Irisan Daging Bau Menyengat dan Berlendir, Ratusan Siswa di Jepara Keracunan MBG
rival al manaf August 05, 2026 07:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko mengatakan, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab 123 siswa dan guru SMPN 2 Jepara keracunan, sudah diambil dan dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jepara, Selasa (4/8/2026).

Sampel makanan yang diuji laboratorium merupakan makanan dari program MBG yang dibagikan oleh SPPG Bandengan 5, Senin (3/8/2026).

Berupa nasi dengan lauk beef teriyaki, sayur labu siam dan wortel, lengkap dengan tempe goreng dan semangka.

Baca juga: 123 Siswa dan Guru SMPN 2 Jepara Sempat Diare-Mual, MBG Tetap Berlanjut

Baca juga: Detik-detik 123 Siswa dan Guru SMPN 2 Jepara Diduga Keracunan MBG, Ini Menunya

KERACUNAN MBG - Seorang guru SMP Negeri 2 Jepara mengumpulkan tempat makanan program MBG, Rabu (5/8/2026). 123 siswa dan guru dari sekolah tersebut diduga mengalami keracunan makanan MBG pada menu yang dibagikan pada Senin (3/8/2026).
KERACUNAN MBG - Seorang guru SMP Negeri 2 Jepara mengumpulkan tempat makanan program MBG, Rabu (5/8/2026). 123 siswa dan guru dari sekolah tersebut diduga mengalami keracunan makanan MBG pada menu yang dibagikan pada Senin (3/8/2026). (TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum)

Kata dia, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam kurun waktu 3-7 hari.

Untuk mengungkap penyebab ratusan siswa dan guru di SMPN 2 Jepara mengalami gejala diare, mual, dan sebagian muntah hampir bersamaan.

"Hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanan butuh waktu. Mungkin bisa keluar paling cepat 3 hari, bisa sampai sepekan," terangnya saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Hadi menyebut, kecurigaan awal penyebab gangguan kesehatan mengarah pada daging sapi slice pada menu makanan yang dibagikan.

Kata dia, kondisi irisan daging sudah mengeluarkan bau tajam dan menyengat, juga sudah berlendir.

Sehingga dinilai tidak layak konsumsi.

Hal tersebut diketahui dari pemeriksaan awal, sementara hasilnya tetap harus menunggu pemeriksaan laboratorium untuk mengungkap penyebab utama.

"Untuk kasus keracunan terjadi tidak langsung. Biasanya baru bereaksi setelah beberapa jam mengkonsumsi makanan.

Misalnya konsumsi makanan pada pagi atau siang hari, gejalanya baru muncul malam hari. Sehingga identifikasinya harus hati-hati agar tidak salah," ujar dia.

Empat siswa dilarikan ke rumah sakit, Selasa (4/8/2026) dengan kondisi lemas dan muntah.

Dari jumlah siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan, tinggal satu siswa yang masih menjalani proses pemulihan kesehatan di rumahnya. Sementara siswa dan guru lainnya sudah kembali ke sekolah menjalani kegiatan belajar dan mengajar (KBM) setiap hari. (Sam)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.