TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tiga siswa Sekolah Rakyat (SR) sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manap, Kota Jambi, pada Selasa (4/8/2026) malam.
Dari jumlah tersebut, dua siswa harus menjalani rawat inap karena mengalami keluhan mual dan muntah.
Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan (Kabid Yankes) RSUD Abdul Manap, Fahrurozi, mengatakan awalnya terdapat tiga siswa yang datang untuk menjalani pemeriksaan.
Namun setelah dilakukan observasi, hanya dua pasien yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
"Kedua pasien dirawat di ruang anak karena dikhawatirkan mengalami dehidrasi akibat mual dan muntah yang dialami," kata Fahrurozi, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, kedua pasien tersebut merupakan siswi berusia sekitar 15 tahun yang masih duduk di bangku SMP.
Menurut Fahrurozi, kondisi keduanya kini berangsur membaik.
Keluhan yang sebelumnya dirasakan mulai berkurang dan perkembangan kesehatan mereka terus dipantau oleh tim medis.
Selain itu, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kondisi yang normal.
Petugas medis tidak menemukan adanya indikasi infeksi maupun gangguan lain yang mengarah pada penyakit serius.
"Dari hasil pemeriksaan laboratorium, semuanya normal. Tidak ditemukan tanda-tanda infeksi," ujarnya.
Sebelumnya, beredar informasi yang menyebut sejumlah siswa Sekolah Rakyat mengalami keracunan makanan.
Namun kabar tersebut dibantah oleh Dinas Sosial Kota Jambi.
Dinsos Bantah Keracunan
Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, memastikan siswa yang menjalani perawatan di RSUD Abdul Manap tidak mengalami keracunan makanan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, keluhan yang dialami setiap siswa berbeda-beda, mulai dari gangguan lambung, demam, hingga mual dan muntah.
Pemerintah Kota Jambi, lanjut Yunita, terus memastikan seluruh siswa yang mengalami gangguan kesehatan memperoleh pelayanan medis dan pemantauan hingga benar-benar pulih.
Menurutnya, jumlah siswa yang sempat mendapatkan perawatan bukan hanya tiga orang, melainkan tujuh siswa sejak hari pertama masuk Sekolah Rakyat.
Namun, kondisi tersebut dipastikan bukan dipicu oleh keracunan makanan, melainkan karena faktor kesehatan masing-masing dan proses penyesuaian terhadap lingkungan baru.
"Bukan keracunan, tapi sakit maag. Keluarga juga sudah kami tanyakan, memang ada yang sudah beberapa kali masuk rumah sakit karena maag," kata Yunita, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran kepada keluarga, beberapa siswa memang memiliki riwayat pola makan yang tidak teratur.
Ketika mulai mengikuti jadwal makan yang diterapkan di Sekolah Rakyat, kondisi lambung mereka masih beradaptasi sehingga keluhan maag kembali muncul.
Selain gangguan lambung, faktor kelelahan serta proses adaptasi terhadap lingkungan sekolah yang baru juga disebut turut memengaruhi kondisi kesehatan para siswa.
Yunita mengatakan aktivitas siswa selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat cukup padat.
Selain menjalani kegiatan belajar mengajar, mereka juga mengikuti berbagai kegiatan pembinaan yang melibatkan taruna dari unsur militer.
"Anak-anak masih dalam masa adaptasi. Aktivitasnya juga cukup tinggi sehingga ada yang mengalami kelelahan," ujarnya.
Total Tujuh Siswa
Ia juga meluruskan informasi yang beredar mengenai jumlah siswa yang menjalani perawatan.
Menurutnya, sejak hari pertama sekolah terdapat tujuh siswa yang sempat mendapatkan penanganan medis.
Saat ini, empat siswa telah diperbolehkan pulang, sementara tiga siswa lainnya masih menjalani perawatan hingga kondisi kesehatannya benar-benar pulih.
"Totalnya tujuh siswa yang dirawat sejak hari pertama sekolah. Sekarang tinggal tiga siswa yang masih menjalani perawatan, sedangkan empat lainnya sudah kembali," katanya.
Dinas Sosial Kota Jambi memastikan seluruh siswa terus mendapatkan pendampingan serta pelayanan kesehatan.
Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan kondisi mereka agar dapat kembali mengikuti seluruh rangkaian kegiatan belajar di Sekolah Rakyat setelah dinyatakan pulih sepenuhnya.
(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Seorang Wanita Terbirit Dikejar Pemilik Toko di Sarolangun setelah Ambil Tiga Celana
Baca juga: Tabel Angsuran KUR BRI Agustus 2026 Limit Rp500 Juta Tenor 1-5 Tahun
Baca juga: Dua Anak di Tanjabbar Diserang Buaya Tadi Siang, Satu Meninggal