BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarbaru, Sirajoni mengajak semua unsur bekerjasama dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Harapan itu ia sampaikan saat memimpin apel siaga bencana karhutla serta kekeringan di Lapangan Murjdani Banjarbaru, Selasa (4/8/2026).
Pemko Banjarbaru sendiri telah menetapkan status siaga darurat karhutla dan kekeringan dengan mempertimbangkan sejumlah kejadian kerhutla saat memasuki musim kemarau ini.
Bahkan, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru, lahan di wilayah Banjarbaru yang telah terbakar sudah mencapai 627 hektare dari 93 kali kejadian karhutla di 2026.
Baca juga: Karhutla Melanda Puncak Tengger Tahura Sultan Adam Kalsel , Heli Water Bombing Dikerahkan
Sekda mengatakan, kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Sekda menegaskan peran aktif seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana khususnya karhutla uang belakangan sering terjadi di Banjarbaru.
“Kesan yang kita ingin munculkan adalah bahwa untuk menuntaskan ataupun menghadapi kebakaran hutan dan kekeringan ini, kita perlu bergandengan tangan, kita perlu berkolaborasi bersama-sama untuk menciptakan Banjarbaru yang nyaman, yang tentunya tidak ada api tidak ada kebakaran lahan,” katannya.
Sirajoni menekankan pentingnya mengedepankan upaya pencegahan, di antaranya meningkatkan patroli di wilayah rawan, melakukan pemantauan secara berkala.
Baca juga: Karhutla di Banjarbaru Sudah Menghanguskan 627 Hektare Lahan
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Jadi kita mengharapkan juga bahwa peran serta masyarakat, peran serta semua elemen di masyarakat ini sangat kita perlukan untuk menuntaskan ataupun menghadapi bencana ini, pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)