Tribunlampung.co.id, Tanggamus – Polres Tanggamus bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus sukses menggelar panen perdana bawang putih varietas Sanggah Sembalun di Pekon Datarajan, Kecamatan Ulubelu, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga: Polres Tanggamus Panen Perdana 5 Ton Bawang Putih di Ulubelu, Siap Kembangkan Sentra Baru
Hasil panen tidak hanya mencapai sekitar 3 hingga 5 ton, tetapi juga memiliki kualitas mulai dari grade A, grade B, hingga grade C.
Panen dilakukan di lahan seluas 6.700 meter persegi atau sekitar 0,67 hektare setelah tanaman memasuki usia 100 hari setelah tanam (HST).
Selanjutnya, bawang putih dikeringkan di lantai jemur Pekon Datarajan sebelum disimpan di gudang penyimpanan di Pekon Ngarip, Kecamatan Ulubelu.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan, keberhasilan panen perdana tersebut merupakan hasil penanaman yang dilakukan bersama kelompok tani binaan pada 21 April 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
"Kami melaksanakan panen perdana bawang putih bersama jajaran Forkopimda. Sekitar tiga bulan lalu, tepatnya 21 April 2026, kami melakukan penanaman perdana di lahan kurang lebih 7.000 meter persegi. Alhamdulillah hasilnya sangat baik. Budidaya bawang putih ini merupakan bentuk dukungan Polres Tanggamus bersama kelompok tani terhadap program ketahanan pangan pemerintah," kata Rahmad.
Menurut Rahmad, kualitas hasil panen yang mencapai grade A menjadi bukti bahwa budidaya bawang putih di dataran tinggi Ulubelu memiliki prospek yang sangat baik.
Keberhasilan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari tim Kementerian Pertanian serta kelompok tani asal Sembalun, Lombok Timur, yang datang langsung meninjau lokasi budidaya.
"Hasil panen ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penanaman berikutnya. Kami akan memperbaiki pengolahan lahan, memperkuat kolaborasi dengan stakeholder terkait, serta memberikan pelatihan kepada kelompok tani agar budidaya bawang putih di Ulubelu maupun wilayah lain di Tanggamus terus berkembang," ujarnya.
Selain panen perdana, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi budidaya bawang putih, dialog bersama petani, dan peninjauan hasil panen sebagai upaya meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengembangkan komoditas tersebut.
Sementara itu, Bupati Tanggamus Moh Saleh Asnawi mengapresiasi langkah Polres Tanggamus yang menggandeng kelompok tani untuk mengembangkan bawang putih di wilayah dataran tinggi Ulubelu.
Menurutnya, hasil panen perdana dengan kualitas yang baik menunjukkan bahwa Ulubelu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi bawang putih di Provinsi Lampung.
"Kita melihat sendiri hasil panennya sangat baik. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan beberapa hektare lahan untuk kembali ditanami bawang putih karena wilayah Ulubelu memiliki kondisi yang sangat cocok untuk komoditas ini," ujar Bupati.
Ia menambahkan, bawang putih memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena masa tanamnya relatif singkat, sekitar tiga hingga empat bulan.
Komoditas tersebut dinilai dapat menjadi alternatif sumber pendapatan masyarakat selain kopi dan tanaman perkebunan lainnya.
Pemkab Tanggamus, lanjutnya, akan terus mendukung pengembangan budidaya bawang putih agar semakin luas, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)