TRIBUNPAPUABARAT.COM, TOLIKARA – Lima pekerja proyek jalan dilaporkan tewas dalam peristiwa penyerangan di sekitar kawasan Kali Kabur, Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (2/8/2026).
Selain menewaskan lima orang, insiden tersebut juga mengakibatkan lima pekerja lainnya selamat dan berhasil dievakuasi aparat gabungan.
Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 sempat menghadapi gangguan keamanan berupa kontak tembak dengan pihak yang belum teridentifikasi.
Meski demikian, proses evakuasi tetap dilaksanakan secara terukur dengan keselamatan korban dan personel sebagai prioritas.
Baca juga: Warga Fakfak Masih Kesulitan Air Bersih di Usia 81 Tahun Kemerdekaan RI
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, lima korban meninggal dunia diakibatkan luka tembak dan luka penganiayaan berat.
"Empat korban meninggal dunia masing-masing berinisial AS, EA, dan B telah berhasil dievakuasi ke RSUD mulia dan ACR telah berhasil dievakuasi ke RSUD Karubaga, Kabupaten Tolikara. Sementara satu korban meninggal dunia lainnya merupakan masyarakat asli papua yang hingga saat ini masih dalam proses identifikasi,” jelas Kasatgas Humas.
Sementara itu, lima korban selamat masing-masing berinisial WR, SS, HM, SU, dan JJM.
Para korban telah mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke RSUD Mulia untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kasatgas Humas menambahkan, informasi awal yang diperoleh petugas di lapangan menyebutkan aksi tersebut diduga dilakukan oleh KKB Kodap X Tolikara pimpinan Rambo Botak.
Namun demikian, dugaan keterlibatan kelompok tersebut masih terus diverifikasi dan didalami oleh penyidik berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, serta hasil penyelidikan di lapangan.
“Kami tidak ingin mendahului hasil penyelidikan. identitas dan pihak yang bertanggung jawab akan disampaikan setelah didukung oleh hasil penyelidikan dan alat bukti yang memadai,” ucap Kasatgas.
Baca juga: DPRK Manokwari Tekankan Perbaikan Layanan Publik dalam Evaluasi LKPJ 2025 Bupati
Terkait proses penyelidikan, polisi masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku maupun motif penyerangan.
“Saat ini penyidik terus mengumpulkan dan memeriksa barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta mendalami berbagai informasi untuk mengidentifikasi pelaku, mengungkap motif, modus, dan memastikan pihak bertanggung jawab, Terkait pasal akan disangkakan, hal tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan, alat bukti, dan konstruksi hukum perkara. kami tidak akan mendahului proses penyidikan yang masih berjalan,” terang Kasatgas.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan memastikan pengungkapan kasus dilakukan sesuai ketentuan hukum.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Saat ini petugas kepolisian yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran kewilayahan terus bekerja secara maksimal untuk mengungkap pelaku maupun motif di balik peristiwa ini.
Baca juga: Pembangunan Pelabuhan Babo dan 4 Jetty Dorong Konektivitas Ekonomi Teluk Bintuni
Seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz-2026.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun dugaan identitas pelaku yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kesimpangsiuran informasi serta mengganggu proses penyelidikan.
Masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait peristiwa tersebut diharapkan dapat menyampaikannya kepada aparat kepolisian. (*)