Juara Nasional LKS 2026, Siswa SMK Kartanegara Kediri Dapat Beasiswa hingga Kuliah dan Peralatan Las
Ndaru Wijayanto August 05, 2026 09:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Prestasi membanggakan ditorehkan Moh. Hamzah Risqi, siswa SMK Kartanegara Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Siswa kelas XII Jurusan Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam (TPFL) itu berhasil meraih medali emas pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 bidang welding atau pengelasan.

Atas prestasi tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito memberikan apresiasi khusus kepada Hamzah.

Pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan beasiswa pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi serta bantuan peralatan las untuk menunjang pengembangan keterampilan Hamzah.

Apresiasi tersebut diberikan saat Mas Dhito menerima kunjungan Hamzah di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2026).

Hamzah datang didampingi kedua orang tua, guru pembimbing, serta Kepala SMK Kartanegara Wates setelah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Kediri di tingkat nasional.

"Capaian ini sesuatu yang luar biasa, dia asal Kecamatan Kandat juara nasional mendapat medali emas di bidang welding atau pengelasan. Ini butuh ketelatenan, dan daya juang," kata Mas Dhito.

Prestasi tersebut diraih Hamzah dalam ajang LKS Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 27 Juli hingga 1 Agustus. 

Baca juga: KONI Kabupaten Kediri Bidik 5 Besar Porprov Jatim 2027, Pembinaan Atlet Dimulai Sejak Usia Sekolah

Di kompetisi itu, siswa kelas XII Jurusan Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam (TPFL) tersebut berhasil mengungguli 33 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Keberhasilan Hamzah sekaligus mempertahankan tradisi juara nasional SMK Kartanegara Wates. Pada penyelenggaraan LKS Nasional tahun sebelumnya, medali emas di bidang welding juga diraih siswa sekolah yang sama, yakni Mohamad Niko Syukron Abdilah.

"Mengambil kemenangan itu sesuatu yang tidak mudah, tapi jauh lebih sulit mempertahankan kemenangan," ungkap Mas Dhito.

Melihat capaian tersebut, Mas Dhito berharap prestasi yang telah diraih tidak berhenti pada satu generasi saja. Ia meminta Hamzah bersedia membagikan pengalaman dan ilmunya kepada adik-adik kelas agar tradisi juara nasional terus berlanjut.

"Harapannya tahun depan untuk kejuaraan LKS Nasional khususnya bidang welding atau pengelasan juara satunya masih dari Kabupaten Kediri," pungkasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap masa depan Hamzah, Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi.

Selain itu, Hamzah juga memperoleh bantuan peralatan las yang diharapkan dapat menunjang pengembangan keterampilan sekaligus menjadi bekal memasuki dunia industri.

Hamzah mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Bupati Kediri. Menurutnya, keberhasilan menjadi juara nasional merupakan hasil latihan yang dilakukan secara rutin setiap hari bersama para guru pembimbing.

"Sangat senang sekali. Untuk adik-adikku dari Kediri jangan malu untuk terus mencari prestasi," ucap Hamzah.

Sebelum tampil di tingkat nasional, Hamzah telah mengoleksi berbagai prestasi. Ia pernah menjadi Juara 1 kompetisi di Politeknik Negeri Semarang, Juara 2 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Juara 2 di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Bekal tersebut mengantarkannya menjadi Juara 1 LKS tingkat Kabupaten Kediri, Juara 1 tingkat Jawa Timur, hingga dipercaya mewakili provinsi di tingkat nasional.

Dalam kompetisi nasional, Hamzah dinilai mampu menghasilkan sambungan las yang rapi, kuat, presisi, dan memenuhi standar industri. Ketelitian, konsistensi teknik, serta kecepatan kerja menjadi faktor penting yang mengantarkannya meraih medali emas.

Meski demikian, Hamzah mengaku sempat menghadapi tantangan selama perlombaan karena soal dan material yang diterima berbeda dengan yang digunakan saat latihan. Berkat pengalaman dan persiapan yang matang, ia mampu beradaptasi hingga akhirnya keluar sebagai juara.

"Meskipun saat lomba ada beberapa kendala dari panitia, yaitu soal dan materialnya tidak sesuai, Alhamdulillah dapat saya atasi berkat pengalaman selama berlatih sehingga akhirnya berhasil menjadi juara satu," kata Hamzah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.