WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Astra International (Astra) menetapkan 12 pemenang Astranauts 2026.
Mereka menghadirkan berbagai solusi digital untuk mempercepat transformasi bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, dan menciptakan nilai tambah bagi dunia usaha di Indonesia.
Penghargaan kepada 12 pemenang dari kategori Product Track dan Idea Track diserahkan dalam Awarding dan Astranauts Conference 2026 pada Selasa (28/7/2026).
Memasuki penyelenggaraan kelima, Astranauts 2026 mengusung tema 'ACCELERATE 2026: From Pilot to Business Transformation, Boosting Efficiency and Unlocking New Value'.
Program inovasi digital yang diinisiasi PT Astra International Tbk tersebut menjaring solusi untuk menjawab persoalan bisnis nyata di Grup Astra. Inovasi yang terpilih diharapkan dapat bergerak dari tahap uji coba menuju penerapan yang memberikan dampak bagi perusahaan.
“Astranauts merupakan wujud komitmen Astra dalam membangun ekosistem inovasi digital yang mampu menjawab tantangan bisnis nyata. Kami percaya bahwa teknologi tidak hanya menghadirkan efisiensi operasional, tetapi juga mempercepat transformasi bisnis dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," ungkap Direktur Astra, Santosa dalam siaran tertulis pada Rabu (5/8/2026).
Melalui Astranauts, kami berharap semakin banyak solusi digital yang dapat diimplementasikan dan berkembang bersama Grup Astra untuk memberikan dampak positif bagi dunia usaha maupun ekosistem digital Indonesia,” jelasnya.
Baca juga: Kumpulkan TNI Polri dan BIN, Pemerintah Jawab Soal Isu Bakal Ada Huru-hara Politik
Peserta Astranauts 2026 telah melewati rangkaian seleksi, pembimbingan, hingga presentasi final di hadapan dewan juri pada Demo Day. Dari proses tersebut, terpilih 12 pemenang yang membawa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), hingga kecerdasan geospasial.
Berbagai Macam Business Challenge dalam Astranauts 2026
Astranauts 2026 menghadirkan business challenge dari lima perusahaan Grup Astra. Kelimanya ialah PT Astra Honda Motor (AHM), PT Federal International Finance (FIFGROUP), PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), PT Pamapersada Nusantara (PAMA), serta PT Astra International Tbk–UD Trucks Sales Operation (Astra UD Trucks).
Selain tantangan dari perusahaan Grup Astra, Astranauts membuka Cross-Industry Challenge untuk menjaring inovasi yang dapat digunakan di berbagai sektor. Setiap business challenge memiliki dua kategori, yaitu Product Track dan Idea Track.
Pada Business Challenge PT Astra Honda Motor, gelar Best Finalist Product Track diraih Graymatics MotoVision. Platform berbasis AI vision tersebut memanfaatkan kamera yang telah tersedia di pabrik sepeda motor AHM menjadi sistem waktu nyata.
Teknologi itu digunakan untuk menginspeksi kualitas perakitan, memantau keselamatan area produksi, meningkatkan visibilitas proses produksi, dan mendorong efisiensi operasional.
Sementara itu, MotoSphare terpilih sebagai Best Finalist Idea Track. Inovasi yang ditawarkan berupa platform pengelolaan energi prediktif berbasis IoT.
Platform tersebut mengintegrasikan smart sub-metering, pemantauan waktu nyata, analitik kecerdasan energi, sistem peringatan dini, dan dasbor environmental, social, and governance (ESG) dalam satu ekosistem. Solusi tersebut dirancang untuk membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan energi.
Untuk Business Challenge FIFGROUP, Farmacare menjadi Best Finalist Product Track. Platform digital tersebut menghubungkan apotek, distributor, dan lembaga keuangan dalam satu ekosistem transaksi waktu nyata.
Melalui pemanfaatan data operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), platform tersebut dapat membantu FINATRA mengidentifikasi calon peminjam, meningkatkan akurasi penilaian kredit, dan memantau risiko pembiayaan secara lebih efektif.
Baca juga: Hadapi El Nino Berkepanjangan, Pemprov DKI Bakal Gelar Modifikasi Cuaca 1-2 Kali Sepekan
Gelar Best Finalist Idea Track dalam tantangan FIFGROUP diraih Yu Ai Ai. Platform akuisisi internal berbasis AI tersebut memanfaatkan data ekosistem Astra dan jejak digital UMKM untuk mengidentifikasi, menilai, serta menjangkau calon peminjam.
Platform itu juga dilengkapi AI scoring dan program retensi otomatis. Teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung proses akuisisi berbasis data yang bisa dikembangkan dalam skala lebih besar.
Pada Business Challenge KPP Mining, AssetFindr terpilih sebagai Best Finalist Product Track. Platform Tire and Asset Intelligence tersebut menggabungkan inspeksi digital dengan data aset berbasis IoT.
Data yang terkumpul kemudian diolah menjadi informasi berbasis AI yang dapat ditindaklanjuti. Solusi itu membantu pengelolaan masa pakai ban, menjaga keandalan aset, dan meningkatkan efisiensi operasional.
