ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Pencarian terhadap kapal angkut perikanan KM Samudra Jaya Kelautan yang hilang kontak dalam perjalanan dari Anambas menuju Batam memasuki hari keempat pada Rabu (5/8/2026).
Hingga sore hari, tim gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun empat anak buah kapal (ABK).
Upaya pencarian terus dilakukan secara maksimal dengan membagi personel ke dalam dua tim agar area pencarian dapat dijangkau lebih luas.
Satu tim melakukan penyisiran di laut menggunakan kapal pencari, sementara tim lainnya melaksanakan pemantauan dari udara menggunakan helikopter, untuk mencari kemungkinan keberadaan kapal di sepanjang jalur pelayaran.
Meski pencarian telah diperluas, hingga sore hari belum ada petunjuk yang mengarah pada posisi KM Samudra Jaya Kelautan maupun para awak kapal yang berada di dalamnya.
KM Samudra Jaya Kelautan merupakan kapal angkut ikan berukuran 10 Gross Ton (GT) yang bertolak dari Air Sena, Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas menuju Tanjung Piayu, Kota Batam, pada Sabtu (2/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kapal tersebut mengangkut ikan hidup berkualitas tinggi yang rencananya dipasarkan ke Batam.
Berdasarkan jadwal pelayaran, kapal diperkirakan tiba di tujuan pada Minggu (3/8/2026) sekitar sore hari.
Namun hingga kini kapal tidak kunjung tiba dan tidak memberikan kabar kepada pihak keluarga maupun pemilik kapal, sehingga dilaporkan hilang kontak.
Empat ABK yang masih dalam pencarian masing-masing adalah Samsul Bahri (54), Azan (41), Awang (65), dan Handay Yadi (40). Seluruhnya hingga saat ini belum dapat dihubungi.
Di tengah proses pencarian, dukungan dari masyarakat juga terus mengalir, terutama dari keluarga dan warga di kampung halaman para awak kapal.
Camat Jemaja Timur, Tetti Amalia, mengatakan seorang ABK yang masih hilang merupakan warga Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur.
"Satu orang warga Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur bernama Handay Yadi," ujar Tetti.
Menurut Tetti, kabar hilangnya kapal tersebut membuat masyarakat setempat ikut prihatin.
Warga kemudian bermusyawarah untuk membantu proses pencarian yang dilakukan oleh keluarga dan tim di lapangan.
Hasil musyawarah itu melahirkan aksi gotong royong berupa penggalangan bantuan secara sukarela untuk meringankan biaya operasional pencarian.
Bantuan yang terkumpul tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga kebutuhan yang dapat langsung digunakan selama proses pencarian berlangsung.
"Alhamdulillah banyak juga yang terkumpul. Ada yang membantu uang, ada pula yang membantu minyak solar dan makanan perbekalan," kata Tetti.
Ia mengaku terharu melihat kepedulian masyarakat yang secara sukarela memberikan bantuan demi mendukung pencarian salah seorang warganya bersama tiga ABK lainnya.
Tetti berharap seluruh rangkaian pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan, dibantu doa dan dukungan masyarakat, dapat segera membuahkan hasil, sehingga keberadaan kapal beserta seluruh awaknya dapat diketahui.
"Kami berharap pencarian ini segera membuahkan hasil. Semoga kapal beserta seluruh awaknya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat, sehingga keluarga yang saat ini terus menunggu bisa mendapatkan kepastian," tutup Tetti. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)