TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Kali ini, kegiatan dipusatkan di halaman Masjid Agung An-Nuur Pare, Rabu (5/8/2026).
Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan warga telah memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Bahkan, sebelum kegiatan resmi dibuka pukul 08.30 WIB, antrean panjang sudah terlihat di sejumlah stan penjualan.
Pada pelaksanaan GPM kali ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menyiapkan sekitar 4 ton beras SPHP, dua kali lipat dari stok biasanya karena tingginya antusiasme masyarakat.
Selain beras, tersedia pula gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur ayam, hingga berbagai produk UMKM Kabupaten Kediri seperti makanan olahan, frozen food, bakso, siomay, aneka keripik, camilan, produk handmade, pakaian, dan sepatu.
Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Budi Setyo Kurniawan, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah menekan harga kebutuhan pokok yang masih relatif tinggi di pasaran.
Baca juga: Rumah dan Warung di Blitar Terbakar, 3 Orang Sekeluarga Alami Luka Bakar Diduga Dipicu Bensin Eceran
"Hari ini tersedia beras SPHP dari Bulog dengan harga Rp57.000 per kemasan 5 kilogram atau sekitar Rp11.400 per kilogram," katanya.
Menurut Budi, komoditas yang dijual berasal langsung dari produsen maupun mitra pemerintah sehingga harganya lebih murah dibandingkan pasar.
Minyak goreng didatangkan langsung dari distributor, gula pasir berasal dari kerja sama dengan Koperasi Konsumen Tebu (KTSGN), sedangkan bawang merah dan bawang putih dipasok pelaku UMKM yang bermitra dengan petani.
Sementara telur ayam dijual lebih murah karena dipasok langsung dari peternak melalui Badan Usaha Gerakan (BG) Canda Bhirawa.
Ia menjelaskan, harga sejumlah komoditas di pasar masih cukup tinggi. Beras premium, misalnya, masih berada di kisaran Rp19.500 per kilogram, sedangkan gula pasir dijual rata-rata di atas Rp16.000 per kilogram.
Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat bisa membeli gula pasir seharga Rp15.000 per kilogram, sementara beras SPHP dijual jauh di bawah harga pasar.
Budi menambahkan, sepanjang Juli hingga Agustus 2026, Gerakan Pangan Murah telah digelar di 18 titik di berbagai wilayah Kabupaten Kediri.
Secara keseluruhan, sejak Januari hingga awal Agustus 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 39 kali sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
"Khusus di Pare hari ini kami menambah stok beras menjadi 4 ton. Biasanya hanya sekitar 2 ton, tetapi melihat tingginya kebutuhan masyarakat kami menambah pasokan agar lebih banyak warga yang bisa mendapatkan beras murah," jelasnya.
Sementara itu, Camat Pare Habib Adnan mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah karena dinilai sangat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
"Harapannya kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau," katanya.
Salah seorang warga, Fatmawati, asal Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, mengaku sengaja datang sejak pagi bersama teman-temannya untuk membeli beras SPHP.
Menurutnya, harga beras yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan di toko maupun pasar sehingga ia membeli dua sak sekaligus.
"Semoga bisa berlanjut acara seperti ini," ucap Fatmawati.
(Tribunmataraman.com/Isya Anshori)