Nelayan Kebumen Sumringah, Panen Ikan Layur dari Laut dengan Nilai Jual Tinggi
rika irawati August 05, 2026 10:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN — Nelayan Kebumen, Jawa Tengah, sedang panen ikan layur.

Beberapa hari terakhir, tangkapan mereka dari laut didominasi ikan layur bernilai jual tinggi.

Hasil tangkapan ikan layur itu pun kini membanjiri Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangduwur atau Menganti.

Pengelola TPI Karangduwur, Rasidi mengatakan, setiap nelayan rata-rata mampu membawa pulang 40 hingga 70 kilogram ikan layur dalam sekali melaut. 

Jumlah tersebut dinilai cukup baik dan memberikan tambahan penghasilan yang berarti bagi para nelayan. 

Apalagi, beberapa waktu ini, hasil tangkapan mereka tak tentu.

"Harga ikan layur saat ini berkisar antara Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram, tergantung ukuran."

"Alhamdulillah, hasil tangkapan nelayan cukup bagus," ujar Rasidi di TPI Karangduwur, Senin (3/8/2026). 

Baca juga: Mobil Dilarang Lewat, Jembatan Sirnoboyo Kebumen Melengkung dan Nyaris Putus

Menurut Rasidi, selain ikan layur, nelayan juga menangkap ikan ketombolan yang dijual dengan harga Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, serta ikan embung dengan harga Rp35.000 sampai Rp38.000 per kilogram. 

Tangkapan Melimpah

Melimpahnya hasil tangkapan nelayan beberapa waktu terakhir, katanya, membuat aktivitas di TPI Karangduwur hampir berlangsung penuh waktu. 

Petugas pelelangan harus melayani nelayan tidak hanya pada siang hari, tetapi juga pada malam hari karena hasil tangkapan terus berdatangan. 

"Minggu-minggu ini sedang ramai ikan jadi petugas siang malam kerja sekarang, semoga terus lebih baik," katanya. 

Ia berharap, peningkatan hasil tangkapan tersebut dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir, terutama nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari hasil melaut. 

"Mudah-mudahan, hasil tangkapan semakin melimpah, nelayan selalu sehat, rezekinya berkah, bisa memenuhi kebutuhan keluarga, meningkatkan taraf hidup, bahkan mewujudkan impian untuk berangkat haji," harap Rasidi. 

Sementara, Juni, nelayan asal Karangduwur, bersyukur karena hasil melaut kali ini jauh lebih baik dibanding beberapa hari sebelumnya. 

Dalam satu kali melaut, ia bisa membawa pulang 44 kilogram ikan layur. 

"Hari ini, hasilnya lumayan bagus. Dibanding hari sebelumnya, ada peningkatan."

"Semoga, ke depan hasil tangkapan semakin banyak," ungkap Juni, Senin. 

Baca juga: Pasutri di Kebumen Olah Pelepah Pisang dan Eceng Gondok Jadi Produk Ekspor

Dari hasil penjualan tersebut, Juni bisa membawa pualng Rp1.390.000.

Pendapatan itu, katanya, cukup untuk menutup biaya operasional dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Meningkatnya hasil tangkapan ikan layur juga memberikan optimisme baru bagi nelayan Karangduwur yang selama ini harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca buruk, gelombang tinggi, hingga fluktuasi harga ikan. 

"Kami berharap, kondisi laut tetap bersahabat sehingga musim ikan dapat berlangsung lebih lama," katanya. 

Jika tren positif ini terus berlanjut, TPI Karangduwur berpotensi menjadi salah satu pusat pendaratan ikan layur terbesar di pesisir selatan Jawa Tengah. 

"Bagi masyarakat pesisir Karangduwur ini, laut bukan sekadar sumber mencari nafkah tapi juga sumber penghidupan," tutupnya. (Kompas.com/Bayu Apriliano)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.