Alwi Farhan Hadapi Kejuaraan Dunia 2026 dengan Kepercayaan Diri meski Ada Kekhawatiran di India
Delia Mustikasari August 05, 2026 04:33 PM

 

DELIA MUSTIKASARI/BOLASPORT.COM
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, menjawab pertanyaan media di sela kunjungan CdM Asian Games 2026 di pelatnas Cipayung, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

BOLASPORT.COM - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, menghadapi Kejuaraan Dunia 2026, 17-23 Agustus di New Delhi, India, dengan rasa percaya diri.

Hal ini berkaca dari perjalanannya selama mengikuti turnamen hingga Juli. Pada Japan Open 2026 (Super 750), Alwi terhenti pada perempat final setelah kalah dari Kodai Naraoka (Jepang).

Dia langsung tersingkir pada babak pertama China Open 2026 (Super 1000) seusai ditumbangkan Ayush Shetty (India).

"Perjalanan saya cukup baik walaupun terlambat sampai Tanah Air  karena ada penerbangan yang diganti. Ada badai Taifun di area Changzhou. Persiapan saat ini amat sangat bagus, Saya sangat menyiapkan diri untuk bisa mencapai target pada kejuaraan dunia," kata Alwi kepada media, termasuk BolaSport.com di pelatnas Cipayung, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

"Performa saya dari minggu pertama sangat all out. Ketika kalah saya sudah mengerahkan semua tenaga, tetapi memang ada sedikit evaluasi yang kemarin lawan saya menang secara pengalaman Lawan menang karena mendapat dukungan dari suporter tuan rumah."

"Sangat disayangkan, tetapi saya harus berjuang untuk minggu berikutnya. Saya sudah mencoba fight. Saya merasa bermain saat 2,5 game bagus pada China Open, tetapi interval game ketiga saya amat sangat tertekan. Rasanya banyak keraguan yang muncul. Jadi, kurang bisa siap."

Menuju Kejuaraan Dunia 2026, Alwi beharap perjalanannya bisa lebih baik dari tahun lalu.

"Tetap saya disini bukan menjadi unggulan pada kejuaraan dunia, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau saya bisa melaju jauh," ujar Alwi.

"Pastinya saya sangat mempersiapkan diri untuk bisa tampil terbaik karena ini kejuaraan dunia sangat bergengsi. Beberapa bulan ini saya akan menghadapi turnamen besar."

"Jadi, saya akan sangat berusaha dalam persiapan dan bagaimana hasilnya nanti, saya tidak mau menyesali karena ketika di latihan saya sudah mengerahkan semua kemampuan."

Selain Kejuaraan Dunia akan ada ajang besar lainnya yakni Asian Games 2026 yang digelar di Aichi-Nagoya, Jepang, 19 September-6 Oktober.

"Mari kita lihat, belum ada pengumuman resmi dari NOC dan PBSI. Saya tidak bisa melangkahi. Memang kami dari pemain sudah diberi gambaran. Tetapi, balik lagi saya tidak bisa mendahului NOC dan PBSI," tutur Juara Dunia Junior 2023 itu.

"Tetapi, pastinya saya berjuang untuk menghadapi Kejuaraan Dunia dulu dan ada China Masters sebelum ke Asian Games. Pastinya saya akan fokus step by step turnamennya. Pastinya all out pada turnamen di depan dulu."

"Jadwal turnamen memang cukup padat dengan persiapan. Tidak ada perbedaan waktu yang lama juga dengan di Jepang. Tidak ada perubahan cuaca juga saya rasa jadi ok saja. Lebih butuh aklimatisasi saat di Eropa karena ada perbedaan waktu dan suhu. Kalau di Asia masih ok."

"Mau membela negara mana mungkin. Tidak usah terlalu berpikir jauh ke depan karena saya selalu diingatkan untuk hadir di momen sekarang dan apa yang ada di depan dulu."

Terkait persaingan tunggal putra yang tidak memiliki dominasi kuat sehingga memberi peluang bagi semua pemain, pebulu tangkis berusia 21 tahun itu melihat secara positif.

"Pastinya posisi unggulan memiliki keistimewaan tidak bertemu dengan pemain unggulan lainnya pada babak awal. Tapi, kita lihat cukup merata. Tidak ada yang tidak mungkin. Saya akan sangat berusaha," kata Alwi.

"Saya memacu diri setiap hari sampai batas saya. Mari kita lihat hasilnya. Pastinya akan bermain dengan mindset kans itu ada. Kalau kita turun ke lapangan, mindset kita akan menang dan kita yang terbaik, buat apa turun ke lapangan."

Selain persaingan pemain, tantangan mengikuti turnamen di India juga cukup besar.

New Delhi secara rutin masuk dalam daftar ibu kota paling tercemar di dunia selama musim dingin, dengan kualitas udara yang buruk menjadi kekhawatiran yang berulang bagi acara olahraga internasional.

"Ya memang itu kondisinya dan memang itu suasananya. Mau ngomong apa? Saya tidak tahu kondisinya seperti apa, saya dapat info BWF dua minggu sebelum perhelatan dimulai, BWF sudah stand by disana untuk memastikan bahwa tidak ada lagi yang dikeluhkan seperti kemarin," ucap Alwi.

"Saya berharap kejuaraan dunia penyelenggaraannya bisa bagus dan tim Indonesia bisa memberi yang terbaik."

"Mungkin kalau saya khawatir ya khawatir, tetapi saya tidak mau rugi karena semuanya merasakan. Yang ada begitu mau bagaimana lagi. Harus kita nikmati saja."

Keluhan datang ke penitia penyelenggara India Open 2026 karena kondisi lapangan yang kotor karena ada kotoran burung, dan  cuaca yang terlalu dingin-berkabut 

"Meski begitu, kejuaraan dunia hawanya berbeda sekali. Tidak ada yang senyum, pasti semuanya susah tidur, sudah tidak sabar untuk bermain. Sudah takut duluan sebelum bermain. Itulah tantanganya karena turnamen besar dan bergengsi," aku Alwi.

"Memang juara, yang layak bisa mengatasi itu semua. Tetapi, nanti kita lihat siapa yang bisa menjadi juara dan bisa mengatasi semua rasa ragu-ragu, rasa takut."

"Meskipun lawannya itu-itu lagi, tetapi nama kejuaraan dunia menantang juga."

Undian Kejuaraan Dunia 2026 akan digelar hari ini, Rabu (5/8/2026), mulai pukul 16.30 WIB.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.