TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Adik almarhum Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang viral di media sosial karena dirundung tenaga kesehatan (nakes) akhirnya buka suara.
Maulidya Yusthika Chaerani, adik Yurizal menanggapi bijak permintaan maaf dari para dokter dan perawat yang mengakui kesalahannya telah berkomentar nirempati kepada almarhum.
Tak emosi, Maulidya tampak adem merespon permintaan maaf dari salah satu perawat bernama Widhiyarini yang sempat julid menanggapi curhatan Yurizal sebelum meninggal.
Seperti diketahui, Yurizal sempat curhat tak dapat kamar di rumah sakit padahal sudah menunggu selama delapan jam.
Sebagai nakes, Widhi justru menuliskan komentar nyinyir kepada Yurizal.
"Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan," tulis Widhi lewat akun Widhiyarini.
Setelahnya, Widhi pun panen hujatan hingga akhirnya ia meminta maaf.
Menanggapi permintaan maaf Widhi, Maulidya pun menanggapi bijak.
"Hallo ka @widhiyarini, saya adiknya alm @yurizaltrich dan segenap keluarga berterimakasih sudah memberikan itikad baiknya ya ka, saya harap kakak kedepannya lebih wise lagi dan saring dari segala apa yg kakak ucap, jujur kak saya sedih banget dan marah melihat komentar kakak, tapi kita gamau Alm malah tambah sedih kalo kita makin terpuruk dan semoga kakak sehat selalu dan Allah selalu ngelindungi kakak yaa, untuk temen temen yg lain sudah ya kakak2 jangan menghujat kakak ini lg," imbuh Maulidya.
Ia pun meminta netizen agar jangan lagi menghujat Widhi.
"Sudah ya temen temen jangan ngehujat kakanya, kita memang manusia tidak luput dari kesalah, kakak ini udah mau minta maaf jadi sudah yaa, sabar," sambungnya.
Baca juga: Akun Medsos Benny Christian Sihombing, Dokter yang Suruh Pasien BPJS Bogor Pindah ke Kamar Jenazah
Diwartakan sebelumnya, sosok Yurizal viral setelah mengurai curhatan singkat di akun Threads-nya soal rumah sakit.
Diungkap Yurizal, ia sudah menunggu berjam-jam di rumah sakit tapi belum mendapatkan kamar untuk perawatan.
"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal dalam akun Threads-nya.
Postingan singkat dari Yurizal itu ternyata panen hujatan dari beberapa nakes.
Termasuk yang berkomentar nirempati adalah seorang dokter bernama Benny Christian Sihombing.
Dalam akun threads-nya, dokter Benny sinis mengomentari unggahan Yurizal tersebut.
Ternyata komentar julid tersebut ditanggapi adik Yurizal.
"Kalo full, mau dipindahkan kemana ? mau di lantai?
Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak. BPJS yg make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," komentar dokter Benny.
"Yaampun kak aku adeknya Alm @yurizaltrich. kaka saya cuma sadar diri aja tanpa menyinggung pihak manapun, tapi ko keliatannya kaya gaada empatinya banget ya? terimakasih sebelumnya atas pengetahuan kakak yg sgitu buat ngedukasi igd seperti apa, semoga ini ga terjadi sama kamu yaa. btw di lantai dan di ruang jenazah yg kakak maksud itu udah terkabul kak, semoga kamu diberkati yaa," balas Maulidya.
Membaca balasan dari adik Yurizal, dokter Benny tak lantas minta maaf.
Karenanya, Maulidya pun tampak kecewa dengan respon dokter Benny tersebut.
"Ok siap siap," imbuh dokter Benny.
"Bagus dok, konsisten bgt jahatnya," respon Maulidya bak kecewa.
Selang beberapa jam, dokter Benny akhirnya mengurai permintaan maaf di akun media sosialnya.
Akui kesalahan, Benny meminta maaf kepada keluarga almarhum Yurizal.
"Nama saya Benny Christian Sihombing, saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di media sosial di threads. Saya juga ingin menyampaikan turut berduka cita kepada pemilik utas yaitu almarhum Yurizal. Saya berdoa semoga segenap keluarga diberikan penghiburan.
Saya bertanggung jawab penuh atas tulisan yang saya buat. Jika pun nanti ada proses hukum, saya akan mengikutinya tanpa pembelaan ataupun menyewa pengacara, tidak akan. Saya juga menerima semua konsekuensi dari rumah sakit, dari IDI, ataupun dari pengadilan ataupun instansi lainnya. Saya hanya punya satu akun threads dan satu akun Instagram dan Instagram saya juga tidak akan saya private.
Saya memang melakukan kesalahan dan saya memang layak untuk hal tersebut. Tidak ada klarifikasi. Saya mohon maaf karena telah menimbulkan keributan ini. Dan saya juga memohon sebesar-besarnya kepada rekan sejawat saya, dokter-dokter yang memberikan edukasi di media sosial karena sudah merusak usaha-usaha tersebut. Saya berharap ke depannya saya akan lebih bijak lagi dalam media sosial," ucap dokter Benny.