TRIBUNJOGJA.COM - Orientasi mahasiswa baru merupakan tradisi untuk mengawali tahun ajaran baru sekaligus kehidupan baru seseorang yang mengalami transisi dari masa SMA ke masa kuliah.
Orientasi mahasiswa baru atau yang sering disebut ospek diterapkan oleh hampir seluruh universitas yang ada di Indonesia, lengkap dengan nama dan ciri khas ospek masing-masing.
Salah satunya adalah Universitas Gadjah Mada yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sejak 2024 hingga hari ini, kegiatan orientasi mahasiswa baru disebut PIONIR Gadjah Mada.
Uniknya, penamaan ospek ini ternyata mengalami perubahan dan perkembangan dari zaman ke zaman.
Bukan hanya konsepnya yang terus berkembang, nama kegiatan orientasinya pun beberapa kali berganti mengikuti zamannya.
Pada awal-awal berdirinya, tidak banyak arsip sejarah yang tersimpan.
Memasuki tahun 1961, orientasi mahasiswa baru dikenal sebagai Masa Pelantikan Mahasiswa Baru.
Pada periode ini, mahasiswa baru disebut sebagai Cama/Tjama (putra) dan Cami/Tjami (calon mahasiswa putri).
Pada tahun 1963, nama orientasi berubah menjadi Masa Kebaktian Taruna UGM.
Dibandingkan nama sebelumnya, istilah "kebaktian" menunjukkan bahwa orientasi tidak hanya bertujuan mengenalkan kehidupan kampus, tetapi juga menanamkan semangat pengabdian, tanggung jawab, serta nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh mahasiswa UGM.
Enam tahun kemudian, UGM menggunakan nama Masa Perkenalan Mahasiswa (MAPERMA) mulai tahun 1969.
Masa ini berlangsung selama lima hari di luar acara pembukaan dan penutupan.
Fokus masa orientasinya mulai mengarah pada pengenalan kehidupan akademik sekaligus membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus.
Pada tahun 1971, nama orientasi kembali berubah menjadi Pekan Orientasi Mahasiswa (POSMA).
Periode ini menjadi salah satu yang paling diingat karena aturan orientasinya cukup ketat.
Mahasiswa baru laki-laki diwajibkan mencukur rambut hingga gundul, sedangkan mahasiswi harus mengenakan rambut yang dikepang dua selama kegiatan berlangsung.
Mulai tahun 1977, UGM menggunakan nama Orientasi Studi Mahasiswa (OSMA).
Pergantian nama ini mengawali bergesernya orientasi ke arah pengenalan sistem studi, budaya akademik, dan kehidupan sebagai mahasiswa.
Nama OSMA sendiri bertahan cukup lama.
Tahun 1990 menjadi awal penggunaan nama Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus (OPSPEK).
Melalui nama baru ini, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan UGM secara umum, tetapi juga dengan program studi yang akan mereka tempuh.
Sejak 1992, pelaksanaan OPSPEK dipadukan dengan PIKM (Penyelenggaraan Pameran Ilmiah dan Kegiatan Mahasiswa).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru tidak hanya mengikuti orientasi, tetapi juga berkesempatan mengenal berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), organisasi kemahasiswaan, hingga aktivitas ilmiah yang ada di UGM.
Setelah hampir dua dekade menggunakan nama OPSPEK, UGM melakukan perubahan besar pada tahun 2009 dengan memperkenalkan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB).
Pergantian nama ini menjadi simbol perubahan fokus masa orientasi mahasiswa.
Fokus kegiatan tidak lagi identik dengan ospek yang keras, melainkan diarahkan pada pembentukan karakter, pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an, serta menciptakan suasana orientasi yang lebih edukatif dan humanis.
Mulai tahun 2012, PPSMB menambahkan nama Palapa.
Nama tersebut diambil dari nama Sumpah Palapa Mahapatih Gadjah Mada yang melambangkan semangat persatuan Nusantara.
Melalui nama baru ini, UGM ingin menanamkan nilai kebangsaan sekaligus mengajak mahasiswa baru untuk memiliki semangat berkontribusi bagi Indonesia sejak hari pertama menjadi bagian dari kampus.
Memasuki tahun 2023, nama PPSMB Palapa diubah menjadi PPSMB Pionir.
Kata "Pionir" dipilih untuk menggambarkan mahasiswa sebagai pelopor perubahan yang kreatif, inovatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Mulai tahun ini, UGM menghapus berbagai penugasan yang harus dikerjakan di luar jam kegiatan, sehingga orientasi lebih berfokus pada pengalaman belajar selama acara berlangsung.
Mulai tahun 2024, UGM kembali menyederhanakan nama orientasi menjadi PIONIR Gadjah Mada dengan menghapus istilah PPSMB.
Meski namanya berubah, semangat yang dibawa tetap sama, yakni membentuk mahasiswa baru yang adaptif, kolaboratif, berintegritas, dan siap menjadi pelopor di bidangnya masing-masing.
Perubahan ini sekaligus menjadi babak terbaru dalam perjalanan panjang orientasi mahasiswa baru di Universitas Gadjah Mada.
Nah, itu dia perjalanan nama ospek di Universitas Gadjah Mada dari masa ke masa.
Tribunners paling suka yang mana?
(MG Hasna Aulia Syafitri)