Tiga Pekan Kesulitan Air, Warga Pekalongan Harap Dropping Air Bersih Ditambah
rival al manaf August 05, 2026 07:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sudah tiga pekan warga Dukuh Ringinpitu, Kelurahan Sragi, Kabupaten Pekalongan, harus berjuang mendapatkan air bersih akibat kemarau yang berkepanjangan.

Meski bantuan dropping air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan terus disalurkan, warga berharap frekuensi distribusi dapat ditambah agar kebutuhan air sehari-hari dapat terpenuhi.

Watik mengatakan, bantuan air bersih yang diberikan pemerintah sangat membantu masyarakat. Namun, jumlah pasokan yang datang setiap kali distribusi dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga, terutama untuk memasak dan air minum.

"Kami sangat terbantu dengan bantuan air bersih dari BPBD. Tetapi kalau bisa distribusinya ditambah, karena kebutuhan air untuk memasak dan minum masih cukup banyak," ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Baca juga: Warga Kendal Masih Abai Instruksi Larangan Bakar Sampah Sembarangan saat Kemarau

Baca juga: Irisan Daging Bau Menyengat dan Berlendir, Ratusan Siswa di Jepara Keracunan MBG

Menurut Watik, idealnya dropping air dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Dengan penambahan jadwal tersebut, antrean warga untuk mengambil air bersih dapat berkurang dan kebutuhan air rumah tangga lebih mudah terpenuhi.

"Kalau bisa pagi dan sore, jadi warga tidak perlu antre lama menunggu giliran mengambil air," katanya.

Wahadi warga setempat, mengaku sumur milik warga sudah tidak lagi mengeluarkan air sejak sekitar satu bulan terakhir. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengambil air dari musala terdekat sambil menunggu bantuan air bersih datang.

"Bantuan ini sangat membantu kami. Semoga selama musim kemarau masih berlangsung, bantuan air bersih tetap disalurkan karena kebutuhan warga memang sangat besar," katanya.

Berdasarkan data Pemerintah Kelurahan Sragi, wilayah yang terdampak meliputi Dukuh Ringinpitu A, Ringinpitu B, Gebyang, dan Dukuh Pesantren.

Sedikitnya 238 kepala keluarga (KK) atau sekitar 816 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat turunnya debit air tanah selama musim kemarau.

Lurah Sragi, Teguh, menjelaskan bahwa kekeringan di wilayahnya merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun, terutama pada puncak musim kemarau antara Juli hingga September.

"Karena itu, pemerintah daerah bersama BPBD secara rutin menyalurkan bantuan air bersih untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," imbuhnya.

Sementara itu, Danramil 11/Sragi Kapten Inf Riyanto mengatakan, pendistribusian air bersih merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak musim kemarau.

Bantuan tersebut diharapkan, mampu meringankan beban warga sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

"Koramil 11/Sragi bersama BPBD melaksanakan pendistribusian air bersih ke Kelurahan Sragi. Harapannya, bantuan ini dapat mengurangi kesulitan masyarakat dalam memperoleh air bersih dan membantu meringankan beban warga yang terdampak kekeringan," ujar Riyanto.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Pekalongan, sampai hari ini Rabu (5/8/2026) baru 1 desa atau kelurahan yang dikirim bantuan air bersih yaitu Kelurahan Sragi dengan sebanyak 34 tangki atau 136.000 liter. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.