Vaksinasi HPV Dosis Ketiga di Palu Dorong Pencegahan Kanker Serviks
Fadhila Amalia August 05, 2026 05:08 PM

TRIBUNPALU.COM, PALU – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palu kembali melaksanakan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis ketiga sebagai bagian dari Program Nasional Sejuta Vaksin HPV, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan perlindungan masyarakat, khususnya perempuan, terhadap risiko kanker serviks.

Pelaksanaan vaksinasi berlangsung di Kantor BBPOM Palu dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum.

Baca juga: BBPOM Palu Gelar Vaksinasi HPV Dosis Ketiga, 200 ASN dan Masyarakat Ikut Program Sejuta Vaksin

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Badan POM dan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, HUT ke-25 Badan POM, dan HUT ke-54 Korpri.

Kepala BBPOM di Palu, Musthofa Anwari, mengatakan vaksinasi kali ini merupakan kelanjutan dari dua tahap sebelumnya yang telah dilaksanakan pada awal tahun 2026.

Menurutnya, pemberian vaksin HPV menjadi langkah preventif untuk mengurangi risiko infeksi Human Papillomavirus yang dapat memicu kanker serviks.

"Vaksin HPV merupakan salah satu upaya pencegahan agar masyarakat, khususnya perempuan, memiliki perlindungan terhadap risiko kanker serviks," ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi.

BBPOM Palu membatasi jumlah peserta sebanyak 200 orang menyesuaikan dengan kuota vaksin yang tersedia.

Selain menyasar ASN, program vaksinasi juga terbuka bagi masyarakat umum.

Musthofa menilai tingginya minat peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan penyakit.

Ia menambahkan, biaya vaksin dalam program tersebut jauh lebih terjangkau dibandingkan layanan vaksinasi mandiri di rumah sakit maupun klinik.

Baca juga: Reses di Desa Kambayang, Amiruddin Lapada Serap Aspirasi Warga soal Abrasi Pantai dan Jalan Desa

Salah seorang peserta, Ariani, mengaku telah mengikuti vaksinasi HPV sejak dosis pertama hingga dosis ketiga melalui program yang digelar BBPOM Palu.

Ia menilai program tersebut sangat membantu masyarakat karena memberikan akses vaksin dengan biaya yang lebih ringan.

Ariani berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak perempuan dan remaja memperoleh perlindungan dari risiko kanker serviks melalui vaksinasi.

Melalui Program Nasional Sejuta Vaksin HPV, pemerintah terus mendorong perluasan cakupan imunisasi sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kanker serviks sejak dini. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.