Liputan6.com, Jakarta - Masa bakti Google Assistant di perangkat seluler akhirnya resmi memasuki babak akhir. Setelah sempat mengundur jadwal penutupannya, Google mengonfirmasi akan mulai mematikan layanan asisten virtual tersebut secara bertahap mulai 4 September 2026.
Langkah ini menandai migrasi besar-besaran ekosistem Google menuju Gemini, teknologi kecerdasan buatan (AI) generasi baru yang dirancang lebih conversational dan adaptif.
Berdasarkan pengumuman resmi yang dikirimkan Google melalui email kepada para pengguna, proses penghentian Assistant di perangkat seluler akan memakan waktu beberapa minggu sejak tanggal dimulainya.
Berikut adalah detail dampak transisi ini pada berbagai perangkat, sebagaimana dikutip dari Android Police, Rabu (5/8/2026)
Setelah transisi selesai, pemanggilan perintah suara "Hey Google" atau penekanan tombol daya di ponsel Android secara otomatis akan mengaktifkan Gemini.
Sebelumnya, Google sempat merencanakan penghentian Assistant pada akhir 2025, sebelum akhirnya direvisi ke Maret 2026. Meskipun jadwal tersebut kembali bergeser sekitar enam bulan hingga September, langkah penundaan ini dinilai tepat.
Dalam beberapa bulan terakhir, Google secara masif memoles performa Gemini. Saat pertama kali diperkenalkan, Gemini sempat dikritik karena belum seandal Assistant dalam menangani perintah dasar harian. Namun kini, pembaruan besar-besaran membuat Gemini tidak hanya mampu menyamai, tetapi juga mengungguli pendahulunya.
Keunggulan utama Gemini terletak pada:
Bagi mayoritas pengguna yang sudah mengadopsi Gemini, transisi pada September mendatang tidak akan membawa perubahan mendasar.
Namun, bagi pengguna yang masih setia bertahan di Google Assistant, tersisa waktu sekitar satu bulan untuk bersiap dan membiasakan diri dengan antarmuka serta navigasi berbasis Gemini.