Data BPS: Ekonomi DIY Tumbuh 5,75 Persen pada Triwulan II 2026 
Muhammad Fatoni August 05, 2026 07:14 PM

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,75 persen pada triwulan II 2026.

Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan lima lapangan usaha yang memberikan kontribusi utama dalam pertumbuhan ekonomi DIY triwulan II 2026 ialah industri pengolahan, akomodasi dan makan minum, konstruksi, pertanian, dan informasi dan komunikasi.

“Lima sektor utama tersebut memberikan kontribusi sebesar 52,19 persen dari seluruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),” katanya dalam keterangan daring, Rabu (5/8/2026).

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi ialah pengadaan listrik dan gas sebesar 13,98 persen, seiring dengan berkembangnya gas kota.

Meski tumbuh tinggi, namun kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi hanya 0,14 persen. 

Lapangan usaha lainnya yang juga tumbuh tinggi ialah akomodasi dan makan minum sebesar 10,56 persen.

Pertumbuhan pada lapangan usaha ini dengan adanya hari besar keagamaan serta liburan sekolah di triwulan II 2026.

“Ikon Yogyakarta sebagai kota pariwisata dan pendidikan ini bisa kita lihat ada beberapa lapangan usaha yang tumbuh cukup baik, akomodasi makan minum, perdagangan, jasa pendidikan, jasa lainnya ini termasuk juga ada paket-paket wisata,” terangnya.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gelar Tera Ulang Gratis di Pasar Tradisional dan Supermarket

Ia memaparkan kinerja lapangan usaha industri pengolahan tumbuh positif karena didorong oleh permintaan yang masih terjaga.

Ekspor industri pengolahan tumbuh 23,19 persen (yoy), terutama didorong oleh komoditas barang rajutan dan barang dari plastik.

Industri makanan dan minuman tumbuh seiring dengan bertambahnya jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum ditopang aktivitas pariwisata dan momentum kegiatan masyarakat.

Ia menyebut tingkat penghunian kamar hotel mengalami kenaikan stabil karena libur nasional dan libur sekolah.

Kemudian aktivitas pariwisata dan konsumsi masyarakat tetap terjaga.

Penyelenggaraan embarkasi haji YIA berbasis hotel juga turut mendorong peningkatan aktivitas hotel.

Sedangkan lapangan usaha konstruksi tumbuh positif didukung oleh aktivitas pembangunan infrastruktur yang terus berlangsung, termasuk pembangunan jalan tol Jogja-Solo dan pembangunan gedung di DIY.

“Pada triwulan II 2026, penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi sebesar 1,04 persen, kemudian di sini ada konstruksi, informasi dan komunikasi, serta industri pengolahan,” terangnya.

Melambat

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi 62,29 persen dan tumbuh 4,80 persen.

Meski tetap tumbuh positif, namun sedikit melambat. 

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi bersamaan dengan momentum ramadan dan Idulfitri 2026.

Aktivitas pariwisata, perdagangan, serta mobilitas masyarakat pun tetap terjaga.

Sementara pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dengan kontribusi 35,80 persen dan tumbuh 6,95 persen.

Meski sedikit melambat, namun masih tetap tumbuh positif lantaran didukung investasi fisik berupa pembangunan infrastruktur, gedung, dan fasilitas publik.

Sejumlah proyek dan program strategis nasional serta prioritas pemerintah masih berlangsung di DIY, sehingga turut mendorong pertumbuhan pada komponen PMTB.

Sedangkan konsumsi pemerintah memberikan kontribusi 15,14 persen dan tumbu 18,34 persen.

Hal ini karena adanya percepatan realisasi belanja pemerintah terutama belanja barang dan jasa serta belanja modal.

Peningkatan penerima manfaat MBG pun turut mendorong pertumbuhan komponen pengeluaran ini. 

“Kalau kita lihat, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi pemerintah. Program-program nasional sudah mulai berjalan baik sehingga mendorong pertumbuhan yang cukup besar yaitu 18,34 persen. Diikuti Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 9,45, kemudian ada ekspor dan impor,” imbuhnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.