10 Pekerja Konstruksi Dievakuasi saat Kebakaran Gedung di Cikini, Damkar Pastikan Tak Ada Korban
Rr Dewi Kartika H August 05, 2026 09:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sebanyak 10 pekerja konstruksi dievakuasi petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat saat kebakaran melanda Gedung Optik Tunggal di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

Seluruh pekerja berhasil diselamatkan dalam proses evakuasi dan dipastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut.

Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Subady mengatakan, ketika petugas tiba di lokasi, sejumlah pekerja masih berada di dalam bangunan yang saat itu sedang dalam tahap konstruksi.

"Tadi kami datang, memang masih ada beberapa orang di dalam, langsung kami evakuasi," ujar Subady di lokasi.

Ia memperkirakan jumlah pekerja yang dievakuasi mencapai sekitar 10 orang.

Para pekerja tersebut berada di beberapa titik berbeda di dalam gedung saat kebakaran terjadi karena masih menjalankan aktivitas pembangunan.

"Kurang lebih ada 10 orang. Mereka berada di beberapa lokasi karena memang saat itu masih dalam pekerjaan," katanya.

Subady menjelaskan proses penyelamatan dilakukan secara manual oleh personel pemadam kebakaran. 

Sementara itu, unit Bronto Skylift difungsikan untuk membantu proses pemadaman api yang sempat membesar di lantai tiga.

"Evakuasinya dilakukan secara manual. Kalau unit Bronto membantu pemadaman karena saat itu api terlihat di lantai tiga," ucapnya.

Ia memastikan seluruh pekerja berhasil keluar dengan selamat. 

Selain itu, tidak ada anggota pemadam kebakaran yang mengalami cedera serius selama proses penanganan kebakaran.

"Alhamdulillah informasi terakhir tidak ada korban jiwa, baik dari pekerja maupun anggota kami," tuturnya.

Meski demikian, satu personel Gulkarmat sempat mendapat penanganan medis akibat kelelahan setelah berupaya menembus titik api di dalam bangunan.

"Kelelahan. Tadi anggota berupaya menerobos sumber api yang ada di lantai tiga. Tetapi kondisinya aman," kata Subady.

Kebakaran terjadi di gedung Optik Tunggal yang memiliki lima lantai dan masih dalam proses pembangunan. 

Berdasarkan pengamatan awal petugas, api diduga pertama kali terlihat di lantai dasar sebelum kemudian merambat ke lantai atas.

"Yang kami lihat secara visual, api awalnya berada di lantai dasar kemudian merambat ke atas. Tetapi untuk penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian," jelasnya.

Menurut Subady, banyaknya material bangunan yang mudah terbakar, seperti tripleks dan kayu, membuat api dengan cepat membesar di dalam gedung.

Saat ini api telah berhasil dipadamkan dan petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Alhamdulillah api sudah padam. Saat ini tinggal pendinginan karena masih ada beberapa titik dengan suhu yang tinggi berdasarkan alat thermal imaging," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.