TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Petugas UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengungkap penyebab kemunculan kembali hamparan busa di aliran Kanal Banjir Timur atau BKT, tepatnya di Pintu Air Weir 3 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (5/8/2026).
Petugas UPS Badan Air DLH DKI Jakarta Syarif Hidayatullah mengatakan, busa kembali muncul setelah hujan mengguyur wilayah Jakarta Timur dan Bekasi pada Selasa (4/8/2026) malam.
Menurut dia, hujan tersebut meningkatkan debit air di aliran sungai hingga memicu turbulensi saat air sungai bertemu dengan air laut di Pintu Air Weir 3 Marunda.
"Semalam ada hujan di daerah Jakarta Timur dan Bekasi, sehingga debit air meningkat dan terjadi turbulensi atau benturan antara air kali dengan air laut," ujar Syarif.
Ia menjelaskan, selama sekitar satu bulan terakhir atau saat musim kemarau, busa tidak terlihat muncul di kawasan tersebut.
Kemunculan busa kembali terjadi setelah debit air meningkat akibat kiriman air dari wilayah hulu.
Selain faktor debit air, Syarif menduga limbah rumah tangga turut memperparah pembentukan busa di permukaan air.
"Biasanya yang sering terjadi itu di pagi hari sekitar jam 07.00 sampai jam 09.00 WIB. Mungkin ada limbah rumah tangga seperti cuci pakaian atau cuci perabotan rumah tangga," katanya.
Menurutnya, kandungan sabun dari aktivitas rumah tangga dapat memicu terbentuknya busa ketika bercampur dengan aliran air yang mengalami turbulensi.
Ia menegaskan, busa bukan semata-mata muncul karena limbah, tetapi dipengaruhi pula oleh benturan antara aliran sungai dan air laut.
"Terjadinya busa ini diakibatkan benturan dari air sungai ke air laut," ucap Syarif.
Sebagai langkah penanganan, petugas memasang sekat kubus apung di sekitar pintu air agar busa tidak terbawa hingga ke laut.
Selain itu, petugas juga melakukan penyemprotan menggunakan alat alkon untuk mengurangi penumpukan busa di permukaan air.
Upaya tersebut dilakukan sambil memantau kondisi debit air yang masih berpotensi berubah mengikuti curah hujan di wilayah hulu.
Sebelumnya, kemunculan kembali busa di Kanal Banjir Timur Marunda sempat dikeluhkan warga karena beterbangan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Fenomena tersebut juga sempat menghilang selama musim kemarau sebelum akhirnya kembali muncul usai hujan dengan intensitas cukup tinggi di wilayah hulu.
Baca juga: Busa Putih Kembali Selimuti BKT Marunda, Warga Resah hingga Ganggu Aktivitas
Baca juga: Pihak Rumah Sakit Beberkan Kondisi Sutrimo saat Tiba di UGD, Bantah Isu Keluar Busa dari Mulut
Baca juga: Busa Putih Misterius Penuhi Kali di Jakut, Warga Kamal Keluhkan Perjalanan Terganggu