Adapun DIGVISION ASTRATECH meraih Best Finalist Idea Track. Sistem kecerdasan armada berbasis AI tersebut dirancang untuk meningkatkan visibilitas muatan dan akurasi cycle time dalam operasional pertambangan.
Sistem itu menggabungkan estimasi muatan secara waktu nyata dengan pelacakan cycle time otomatis. Teknologi tersebut dapat mendeteksi risiko kelebihan muatan, mengurangi potensi kerusakan suspensi, dan menghasilkan informasi operasional di area dengan jangkauan jaringan terbatas.
Business Challenge PAMA menempatkan Y3 Technologies sebagai Best Finalist Product Track. Solusi pemantauan operasional berbasis AI vision itu dapat mendeteksi risiko dan memberikan peringatan dini melalui control tower terpusat.
Teknologi tersebut memungkinkan proses pemantauan berjalan lebih cepat. Informasi yang dihasilkan juga dapat membantu pengambilan keputusan dan meningkatkan keselamatan operasional.
Suhat Pride menjadi Best Finalist Idea Track dalam tantangan PAMA. Inovasi yang ditawarkan berupa sistem Machine Guidance presisi tinggi berbasis AI.
Sistem tersebut mengintegrasikan GNSS RTK, IMU, dan visualisasi tiga dimensi untuk memberikan panduan penggalian secara waktu nyata. Teknologi itu dirancang untuk meningkatkan akurasi ekskavator dan efisiensi operasional.
Pada Business Challenge Astra UD Trucks, UDCare meraih Best Finalist Product Track. Platform Digital Aftersales Ecosystem tersebut menyatukan layanan servis kendaraan, jaringan bengkel, distribusi suku cadang, dan informasi operasional dalam satu aplikasi seluler.
UDCare memanfaatkan location-based services (LBS), analitik data, predictive maintenance, dan sistem pendukung keputusan untuk membantu pengelolaan layanan purnajual kendaraan.
Sementara itu, Mycelia menjadi Best Finalist Idea Track. Platform keamanan kargo cerdas tersebut mengembangkan UD Telematics dari sistem pelacakan pasif menjadi layanan berbasis software as a service (SaaS).
Dengan menggabungkan pemantauan kendaraan, kargo, dan pengemudi, Mycelia menawarkan perlindungan kargo secara waktu nyata melalui pencegahan pencurian otomatis dan sistem kendali keamanan cerdas.
Dalam Cross-Industry Challenge, GISACT meraih Best Finalist Product Track. Platform kecerdasan geospasial berbasis AI tersebut mengolah data satelit dari sejumlah sumber menjadi informasi lingkungan yang mendekati waktu nyata.
Solusinya mencakup pengambilan data otomatis, pemrosesan dengan kendali mutu, pendeteksian perubahan berbasis AI, serta dasbor interaktif dan pelaporan otomatis. Teknologi tersebut didukung lebih dari 60 publikasi internasional Q1 dan lebih dari 20 algoritma.
Alkahvi menjadi Best Finalist Idea Track pada Cross-Industry Challenge. Sistem berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) tersebut dirancang untuk memantau kondisi kesehatan dan memprediksi kelelahan melalui sensor jari.
Teknologi Alkahvi mengukur detak jantung, variabilitas detak jantung, saturasi oksigen dalam darah, serta memprediksi kadar glukosa darah. Informasi itu kemudian diolah untuk menghasilkan skor kesehatan dan kelelahan secara waktu nyata.
Para pemenang Astranauts 2026 akan memperoleh hadiah uang tunai dan kesempatan menjajaki kolaborasi dengan Grup Astra untuk mengembangkan solusi mereka. Khusus pemenang Idea Track, Astra juga membuka kesempatan untuk menjadi bagian dari Astra Career Community.
Penilaian Product Track dan Idea Track melibatkan enam anggota dewan juri. Mereka adalah I Wayan Wisnu Anantawijaya selaku Division Head Academy, Technology, & New Venture Astra dan Sukrisno selaku Chief Management Expert PAMA.
Dewan juri lainnya ialah Cicilia Tri Hapsariningtyas selaku FINATRA Division Head FIFGROUP, Satya Patmana Yoga selaku Plant Karawang Division Head Astra Honda Motor, Moses Giovanni Kosasih selaku Chief Operating Officer Astra UD Trucks, serta Wahyu Adhi Aribowo selaku HCGS General Manager PT Kalimantan Prima Persada.
Rangkaian Astranauts 2026 turut diisi Astranauts Conference 2026. Konferensi tersebut menghadirkan pemimpin industri, praktisi teknologi, dan inovator untuk membahas tren serta tantangan transformasi digital.
Sejumlah pembicara yang hadir antara lain Gita Wirjawan, Raditya Dika, Anthony Amni, Gaery Undarsa, dan Daniel Minardi.
PT Astra International Tbk juga menggelar Digital & Technology Exhibition sebagai ruang kolaborasi antara korporasi, komunitas teknologi, dan mitra industri dalam memperkenalkan solusi digital untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan nilai tambah.
Program yang telah diselenggarakan sejak 2022 tersebut didukung Amazon Web Services (AWS), Berca Hardayaperkasa, ASUS, dan sejumlah mitra strategis lainnya.