BAZNAS Ciamis Targetkan Penghimpunan Infak Desa Rp10 Juta per Bulan
ferri amiril August 05, 2026 12:20 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis memasang target baru pada periode kepengurusan 2026-2031. 

Setelah seluruh desa di Kabupaten Ciamis berhasil membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kini BAZNAS menargetkan setiap UPZ desa mampu menghimpun infak lebih dari Rp10.000.000 setiap bulan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.BA., mengatakan fokus BAZNAS saat ini bukan lagi membentuk UPZ, melainkan meningkatkan kapasitas penghimpunan infak secara merata di seluruh desa.

"Target kami sekarang adalah pemerataan. Desa-desa yang penghimpunannya masih di bawah Rp10.000.000 akan terus kami dorong agar bisa naik," kata Lili, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, BAZNAS telah memetakan kemampuan penghimpunan infak setiap desa. 

Baca juga: Profil AKBP Eko Iskandar yang Saat Ini Pimpin Polres Ciamis

Desa yang mampu mengumpulkan infak lebih dari Rp10.000.000 per bulan masuk kategori Grade A, penghimpunan Rp5.000.000 hingga Rp10.000.000 masuk Grade B, sedangkan desa dengan penghimpunan di bawah Rp5.000.000 menjadi prioritas pembinaan.

Lili menjelaskan, pengelompokan tersebut dilakukan agar pola pendampingan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa.

"Setiap desa memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, pola pembinaannya juga tidak bisa disamakan. Kami ingin pendampingan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan," ujarnya.

Ia menambahkan, desa yang penghimpunan infaknya masih rendah akan mendapatkan pembinaan lebih intensif. 

Dana yang berhasil dihimpun nantinya diarahkan untuk mendukung penanganan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, hingga membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.

Sementara itu, desa yang telah mampu menghimpun infak lebih dari Rp10.000.000 setiap bulan akan didorong menjadi Kampung Zakat.

Di tahap tersebut, program yang dijalankan tidak hanya berupa bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM, peternakan, hingga usaha produktif lainnya.

"Kami ingin setiap desa berkembang sesuai tahapannya. Yang masih rendah kami kuatkan penghimpunannya, sementara yang sudah tinggi kami dorong menjadi Kampung Zakat agar manfaat zakat semakin luas dan berkelanjutan," katanya.

Lili optimis target tersebut dapat tercapai melalui pembinaan yang berkesinambungan, dukungan pemerintah desa, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berinfak dan berzakat.

Menurutnya, semakin banyak desa yang mampu menghimpun infak di atas Rp10.000.000 setiap bulan, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.

"Kami berharap peningkatan penghimpunan infak di tingkat desa tidak hanya memperkuat program-program BAZNAS, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Ciamis," pungkasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.