PROHABA.CO, SIGLI – Ketersediaan semen di sejumlah toko bangunan di Kabupaten Pidie mulai mengalami kelangkaan dalam sepekan terakhir.
Kondisi tersebut membuat para pedagang kesulitan memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat, sementara pasokan dari distributor disebut terbatas.
Salah seorang pedagang bahan bangunan di Sigli, M Diah, mengaku stok semen di tokonya cepat habis karena tingginya permintaan masyarakat.
Di sisi lain, jumlah pasokan yang diterima dari distributor tidak sesuai dengan jumlah yang dipesan.
"Kami mengajukan pesanan sebanyak 700 sak semen, tetapi yang dikirim hanya sekitar 250 sak," ujar M Diah dikutip Serambinews.com, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, dari total 250 sak yang diterima tersebut, sekitar 100 sak telah dibeli masyarakat dalam waktu singkat.
Kondisi itu membuat persediaan di tokonya terus menipis.
Untuk mengantisipasi stok cepat habis, pihaknya terpaksa membatasi jumlah penjualan kepada setiap pembeli.
Baca juga: Aceh Butuh Tambahan Semen, Wagub Dek Fadh Lapor ke Mendagri dan Danantara
Baca juga: Kejari Aceh Timur Limpahkan Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Anak ke PN Idi, 2 Terdakwa akan Disidang
Langkah tersebut dilakukan agar lebih banyak pelanggan tetap bisa memperoleh kebutuhan semen, meski dalam jumlah terbatas.
"Kami harus membatasi penjualan kepada pembeli. Kalau tidak dibatasi, stok di toko akan cepat habis dan masyarakat lainnya tidak kebagian," katanya.
M Diah mengungkapkan, harga semen di Kabupaten Pidie saat ini masih berada di kisaran Rp85.000 hingga Rp90.000 per sak.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab berkurangnya pasokan semen dari distributor.
Namun, menurutnya kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir dan dirasakan oleh sejumlah pedagang bahan bangunan di wilayah Pidie.
Sementara itu, untuk komoditas bahan bangunan lainnya, kondisi pasokan dan harga masih relatif stabil.
Bahkan, M Diah menyebut harga besi berpotensi mengalami penurunan dalam waktu dekat sehingga belum memberikan dampak terhadap aktivitas pembangunan secara keseluruhan.
Para pedagang berharap distribusi semen segera kembali normal agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas pembangunan," pungkasnya.
(Serambinews.com/Muhammad Nazar)
Baca juga: Mualem Bentuk Tim Khusus Usut Kelangkaan Semen dan BBM di Aceh
Baca juga: Semen Langka di Aceh Tamiang, Harga Melonjak Dua Kali Lipat hingga Rp100 Ribu per Zak
Baca juga: Kisah Pilu Kebakaran Dayah Rauzatul Jannah Pidie Jaya, Tabungan Nikah Guru Ngaji Rp 20 Juta Hangus