Simulasi Darurat Digelar di Fuel Terminal Tarakan, Pertamina Libatkan Damkar, BPBD dan Warga Ring 1
Junisah August 05, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan menggelar simulasi penanggulangan keadaan darurat usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkot Tarakan terkait penanganan kondisi darurat siang tadi, Rabu (5/7/2026).

Kegiatan simulasi tersebut menjadi tindak lanjut kerja sama Pemkot Tarakan dan melibatkan berbagai instansi, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan, BPBD Tarakan, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga masyarakat yang berada di kawasan Ring 1 Fuel Terminal Tarakan.

Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan, Hario Somapangestu mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya sebatas penandatanganan dokumen, tetapi juga diwujudkan melalui latihan penanggulangan keadaan darurat yang dilakukan secara berkala.

Menurut Hario Somapangestu, simulasi menjadi bagian penting untuk menguji kesiapsiagaan seluruh pihak apabila sewaktu-waktu terjadi insiden di kawasan objek vital nasional tersebut.

Baca juga: Pemkab Nunukan Dorong Sekolah Siaga Bencana, Sosialisasi dan Simulasi Digelar di SMPN 2 Nunukan

"Teknis kerja samanya yang paling utama adalah latihan penanggulangan keadaan darurat. Poin pertama kami melakukan simulasi penanggulangan keadaan darurat," ujar Hario Somapangestu.

Ia menjelaskan, dalam skenario terburuk atau worst case scenario, Pertamina dapat meminta dukungan personel maupun sarana dari Pemerintah Kota Tarakan apabila sumber daya internal dinilai tidak mencukupi.

Bantuan tersebut mencakup personel pemadam kebakaran, BPBD hingga dukungan evakuasi masyarakat di sekitar lokasi Fuel Terminal.

"Kalau terjadi worst case, misalnya kami kekurangan tenaga, tentu kami bisa meminta bantuan kepada pemerintah kota melalui Pemadam Kebakaran maupun BPBD untuk membantu personel dan evakuasi warga sekitar," katanya.

Hario mengungkapkan, secara fasilitas internal, Fuel Terminal Tarakan telah memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai.

Di antaranya pompa pemadam kebakaran laut berkapasitas 2.500 gallon per minute (GPM) yang mampu menyuplai air ke tangki-tangki penyimpanan bahan bakar, serta dua unit pompa pemadam darat berkapasitas masing-masing 1.500 GPM.

Seluruh peralatan tersebut, kata dia, rutin menjalani perawatan agar selalu siap digunakan saat keadaan darurat.

"Kami memiliki pompa pemadam laut 2.500 GPM yang berfungsi dengan baik dan selalu kami maintenance. Selain itu ada dua pompa darat 1.500 GPM yang juga kami rawat secara berkala," jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan kesiapan peralatan tidak akan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang memadai.

Dalam kondisi darurat berskala besar, personel internal berpotensi mengalami kelelahan akibat harus bekerja di lingkungan dengan paparan uap bahan bakar minyak (BBM).

Karena itu, keberadaan personel tambahan dari instansi terkait menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan keadaan darurat.

Baca juga: Pemkot Tarakan dan PT Pertamina Patra Niaga Teken MoU Kedaruratan, Call Center 112 Garda Terdepan

"Kalau personel kami mengalami kelelahan atau tumbang karena paparan uap BBM, tentu kami membutuhkan bantuan tenaga dari pemerintah kota maupun rekan-rekan Pertamina lainnya agar penanganan keadaan darurat tetap berjalan," ujarnya.

Selain kerja sama dengan Pemkot Tarakan, Pertamina juga telah menjalin koordinasi dengan berbagai unsur keamanan.

Hario Somapangestu menyebut pihaknya telah memiliki nota kesepahaman dengan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) terkait pengamanan kawasan dan evakuasi masyarakat apabila terjadi keadaan darurat termasuk kemacetan.

Sementara dengan Polres Tarakan, Satlantas, Babinsa, Koramil hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya, koordinasi telah berjalan dengan baik meski belum seluruhnya dituangkan dalam bentuk MoU resmi.

"Kami sudah memiliki MoU dengan Dirpamobvit untuk pengamanan dan evakuasi warga sekitar, termasuk pengaturan lalu lintas. Di luar itu kami juga selama ini berkoordinasi sangat baik dengan Polres Tarakan, Satlantas, Babinsa dan Koramil. Ketika kami meminta bantuan, alhamdulillah seluruh stakeholder selalu bersedia membantu," katanya.

Sebelum simulasi lapangan dilaksanakan, Pertamina lebih dahulu menggelar technical meeting dan table top exercise guna memaparkan skenario penanganan keadaan darurat kepada seluruh peserta.

Tahapan tersebut bertujuan agar setiap instansi memahami tugas dan fungsi masing-masing sebelum simulasi sebenarnya dilakukan di lapangan.

"Technical meeting sudah kami lakukan. Hari ini kami paparkan dulu skenarionya, kemudian besok baru dipraktikkan secara nyata di lapangan," ungkap Hario.

Dalam simulasi itu, Pertamina juga melibatkan masyarakat yang berada di kawasan Ring 1 Fuel Terminal Tarakan.

PENGAMANAN - Tampak kegiatan pengamanan di wilayah Jalan Kusuma Bangsa Kelurahan Gunung Lingkas Kota Tarakan saat kegiatan simulasi berlangsung, Rabu (5/8/2026).
PENGAMANAN - Tampak kegiatan pengamanan di wilayah Jalan Kusuma Bangsa Kelurahan Gunung Lingkas Kota Tarakan saat kegiatan simulasi berlangsung, Rabu (5/8/2026). (ISTIMEWA)

Namun keterlibatan warga bukan sebagai petugas penanggulangan, melainkan sebagai masyarakat yang harus dievakuasi ketika terjadi kondisi darurat.

Menurut Hario Somapangestu, langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko yang diterapkan Pertamina, sekaligus pembelajaran bagi masyarakat agar memahami jalur evakuasi dan titik kumpul aman.

Ia mengatakan kebijakan tersebut juga menjadi pembelajaran dari insiden kebakaran Terminal BBM Plumpang beberapa tahun lalu, sehingga perusahaan mewajibkan masyarakat Ring 1 ikut dalam latihan evakuasi.

"Yang kami libatkan adalah warga sebagai pihak yang dievakuasi. Jadi mereka belajar bagaimana proses evakuasi menuju titik kumpul yang aman apabila terjadi keadaan darurat," jelasnya.

Adapun warga yang masuk kawasan Ring 1 berasal dari permukiman di sepanjang Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Lingkas Ujung, termasuk kawasan sekitar rumah dinas Koramil, serta RT 1 Kelurahan Gunung Lingkas.

"Hasil kajian kami menunjukkan paparan uap lebih mengarah ke wilayah bawah. Karena itu Ring 1 yang kami prioritaskan berada di sekitar Jalan Kusuma Bangsa dan RT 1 Gunung Lingkas. Warga di kawasan tersebut yang  kami evakuasi menuju titik aman saat simulasi berlangsung," pungkas Hario.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.