Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Balai Taman Nasional (BTN) Kelimutu membenarkan terjadinya longsor pada dinding pembatas antara Kawah Tiwu Ata Polo dan Kawah Tiwu Nua Muri Ko'o Fai di kawasan Danau Kelimutu, Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, pada Rabu (4/8/2026).
Meski terjadi longsor, pihak BTN Kelimutu memastikan kondisi Gunung Kelimutu masih berada dalam status normal sehingga aktivitas kunjungan wisata tetap berlangsung seperti biasa.
Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Heru Rudiharto, menjelaskan bahwa peristiwa longsor tersebut tidak berkaitan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu.
Menurutnya, longsor merupakan fenomena yang dapat terjadi secara alami, mengingat Kelimutu merupakan gunung api aktif.
Baca juga: BREAKING NEWS: Longsor Dinding Danau Kelimutu Ende Viral di Media Sosial
"Memang benar terjadi longsor, tetapi jika dikaitkan dengan aktivitas Gunung Kelimutu, kondisinya masih normal karena Kelimutu merupakan gunung api aktif," ujar Heru saat ditemui di sela-sela kegiatan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (5/8/2026) siang.
Heru menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya peningkatan suhu kawah, aktivitas kegempaan, maupun peningkatan emisi uap belerang yang dapat mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.
"Ini sebenarnya merupakan fenomena normal pada gunung api aktif. Yang penting, masyarakat dan pengunjung tetap tenang, waspada, tidak melewati pagar pembatas, serta mengikuti arahan petugas," katanya.
BTN Kelimutu mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berkunjung agar tetap mematuhi aturan keselamatan selama berada di kawasan wisata.
Pengunjung diminta tetap berada pada jarak aman, tidak keluar dari pagar pembatas, serta selalu memperhatikan informasi dan arahan petugas di lapangan.
Heru menambahkan, apabila di kemudian hari terjadi peningkatan aktivitas Gunung Kelimutu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan segera mengeluarkan pengumuman resmi.
BTN Kelimutu juga akan mengambil langkah penutupan kawasan wisata apabila kondisi dinilai membahayakan.
"Tetap tenang. Jika nantinya terjadi peningkatan aktivitas, PVMBG akan mengeluarkan pengumuman dan kami akan melakukan penutupan. Namun, sejauh ini belum ada peningkatan aktivitas sehingga kawasan masih aman untuk dikunjungi," tegasnya. (Bet)