Persib Protes Jeda 48 Jam Jelang Final Piala Presiden 2026, Panitia: Sudah Disetujui AFC
Hasiolan Eko P Gultom August 05, 2026 08:57 PM

Persib Protes Jeda 48 Jam Jelang Final Piala Presiden 2026, Panitia: Sudah Disetujui AFC

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mempertanyakan jadwal pertandingan Piala Presiden 2026 yang hanya memberikan waktu istirahat 48 jam dari semifinal menuju final.

Menurutnya, waktu pemulihan tersebut terlalu singkat dan tidak sesuai dengan rekomendasi FIFA.

Persib dipastikan menghadapi Persebaya Surabaya pada laga final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

Sebelumnya, Maung Bandung baru saja menjalani laga semifinal dua hari sebelumnya.

Igor mengaku kini harus memutar otak agar kondisi para pemain tetap bugar menghadapi partai puncak.

“Sekarang saya harus mencari cara agar para pemain bisa pulih hanya dalam waktu 48 jam. Padahal FIFA merekomendasikan jeda minimal 72 jam. Jadi saya ingin tahu mengapa kami hanya diberi waktu 48 jam,” kata Igor Tolic.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Bidang Administrasi Turnamen Piala Presiden 2026, Risha Ady Wijaya.

Risha menjelaskan bahwa ketentuan jeda istirahat selama 72 jam bukan merupakan aturan yang wajib diterapkan pada seluruh kompetisi, melainkan hanya berupa rekomendasi FIFA untuk turnamen antarnegara yang berada langsung di bawah naungan FIFA.

“Terkait masalah 72 jam masa istirahat, perlu kami jelaskan bahwa itu adalah rekomendasi FIFA kepada anggotanya dengan catatan berlaku untuk turnamen antar-federasi atau antarnegara, seperti tim nasional Indonesia melawan negara lain. Jadi, rekomendasi tersebut khusus untuk kompetisi yang berada langsung di bawah FIFA," ujar Risha dalam konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Ia menambahkan, seluruh regulasi dan jadwal pertandingan Piala Presiden 2026 telah lebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Menurutnya, sebelum turnamen dimulai, panitia telah menyerahkan jadwal pertandingan, regulasi, hingga ketentuan administrasi kepada AFC sebagai syarat memperoleh izin penyelenggaraan.

“Untuk Piala Presiden 2026 ini kami sudah mendapatkan approval dari AFC. Untuk mendapatkan approval tersebut, kami menyerahkan jadwal pertandingan, regulasi, serta berbagai ketentuan administrasi lainnya," jelasnya.

Risha juga menegaskan bahwa seluruh peserta telah diberi penjelasan mengenai format dan jadwal turnamen sejak sebelum kompetisi dimulai.

Sosialisasi dilakukan sebanyak tiga kali, baik melalui technical briefing secara daring maupun saat Match Coordination Meeting (MCM) untuk Grup A dan Grup B.

Sebagai bentuk antisipasi padatnya jadwal, panitia juga memberikan kelonggaran kepada setiap klub untuk melakukan rotasi pemain lebih banyak dibanding kompetisi reguler.

"Kami memberikan kebebasan kepada setiap klub untuk melakukan rotasi hingga 12 pemain dalam satu pertandingan. Tinggal bagaimana pelatih mengatur rotasi tersebut agar kondisi pemain tetap terjaga," ucapnya.

Selain itu, menjelang babak semifinal pada 27 Juli lalu, panitia juga telah mengirimkan surat kepada seluruh klub yang lolos ke empat besar untuk kembali mendaftarkan pemain baru.

Langkah tersebut dilakukan agar setiap tim memiliki fleksibilitas lebih dalam menyusun skuad menghadapi fase akhir turnamen yang memiliki jadwal cukup padat.

"Jadi sejak awal kami sudah mengantisipasi dinamika kompetisi ini dengan memberikan kesempatan kepada klub untuk kembali mendaftarkan pemain sebelum semifinal,” pungkasnya.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.