Profil Maliya Finda Pendaki Asal Surabaya Aktif Hiking, Kini Ditemukan Meninggal di Gunung Piramid
Thoriq August 05, 2026 05:40 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Maliya Finda (51), pendaki asal Surabaya yang sempat dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Piramid, Bondowoso, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia bersama pemandu lokal Irfan Nasrul Laili pada Selasa (4/8/2026).

Kabar duka tersebut mengundang perhatian publik, terlebih Maliya dikenal sebagai sosok yang memiliki hobi menjelajahi pegunungan.

Berdasarkan unggahan di akun Instagram pribadinya, Maliya merupakan pencinta alam yang aktif mendokumentasikan berbagai perjalanan pendakiannya.

Feed media sosialnya dipenuhi potret saat berada di puncak gunung maupun sepanjang jalur pendakian bersama rekan-rekan sesama pendaki.

Sejumlah gunung yang diketahui pernah didaki Maliya antara lain Gunung Rinjani, Gunung Lawu, Gunung Buthak, Gunung Kawi, Gunung Penanggungan, Gunung Merbabu, Gunung Agung, Gunung Kerinci, Gunung Arjuno, Gunung Lorokan, Gunung Prau, serta Gunung Kelud yang baru-baru ini didaki.

Baca juga: Ditunda karena Cuaca, Evakuasi Dua Pendaki Tewas di Gunung Piramid Bondowoso Dilanjutkan Hari Ini

Selain mendaki, Maliya juga memiliki ketertarikan pada kegiatan luar ruang lainnya. Pada bio akun Instagram pribadinya, ia mencantumkan hobi "Hiking & Cycling", yang menunjukkan kecintaannya terhadap aktivitas alam bebas dan olahraga.

Meski telah berusia 51 tahun, semangat Maliya untuk menjelajahi alam tidak pernah surut. Ia tetap aktif mengikuti pendakian ke berbagai gunung bersama komunitas maupun sahabat-sahabatnya.

Unggahan-unggahannya memperlihatkan sosok yang menikmati setiap perjalanan dan menjadikan alam sebagai ruang untuk melepas penat.

Pendakian ke Gunung Piramid, Bondowoso, menjadi perjalanan terakhir Maliya. Ia mendaki bersama pemandu lokal Irfan Nasrul Laili. Namun, keduanya dilaporkan hilang kontak sejak Minggu (2/8/2026), sehingga memicu operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan komunitas pencinta alam.

Setelah melakukan pencarian selama dua hari, tim SAR akhirnya menemukan kedua korban di dasar tebing Gunung Piramid. Medan yang curam dan ekstrem membuat proses evakuasi berlangsung cukup sulit. Jenazah keduanya kemudian berhasil dievakuasi untuk dibawa ke rumah sakit.

Kepergian Maliya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan pendaki. Di media sosial, banyak warganet yang menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang sosoknya sebagai perempuan yang tangguh, ramah, dan memiliki semangat tinggi dalam menjelajahi alam Indonesia.

Perjalanan Maliya Finda menjadi pengingat bahwa keindahan alam pegunungan selalu berdampingan dengan risiko yang harus dihadapi. Meski memiliki pengalaman mendaki sejumlah gunung, setiap pendakian tetap memerlukan persiapan yang matang, kewaspadaan, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan agar perjalanan dapat berlangsung dengan aman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.