapuk dan tidak layak dipakai.

Akibat kerusakan tersebut, kegiatan belajar mengajar (KBM) sering kali terganggu ketika hujan deras turun. 

Para siswa dan guru terpaksa menghentikan proses pembelajaran sejenak untuk memindahkan meja dan kursi ke area ruang kelas yang tidak terkena kucuran air hujan.

Fasilitas penunjang lainnya pun jauh dari kata layak. Meja dan kursi belajar murid banyak yang rusak, dinding sekolah kusam dengan cat yang mengelupas, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (WC) sekolah yang sudah tidak dapat digunakan lagi.

Melalui unggahannya, pemilik akun Pra Paskalianus menaruh harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui dinas terkait dapat segera mengambil langkah cepat untuk memugar atau merenovasi total gedung SDN 05 Bika Hulu demi keamanan anak-anak belajar.

Kadisdikbud Kapuas Hulu Angkat Bicara

Menyikapi rekaman video viral mengenai kondisi SDN 05 Bika Hulu tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi, memberikan respons.

Saat dikonfirmasi oleh jurnalis Tribun Pontianak pada Rabu 5 Agustus 2026, Petrus menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi riil di lapangan.

"Nanti kami cek dulu," ujar Petrus Kusnadi singkat saat dikonfirmasi mengenai kondisi terkini SDN 05 Bika Hulu.

15 Sekolah di Kapuas Hulu Dapat Program Revitalisasi APBN 2026

Terlepas dari kasus SDN 05 Bika Hulu, Petrus Kusnadi sebelumnya mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, terdapat 15 sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP di Kabupaten Kapuas Hulu yang mendapatkan bantuan alokasi anggaran program revitalisasi gedung dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) APBN.

Total anggaran revitalisasi yang dikucurkan untuk 15 sekolah tersebut mencapai kurang lebih Rp 9,2 miliar. 

Sekolah yang menerima bantuan terdiri dari 1 TK, 2 SD, dan 12 SMP, di mana dana ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah dengan besaran bervariasi sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan.

Beberapa sekolah penerima program revitalisasi tersebut di antaranya:

Tingkat TK: TK Pembina Seberuang

Tingkat SD: SDN 15 UPT 3 Silat Hilir Desa Pangeran dan SDN 6 Nanga Seberuang

Tingkat SMP: SMPN 1 Puring Kencana, SMPN 1 Empanang, SMPN 2 Putussibau, SMPN 12 Cempaka Baru, SMPN 1 Mentebah, SMPN 4 Bunut Hulu, SMPN 2 Pengkadan, SMPN 6 Satap Hulu Gurung, SMPN 3 Silat Hilir, SMPN 7 Selimbau, SMPN 4 Satap Jongkong Ujung Said, serta SMPN 2 Bunut Hilir.

Petrus menjelaskan bahwa saat ini pelaksanaan program revitalisasi pada sekolah-sekolah penerima tersebut sedang berjalan dengan sistem swakelola yang dikerjakan langsung oleh pihak sekolah.

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas perhatian terhadap infrastruktur pendidikan di daerah pelosok, mengingat anggaran APBD Kabupaten Kapuas Hulu sangat terbatas untuk menjangkau perbaikan seluruh sekolah secara bersamaan.

"Banyak sekolah yang kita usulkan ke pemerintah pusat. Kita sangat berterima kasih karena pemerintah pusat telah membantu pemerintah daerah membenahi gedung sekolah di Kapuas Hulu, sebab jika hanya mengandalkan DAU APBD, tentu kita tidak akan mampu memperbaiki semuanya sekaligus," pungkas Petrus. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.