TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setiap pagi, Zainuddin sudah berada di lorong-lorong RW 004 Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang, sebelum berangkat bekerja.
Ketua RW 004 itu memantau proses pengangkutan sampah sekaligus memastikan warga telah memilah sampah rumah tangga menjadi organik, anorganik, dan residu sesuai kebijakan Pemerintah Kota Makassar.
Saat mobil pengangkut sampah berhenti di depan rumah warga, Zainuddin ikut memperhatikan kantong sampah yang akan diangkut.
Ia memastikan sampah tersebut sudah dipilah sebelum dibawa petugas kebersihan.
"Kalau pagi saya keliling. Saya lihat warga yang buang sampah. Saya pastikan sudah dipilah atau belum,'" kata Zainuddin kepada Tribun Timur, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, masih ada warga yang perlu terus diingatkan.
Karena itu, ia memberikan edukasi secara langsung setiap kali bertemu dengan warga.
"Kalau misalnya belum dipilah, saya kasih tahu lagi. Intinya saya bilang ke warga, kita cukup memilah sampah. Organik dipisahkan, anorganik dipisahkan, sama residu dipisahkan. Bukan kita yang mengolah, kita cukup memilah," ujarnya.
Ia mengaku sengaja menunggu di beberapa titik pembuangan sampah untuk melihat langsung kebiasaan warga.
Bagi Zainuddin, sosialisasi tidak cukup dilakukan sekali.
Menurutnya, kebiasaan baru hanya bisa terbentuk jika pengurus lingkungan terus hadir di tengah masyarakat.
"Kalau saya ketemu warga, saya selalu sosialisasikan. Pelan-pelan saja. Yang penting warga paham dulu," ucapnya.
Rutinitas tersebut kembali dilakukan pada malam hari.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia kembali turun ke lingkungan saat mobil pengangkut sampah beroperasi.
"Kalau malam saya juga siaga. Saya tunggu mobil pengangkut datang. Setelah semua sampah di wilayah saya diangkut, baru saya pulang," katanya.
Selama proses pengangkutan berlangsung, Zainuddin bersama para ketua RT ikut mendampingi petugas kebersihan.
Proses tersebut juga didokumentasikan sebelum dilaporkan ke pihak kelurahan.
"Ada dokumentasinya sama RT. Kalau sudah selesai diangkut, saya laporkan di grup kelurahan kalau sampah di RW 004 sudah bersih semua," ujarnya.
Untuk mendukung program pilah sampah, Zainuddin juga menyiapkan tempat sampah organik di sejumlah titik lorong.
Sebagian merupakan bantuan dari kelurahan, sementara sebagian lainnya berasal dari swadaya warga.
"Ada yang saya pasang di ujung lorong, ada juga di tengah lorong. Jadi warga tidak perlu jauh-jauh kalau mau buang sampah organik," katanya.
Di balik kesibukannya mengurus lingkungan, pria kelahiran Jeneponto, 2 Juni 1980, itu tetap menjalankan pekerjaannya sebagai driver di Toko Warna Agung, sebuah toko mebel di Jalan Gunung Lompobattang.
Ia mengaku mulai bekerja di toko tersebut setelah lulus dari SMK Pancamarga Ujungpandang.
Awalnya, ia hanya menjadi buruh harian yang bertugas membungkus dan mengangkat mebel sebelum akhirnya dipercaya menjadi pengemudi.
"Dulu saya buruh harian. Bungkus kursi, angkat barang. Alhamdulillah sekarang sudah dipercaya jadi driver," tuturnya.
Sebagai pengemudi, Zainuddin mengantarkan berbagai produk mebel ke sejumlah wilayah di Makassar, Gowa, hingga Maros.
Sepulang bekerja daei Toko Mebel sekitar pukul 18.00 Wita, ia lanjut dengan berjualan kebab di Jalan Gunung Lompobattang.
Usaha tersebut telah dijalaninya hampir empat tahun.
"Kalau malam saya jual kebab. Alhamdulillah, bulan depan sudah empat tahun berjalan," ujarnya.
Meski memiliki dua pekerjaan, Zainuddin mengaku tetap meluangkan waktu untuk melayani sekitar 200 kepala keluarga yang tersebar di empat RT di wilayahnya.
Beruntung, lokasi tempat kerjanya masih berada di sekitar RW 004 sehingga ia dapat segera datang ketika ada keperluan warga.
Selain aktif mengawal program pilah sampah, ia juga rutin mengikuti posko keamanan lingkungan bersama pengurus RT/RW lainnya untuk menjaga ketertiban lingkungan.
"Harapan saya sederhana. Lingkungan tetap bersih, warga nyaman, dan program pemerintah ini bisa berjalan dengan baik karena semua ikut berpartisipasi," kata Zainuddin.
Profil
Nama: Zainuddin
Jabatan: Ketua RW 004
Kelurahan: Pisang Utara
Tempat Tanggal Lahir: Jeneponto, 2 Juni 1980
Alamat: Jalan Gunung Lompo Battang Lr 81
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama: Islam
Pendidikan:
- SD Inpres Bontokura Jeneponto
- SMP Negeri Pokokbulo Jeneponto
- SMK Pancamarga Ujungpandang
Pekerjaan:
- Driver Toko Mebel
- Pedagang Kebab
Hobi: Olahraga
Jumlah Penduduk: 200 KK
Nama Istri: Maria Karim
Anak: Aditya Pratama Zainuddin