Pansus MRPB Siap Fasilitasi Pemda dan Masyarakat Adat Soal Pemalangan Kampus Polinef
Hans Arnold Kapisa August 05, 2026 12:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Panitia Khusus (Pansus) Penyelesaian Masalah Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) melakukan kunjungan ke Fakfak untuk menindaklanjuti persoalan pemalangan berulang di Kampus Politeknik Negeri Fakfak (Polinef).

Sekretaris Pansus MRPB, Irene Temongmere, menyampaikan hal itu kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Rabu (5/8/2026).

“Tentunya apa yang sudah kami dengar dari pihak Kampus Polinef, kami dorong agar ada penyelesaian sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Irene menegaskan, penyelesaian masalah harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat adat pemilik hak ulayat.

“Apabila nanti ada pertemuan dengan pemilik hak ulayat, kita bisa mendengar langsung dari sisi masyarakat adat,” tandasnya.

Baca juga: MRPB Kunjungi Polinef, Serap Masalah dan Cari Solusi Pemalangan Kampus

Menurutnya, Pansus tidak bisa hanya melihat dari satu sudut pandang. Permasalahan harus dibahas secara utuh dengan memprioritaskan kepentingan masyarakat adat.

“Kami fasilitasi masyarakat adat bersama Pemerintah Daerah untuk duduk berbicara, mencari titik temu terkait pemalangan berulang di kampus tersebut,” jelasnya.

Irene menambahkan, aspirasi masyarakat adat khususnya tiga marga pemilik hak ulayat harus diresapi dengan baik agar lahir langkah konkret penyelesaian.

“Pada prinsipnya, pendidikan sangat penting bagi generasi masa depan Papua. Terlebih Polinef merupakan satu-satunya kampus politeknik negeri di Tanah Papua,” tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.