Cegah Perundungan Sejak Dini, KKN Unhas Gelar Sosialisasi Anti-Bullying untuk Siswa SD di Bantaeng
Kiki Content Writer August 05, 2026 03:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar sosialisasi pencegahan bullying atau perundungan bagi siswa sekolah dasar di Desa Bonto Matene, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, pada 21–22 Juli 2026.

Program kerja individu tersebut diinisiasi oleh Muhammad Fadel Yusuf di SD Inpres Bonto Matene dan SD Inpres Morowa.

Kegiatan ini menyasar siswa kelas IV, V, dan VI dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai bahaya perundungan serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Dalam sosialisasi, peserta diperkenalkan dengan pengertian bullying beserta berbagai bentuknya, mulai dari perundungan fisik, verbal, hingga sosial. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak yang dapat ditimbulkan terhadap kondisi psikologis, emosional, dan perkembangan sosial korban.

Muhammad Fadel Yusuf menjelaskan bahwa pencegahan bullying perlu dimulai sejak usia dini melalui pembiasaan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah.

Selain itu, siswa diajak memahami langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan, seperti melapor kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.

Agar materi lebih mudah dipahami, penyampaian dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, sesi tanya jawab, dan kuis edukatif. Metode tersebut mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya mencegah bullying sejak dini.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung, baik saat menjawab pertanyaan maupun berbagi pengalaman dan pendapat mengenai cara menciptakan lingkungan sekolah yang positif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap para siswa semakin memahami pentingnya menolak segala bentuk perundungan serta mampu membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.

Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya sekolah yang ramah anak sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Desa Bonto Matene.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.