BGN Larang SPPG Pakai Bahan Subsidi, Dapur di Bengkalis Pastikan Gunakan Bahan Sesuai Juknis
Muhammad Ridho August 05, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Penggunaan bahan premium dalam pengelolaan makanan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya dilakukan satu dapur saja.

Beberapa dapur yang dikunjungi Tribunpekanbaru di Bengkalis memastikan tidak menggunakan bahan bersubsidi. 

Bahkan mereka memastikan dengan memperlihatkan langsung gudang penyimpanan bahan mereka. Tidak ditemukan adanya bahan bersubsidi tersimpan digundang tersebut.

Begitu juga penggunaan gas untuk keperluan memasak, didapur tempat memasak juga terlihat gas yang terpasang gas non subsidi. Bahkan beberapa dapur menggunakan gas dengan tabung lima puluh kilogram.

Muhammad Hidayat Kepala Dapur SPPG Padekik mengatakan, penggunaan bahan subsidi memang sudah ada larangan dari BGN melalui Juknis yang dikeluarkannya.

"Kita termasuk dapur yang pertama beroperasi di Bengkalis, dalam Juknisnya memang BGN sudah melarang penggunaan bahan atau barang bersubsidi dapur MBG. Makanya kita dari awal tidak pernah menggunakan," ungkap Hidayat.

Menurut dia, sebenarnya saat beroperasi kemarin, memang sempat ada distributor yang ingin memasukkan beras SPHP atau beras Bulog. Namun karena adanya ketentuan Juknis mengatur tidak boleh bahan subsidi, pihaknya menolak tawaran tersebut.

"Ada yang sempat menawarkan beras SPHP kepada kita, namun kita tolak karena beras Bulog masuk dalam kategori beras bersubsidi. Kita sudah sampaikan kepada mereka tidak bisa menggunakan beras tersebut," jelasnya.

Baca juga: Dapur SPPG Bengkalis Wonosari Pastikan Tidak Pernah Gunakan Bahan Bersubsidi Selama Beroperasi

Begitu juga penggunaan minyak goreng, sejauh ini SPPG Padekik juga masih konsisten menggunakan minyak goreng premium. Satu diantaranya minyak goreng yang digunakan merk Sanco.

Untuk penggunaan gas, pihaknya memilih menggunakan gas lima puluh kilogram untuk kebutuhan memasak. Gas lima puluh kilogram ini bisa digunakan untuk keperluan memasak untuk dua hari.

"Kalau tabung gas memang kita memilih yang besar lima puluh kilogram bisa untuk masak dua hari. Kalau yang ukuran dua belas kilogram sedikit rumit karena harus sering ganti," jelasnya.

Hal yang sama juga diungkap Kepala Dapur SPPG Bengkalis kota 3, Mardianto kepada tribunpekanbaru.com, pihaknya mengaku sejak enam bulan beroperasi tidak pernah menggunakan bahan subsidi, baik dalam penggunaan beras, minyak goreng maupun gas untuk memasak.

"Memang ketentuannya dari BGN sudah ada sejak awal disampaikan tidak boleh menggunakan bahan subsidi. Jadi kita menggunakan bahan premium semua," jelasnya.

Kepala Dapur SPPG Bengkalis Kelapapati Rapi Chaniago mengungkapkan, pihaknya juga tidak menggunakan bahan subsidi. Karena sesuai ketentuan dari BGN penggunaan bahan subsidi tidak dibenarkan.

"Kita sudah beroperasi sejak Maret 2026 ini, sejak awal kita tidak pernah menggunakan bahan subsidi untuk dapur kita karena ketentuan mengatur seperti itu," terangnya.

Termasuk dalam penggunaan gas untuk memasak, SPPG Bengkalis Kelapapati juga menggunakan gas non subsidi yakni gas 12 kilogram untuk keperluan memasak hariannya.

Menurut dia, tentunya operasional dapur sudah ada aturan yang jelas. Untuk pelaksanaan di dapur harus mengikuti ketentuan tersebut, termasuk dalam penyimpanan bahan makanan yang dilakukan secara terpisah antara bahan kering dan bahan basah.

( Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.