Menteri Ketenagakerjaan Beri Kuota 10 Ribu Pelatihan Vokasi Gratis di Sulawesi Tenggara pada 2026
Desi Triana Aswan August 05, 2026 04:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Menteri Ketenagakerjaan, Prof Yassierli memberikan kuota sebanyak 10 ribu untuk pelatihan vokasi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tahun 2026.

Informasi tersebut disampaikan Yassierli kepada Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Jalan KH Muhammad Dahlan, Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia, Rabu (5/8/2026).

“Saya juga sudah sampaikan ke Gubernur Sultra, khusus untuk Sultra kita siapkan minimal 10 ribu kuota pelatihan hingga Desember 2026,” kata Prof Yassierli.

Pelatihan akan dilaksanakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.

BPVP Kendari menyediakan 13 kejuruan, yakni listrik, elektronika, bisnis dan manajemen, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), otomotif.

Kemudian, pertambangan, welding atau las, bangunan, kecantikan, fashion technology, pariwisata, teknologi pengolahan hasil pertanian, serta produktivitas.

Seluruh pelatihan diselenggarakan secara gratis untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja peserta agar siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.

Baca juga: Syarat Ikut Pelatihan Excavator di BPVP Kendari Tahun 2026: Minimal Usia 18 Tahun, Tinggi 160 CM

“Ini akan kita update terus pelatihannya. Nanti juga kita akan sambungkan ke kawasan industri,” tuturnya.

Ia menyampaikan peserta akan memperoleh berbagai fasilitas, meliputi makan siang, bantuan transportasi, sertifikat pelatihan dari BPVP, serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Adapun program tersebut diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat dan terbuka untuk masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun pada platform SIAPkerja.

Selain pelatihan vokasi, Kementerian Ketenagakerjaan juga membuka Program Magang Nasional dengan total kuota 150 ribu peserta. 

Untuk mendapatkan kuota tersebut, perusahaan di daerah harus membuka lowongan magang dengan mendaftar ke Kementerian Ketenagakerjaan.

 Yassierli berharap kesempatan itu dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Sultra.

“Para lulusan perguruan tinggi di Sultra bisa memanfaatkan kesempatan ini. Batch pertama sudah selesai dan magang dimulai pada 10 Agustus 2026. Setelah itu akan dibuka batch kedua sebanyak 50 ribu peserta dan batch ketiga 50 ribu peserta lagi,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan keterampilan harus mengikuti kebutuhan industri yang terus berubah, termasuk akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, green jobs, dan sektor ekonomi kreatif.

Meski demikian, kompetensi yang dipelajari tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing industri.

“Yang saya dengar, Sultra saat ini sudah banyak proyek yang sedang dibangun. Saya yakin ini menjadi kesempatan dan peluang yang luar biasa bagi para lulusan di Sultra,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.