Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Kemunculan seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di dekat pemukiman Dusun Alur Merbo, Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, memicu respon cepat dari aparat kepolisian setempat.
Guna mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa dilindungi tersebut, Polsek Simpang Jernih, Polres Aceh Timur, mendatangi lokasi sekaligus memperketat koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Kapolsek Simpang Jernih, Ipda Dwi Andika Lubis SH bersama warga setempat turun langsung meninjau area ditemukannya jejak kaki satwa pemangsa tersebut sejak Senin (03/08/2026) sore.
Langkah ini diambil untuk memverifikasi laporan warga sekaligus memetakan titik kerawanan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Jika menemukan jejak atau melihat keberadaan harimau, segera laporkan ke aparat. Jangan coba mendekati, apalagi mengusirnya sendiri," tegas Ipda Dwi Andika Lubis pada Rabu (5/08/2026).
Baca juga: BKSDA Evakuasi Seekor Harimau Sumatera di Serbajadi, Warga Diimbau Tetap Waspada
Sebagai bentuk mitigasi risiko, Polsek Simpang Jernih dan BKSDA menyepakati sejumlah langkah strategis terdiri dari
Melakukan patroli dan pemantauan teratur di sekitar wilayah Desa Pante Kera untuk mendorong harimau kembali ke habitat aslinya.
Mendorong warga untuk lebih berhati-hati saat berkebun atau berladang, terutama pada rentang waktu rawan sore hingga malam hari
"Kami juga melarang aksi mandiri dari warga yang berpotensi memprovokasi satwa liar dan memicu bahaya. Warga diminta menghindari bepergian seorang diri di zona rawan," tuturnya.
Serta menyiapkan akses komunikasi cepat jika harimau terdeteksi mendekati area kandang ternak maupun permukiman.
Kapolsek menegaskan bahwa penanganan masalah ini memerlukan kolaborasi erat antara masyarakat, kepolisian, dan BKSDA.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada perlindungan jiwa warga, tetapi juga upaya mitigasi agar satwa langka tersebut dapat diselamatkan tanpa melukainya.
"Dengan komunikasi yang cepat dan koordinasi yang baik, potensi risiko dapat diminimalkan. Kami berharap seluruh masyarakat mematuhi imbauan ini agar upaya penyelamatan satwa dilindungi ini berjalan sebagaimana mestinya," pungkasnya. (*)