Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Pemerintah Kabupaten Ende bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan melakukan kajian peningkatan stok BBM di SPBU.
Kajian peningkatan stok BBM ini guna menjawab kondisi antrean kendaraan di tiga SPBU di Kota Ende yang terjadi belakangan ini.
"Hari ini ada zoom dengan pemerintah provinsi terkait dengan kajian untuk meningkatkan stok BBM," ujar Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda usai melaunching program ELIA dan SRIKANDI di Kantor Bupati Ende, Rabu (5/8/2026) siang.
Ia juga menyoroti penerapan Pergub 13 tahun 2025 tentang optimalisasi pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan dan alat yang belakang ini sepertinya tidak lagi diterpakan secara maksimal.
"Saya kira Pergub 13 tahun 2025 itu harus tetap dijalankan," tandasnya.
Baca juga: Dukung BBM Satu Harga, Pemkab Ende Kaji Rencana Pembangunan SPBU di Detusoko
Hingga Selasa (4/8/2026) siang, antrean kendaraan di SPBU Wirajaya dan SPBU Gatot Subroto masih terus terjadi.
Malam sebelumnya, antrean kendaraan juga masuk terlihat di dua SPBU di Kota Ende itu.
Pantauan TribunFlores.com sepekan terakhir, antrean kendaraan tersebut kadang hanya terjadi pada pagi hari, siang dan malam hari.
Ironisnya, pengelola SPBU tidak mengetahui secara pasti penyebab terjadinya antrean kendaraan tersebut.
Manajer SPBU Gatot Subroto, Wilton mengaku, stok BBM normal.
"Kita juga kurang tahu, di SPBU normal pelayanan, produk dan pompa tersedia, stok aman," jelasnya, Selasa (4/8/2026) siang.
Wilhelmus Reda, salah satu pengendara roda dua mengaku resah dengan kondisi tersebut.
"Ini kira-kira apa penyebabnya? Kalau setiap hari seperti ini, aktivitas bisa terhambat," ujarnya saat ditemui di SPBU Wirajaya saat sedang mengantre.
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Ende segera mengambil langkah konkret guna mengatasi kondisi tersebut dan berharap tidak sampai terjadi kelangkaan BBM. (Bet)